Ntdtv.com, oleh Liu Minghuan- Beberapa hari yang lalu, DR. Yan Limeng, seorang sarjana penelitian virus dari Akademi Kesehatan Masyarakat Universitas Hongkong yang kini berada di Amerika Serikat kembali menuding komunis Tiongkok yang dengan sengaja membiarkan virus pneumonia virus komunis Tiongkok (COVID-19) menyebar luas. 

DR. Yan Limeng menyebutkan bahwa komunis Tiongkok sejak awal mencoba untuk menyembunyikan fakta, dan sengaja menunda diagnosis pasien. DR. Yan menunjukkan ketiga hal yang bisa dijadikan indikator utama.

Dalam sebuah wawancara di ‘War Room’ milik Steve Bannon, DR. Yan Limeng mengungkapkan bahwa komunis Tiongkok sejak awal penyebaran virus Komunis Tiongkok terus mencoba untuk menutup-nutupi fakta tentang virus itu. Komunis Tiongkok, merilis informasi yang menyesatkan dengan menuduh pasar grosir makanan laut ‘Huanan’ sebagai tempat asal penyebaran coronavirus jenis baru yang kemudian dinamakan COVID-19. 

Selain itu, Komunis Tiongkok juga mencoba untuk menunda diagnosis pasien, dan sengaja menunda pelepasan urutan gen virus kepada dunia, bahkan memberikan urutan gen yang salah. 

3 hal ini cukup untuk membuktikan bahwa komunis Tiongkok secara sengaja membiarkan COVID-19 menjadi pandemi dunia.

DR. Yan menilai jika virus itu berasal dari alam, pemerintah Tiongkok tidak perlu bertanggung jawab atas penyebarannya.  DR. Yanmempertanyakan, “Mengapa mereka sampai memutuskan untuk melakukan kesalahan tak terampuni ini untuk mencegah masyarakat mengetahui kebenaran? Bukankah pemerintah tidak bersalah jika virus datang dari alam?. Jika orang terinfeksi COVID-19 gegara mengkonsumsi daging hewan liar, apakah hanya Tiongkok saja satu-satunya negara yang makan daging hewan liar?”

DR. Yan Limeng juga menuturkan bahwa jika virus bocor keluar dari laboratorium merupakan insiden kecelakaan, lalu mengapa pemerintah Tiongkok tidak berusaha mencegah wabah epidemi pada tahap awal ketika sudah diketahuinya pada bulan Desember tahun lalu atau bahkan lebih awal dari itu? 

Jika tidak bermaksud membiarkan virus menyebar luas, pemerintah Tiongkok tentu dapat mendiagnosis dan memberikan perawatan kepada semua orang. “Menyelamatkan” mereka yang memiliki kontak dekat dengan pasien, sekaligus memahami dari mana sumber virus, dan mencegah penyebarannya.

DR. Yan mengungkapkan bahwa jika pemerintah Tiongkok tidak mau mengakui bahwa adanya virus itu dan penyebarannya merupakan tindakan sengaja, pemerintah Tiongkok tentu saja dapat mengambil tindakan hukum kepada beberapa orang dalam ruang penelitian yang mungkin bertanggung jawab atas insiden itu. 

Tidak perlu sampai meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan seseorang yang terkait dengan mereka lalu memberitahu dunia dengan setumpuk kebohongan. 

“Jika COVID-19 berasal dari alam, atau keluar dari laboratorium secara tidak sengaja, mereka sama sekali tidak perlu menyembunyikan kebenaran,” kata DR. Yan.

Sebelumnya, DR. Yan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Spanyol ‘Le Mundo’ pada 25 Juli lalu mengatakan bahwa, dia saat ini memiliki informasi di tangannya yang dapat digunakan untuk memberikan konfirmasi bahwa Pasar Grosir Makanan Laut ‘Huanan’ di kota Wuhan bukanlah sumber wabah pneumonia virus komunis Tiongkok (COVID-19), dan hewan liar bukanlah inang perantara. 

Sebagai seorang virolog, DR. Yan menekankan bahwa virus komunis Tiongkok itu bukan berasal dari alam alias tidak terjadi secara alami. Pasar grosir makanan laut ‘Huanan’ hanya dijadikan kambing hitam.

Menurut DR. Yan Limeng, pemerintah Tiongkok dengan sengaja menunda waktu sampai beberapa pekan untuk mengeluarkan peringatan epidemi dan menyangkal bahwa staf medis telah tertular virus. Bahkan pasien yang dikonfirmasi di rumah sakit tersebut tidak diisolasi, juga tidak menggunakan peralatan medis independen.

DR. Yan mengaku bahwa dirinya memiliki bukti relevan dari percakapan yang direkam melalui perangkat lunak komunikasi yang diserahkan kepada FBI untuk diverifikasi. FBI telah memberikan konfirmasi bahwa isinya benar.

Selain itu, DR. Yan Limeng juga menegaskan bahwa komunis Tiongkok tidak hanya membuat  satu jenis virus. 

Dalam wawancara dengan mantan kepala strategi Gedung Putih Steve Bannon pada 5 Agustus, DR. Yan mengatakan bahwa virus tidak berasal dari alam, tetapi hasil transformasi laboratorium. 

Berdasarkan pengalaman masa lalunya dalam penelitian virus, komunis Tiongkok tidak pernah membuat hanya satu jenis virus. DR. Yan mengimbau publik untuk menuntut komunis Tiongkok atas tanggung jawabnya terhadap penyebaran wabah. Jika tidak, vaksin mungkin tidak berfungsi di masa depan. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular