The Epoch Times

Menteri Kesehatan AS Alex Azar  tiba di Taiwan pada Minggu 2 Agustus 2020. Ia adalah seorang pejabat tinggi AS yang berkunjung ke Taiwan dalam kurun waktu empat dekade terakhir.

Komunis Tiongkok mengklaim pulau Taiwan sebagai miliknya. Selain itu, mengutuk kunjungan yang dilakukan AS, saat memburuknya hubungan antara Komunis Tiongkok dengan Amerika Serikat.

Komunis Tiongkok menjanjikan pembalasan yang tak ditentukan atas perjalanan tersebut. Sempat menerbangkan sebentar pesawat tempur J-11 dan J-10 ke sisi selat sensitif  Taiwan yang memisahkannya dari tetangganya, sekitar pukul 9 pagi. Itu  tak lama sebelum Azar bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, sebagaimana diungkapkan oleh angkatan udara Taiwan.

Pesawat itu dideteksi oleh sistem rudal anti-pesawat Taiwan yang berbasis di daratan. Kemudian pesawat Tiongkok itu “diusir” oleh pesawat Taiwan yang berpatroli sebagaimana diungkapkan oleh angkatan udara Taiwan dalam pernyataan yang dirilis oleh kementerian pertahanan Taiwan.

Sementara itu, Kementerian pertahanan Komunis Tiongkok tak segera berkomentar atas insiden itu.

Seorang pejabat senior Taiwan yang mengetahui perencanaan keamanan pemerintah mengatakan kepada Reuters, bahwa Komunis Tiongkok jelas “menargetkan” kunjungan Azar dengan langkah “sangat berisiko.”  Pasalnya, jet tempur itu berada dalam jangkauan sistem misil anti pesawat Taiwan.

Intruksi itu adalah ketiga kalinya sejak Tahun 2016, Taiwan mengatakan jet tempur Tiongkok telah melewati garis median selat.

Pemerintahan Trump mempergas dukungannya kepada Taiwan sebagai prioritas, di tengah hubungan yang memburuk antara Washington dan Beijing. Taiwan kini meningkatkan pembelian senjata.

Menkes AS, Alex Azar kepada Tsai di Kantor Kepresidenan saat berdiri di depan dua bendera Taiwan mengatakan : “Merupakan kehormatan sejati berada di sini untuk menyampaikan pesan dukungan dan persahabatan yang kuat dari Presiden Trump ke Taiwan.” 

Washington memutuskan hubungan resmi dengan Taipei pada Tahun 1979 untuk mendukung Beijing.

‘Langkah Besar AS’

Menkes AS berkunjung untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kesehatan masyarakat dengan Taiwan, serta mendukung peran internasionalnya dalam memerangi Virus Corona.

“Respon Taiwan terhadap COVID-19 menjadi salah satu yang paling sukses di dunia, merupakan penghormatan atas sifat terbuka, transparan, demokratis dari masyarakat dan budaya Taiwan,” kata Alex Azar kepada Tsai.

Langkah awal dan efektif Taiwan memerangi penyakit tersebut membuat jumlah kasusnya jauh lebih rendah daripada tetangganya, dengan 480 kasus infeksi dan tujuh kematian. Sebagian besar kasus penularan bersumber dari kasus impor.

Tsai  kepada Azar mengatakan bahwa kunjungannya merupakan “langkah maju yang besar dalam kolaborasi anti-pandemi antara negara kita.” Tsai menyebutkan bidang kerja sama termasuk penelitian dan produksi vaksin dan obat.

Taiwan  berterima kasih atas dukungan AS untuk mengizinkan kehadirannya di badan pembuat keputusan Organisasi Kesehatan Dunia, Majelis Kesehatan Dunia (WHA), dan memungkinkan akses yang lebih besar ke organisasi tersebut.

Taiwan bukan anggota WHO karena keberatan Tiongkok.  Pasalnya, Komunis Tiongkok  menganggap Taiwan sebagai provinsinya.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa pertimbangan politik tak boleh didahulukan daripada hak atas kesehatan. Keputusan untuk melarang Taiwan berpartisipasi dalam WHA merupakan pelanggaran hak universal atas kesehatan,” kata Tsai.

Azar kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa atas arahan Trump, dia dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha untuk memulihkan status Taiwan sebagai pengamat di WHA.

Azar berkata : “Tetapi Partai Komunis Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia mencegahnya. Ini menjadi salah satu kekecewaan utama yang dialami pemerintahan Trump dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan ketidakmampuannya untuk mereformasi.”  (asr)

Oleh Yimou Lee dan Ben Blanchard

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular