- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mencelakai Orang Demi Mendapatkan Uang? Vaksin Palsu Dijual Online di Daratan Tiongkok, Wartawan Menyelidikinya

Reporter Li Ming / Editor : Ming Xuan

Epidemi virus Komunis Tiongkok (Covid-19) terus menyebar ke seluruh dunia. Negara-negara dengan kemampuan penelitian ilmiah melakukan yang terbaik untuk mengembangkan vaksin. Akan tetapi hingga saat ini, tidak ada negara yang secara resmi meluncurkan vaksin yang efektif dan aman ke pasar. 

Namun, baru-baru ini beberapa orang dalam komunitas internet di Tiongkok daratan mulai memromosikan “vaksin corona”, dengan dua jenis sekaligus, dengan harga 498 RMB –Renminbi per dosis atau sekitar Rp. 1.045 juta. 

Ketika dua perusahaan bio-teknologi yang tertera pada kemasan dari kedua “vaksin” itu melayani pertanyaan media, mereka mengatakan bahwa produk vaksin tersebut belum diluncurkan secara resmi.

Terbetik berita, dua jenis vaksin palsu telah beredar luas di media sosial Tiongkok daratan baru-baru ini. Kotak kemasan tidak hanya menerangkan nama produsen yang memproduksi “vaksin”, tetapi juga memiliki kode QR palsu. Produk kemasan sekilas terlihat sempurna.

[1]
Beberapa netizen menjajakan vaksin virus corona palsu di group WeChat. (Tangkapan layar jaringan)

Salah satu vaksin tersebut bernama “Sars-CoV-2 Vaccine – Vero Cell inactivated”. Nomor persetujuan yang ditandai di bagian bawah kotak kemasan oranye diberi keterangan “Menunggu persetujuan”, dan QR atau kode batang di atasnya. 

Beberapa netizen mengatakan bahwa dengan memindai barcode dengan Alipay, dapat ditelusuri produsen vaksin tersebut yakni Kexing Zhongwei Biotechnology Co. Ltd, Beijing.

 Beberapa netizen memposting gambar vaksin itu di group WeChat, dan mengatakan, “Jika Anda membutuhkan vaksin corona/covid-19, Anda dapat menghubungi saya untuk ekspor. Produksi terbatas dan Anda harus mengantri. Vaksin ini akan diluncurkan secara resmi pada 2 September 2020.”

[2]

 Vaksin palsu kedua yang dikirimkan di WeChat adalah “New Coronavirus Inactivated Vaccine (Vero Cell)”. Kotak kemasan dengan tulisan berwarna hitam dengan latar belakang putih dengan garis biru dan hijau di sisi paling kanan. Produsen di kotak tersebut adalah Wuhan Institute of Biological Products Co Ltd.

Penerbit yang menjajakan vaksin ini mengatakan dalam postingannya : “harga satuan dipatok 498 yuan, total 3 suntikan. Staf medis dan personel di luar negeri dapat menggunakannya terlebih dahulu. Vaksin ini akan tersedia secara umum pada akhir tahun ini.”

[3]

Seorang wartawan dari media Tiongkok menemukan bahwa melalui transmisi online pada barcode di kotak vaksin, memang dapat menemukan sumber kedua vaksin tersebut masing-masing dari “Kexing Zhongwei Biotechnology Co. Ltd (Beijing)” dan ” Wuhan Institute of Biological Products Co Ltd.”. Tapi ketika reporter menelepon kedua perusahaan itu untuk verifikasi, jawaban yang mereka dapatkan adalah: vaksinnya belum dipasarkan, dan harganya juga belum diumumkan, dan tidak mungkin menjualnya di media sosial (WeChat).

Pada 13 Agustus, situs web resmi Wuhan Institute of Biological Products Co Ltd mengumumkan hal itu. Vaksin yang dikembangkan perusahaan saat ini sedang menjalani uji klinis internasional tahap ketiga, dan produk vaksin belum secara resmi diluncurkan, mengingatkan masyarakat agar “jangan tertipu.”

Menanggapi pertanyaan media setempat, penanggung jawab “Kexing Zhongwei Biotechnology Co. Ltd (Beijing)” juga menyatakan bahwa vaksin tersebut saat ini sedang menjalani studi klinis Tahap III di Brasil, Bangladesh dan negara lain dan belum diluncurkan. (Jon)

Video Rekomendasi :