Epochtimes, oleh Su Jinghao- Siaran pers dari Kementerian Kehakiman AS menunjukkan bahwa Ma Yuqing alias Alexander Yuk Ching Ma yang berusia 67 tahun adalah mantan pegawai CIA. Ia ditangkap pada 14 Agustus 2020 dengan tuduhan menjual rahasia AS kepada komunis Tiongkok.

Asisten Sekretaris Kementerian Kehakiman untuk Keamanan Nasional John C. Demers, Pengacara AS untuk Distrik Hawaii Kenji M. Price, Asisten Direktur Divisi Kontra Intelijen FBI Alan E. Kohler dan agen Kantor FBI Honolulu Eli S. Miranda bersama-sama mengumumkan berita tersebut.

Ma Yuqing adalah seorang etnis Tionghoa kelahiran Hongkong yang menjadi warga negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi. Menurut dokumen pengadilan, Ma mulai bekerja di CIA pada tahun 1982, memiliki akses ke rahasia utama, dan menandatangani banyak perjanjian melindungi kerahasiaan AS, termasuk janji bahwa dirinya akan tetap bertanggung jawab untuk melindungi rahasia pemerintah AS selama dan sesudah masa kerjanya di CIA berakhir.

Ma meninggalkan Central Intelligence Agency pada tahun 1989, tinggal dan bekerja di Shanghai, kemudian tiba dan tinggal di Hawaii pada tahun 2001.

Ma Yuqing berkonspirasi dengan kerabat untuk bertemu dengan beberapa pejabat komunis Tiongkok

Menurut dokumen pengadilan, selama sepuluh tahun, Ma Yuqing berkonspirasi dengan kerabatnya (dimasukkan sebagai DPO no.1) untuk berkomunikasi dengan beberapa pejabat intelijen komunis Tiongkok. Program pencurian rahasia AS ini dimulai setelah pertemuan 3 hari yang diadakan antara tersangka dengan agen dari komunis Tiongkok di Hongkong pada bulan Maret 2001.

Selama periode ini, 2 orang mantan pegawai CIA memberikan informasi kepada badan intelijen asing (komunis Tiongkok) tentang personel, cara operasi, dan metode komunikasi rahasia yang digunakan CIA. Sebagian dari pertemuan itu telah direkam, dan video tersebut menunjukkan Ma Yuqing memberikan rahasia kepada personel intelijen asing, kemudian menerima uang tunai sebesar USD. 50.000 dan dihitung lembarannya.

Dokumen pengadilan selanjutnya menuduh bahwa setelah Ma Yuqing pindah ke Hawaii, dia mulai mencari pekerjaan di FBI untuk mendapatkan lagi informasi rahasia dari pemerintah AS yang dapat diberikan kepada pengawasnya dari pihak komunis Tiongkok. 

Pada tahun 2004, Kantor Biro Investigasi Federal (FBI) Honolulu mempekerjakan Ma Yuqing sebagai ahli bahasa untuk perjanjian, meninjau dan menerjemahkan dokumen berbahasa Mandarin.

Dokumen Kementerian Kehakiman AS menunjukkan bahwa dalam 6 tahun berikutnya, Ma Yuqing secara teratur menyalin, memotret, dan mencuri dokumen pemerintah AS yang bertanda rahasia. Ma Yuqing sering bepergian ke daratan Tiongkok dengan membawa serta beberapa dokumen dan gambar curian untuk diserahkan kepada penerimanya yang agen dari komunis Tiongkok. Ma Yuqing juga sering membawa pulang uang ribuan dolar dan barang mewah dari Tiongkok, seperti satu set tongkat golf baru.

Menurut dokumen pengadilan, pada musim semi tahun 2019, seorang agen rahasia FBI meyakinkan Ma Yuqing bahwa dia adalah seorang perwira intelijen komunis Tiongkok. Dalam 2 kali pertemuan, Ma Yuqing mengonfirmasi kegiatan spionase-nya kepada agen yang menyamar itu dan menerima uang tunai USD. 2.000,- yang diberikan kepadanya. Anggota FBI yang menyamar itu kemudian memberitahu Ma Yuqing bahwa itu adalah uang tip sebagai tanda terima kasih kepadanya, karena telah membantu komunis Tiongkok.

Menurut dokumen dari Kementerian Kehakiman, Ma Yuqing juga mengusulkan untuk memberikan informasi rahasia kepada Dinas Intelijen komunis Tiongkok. 

Pada 12 Agustus 2020, sebelum ia ditangkap, Ma Yuqing kembali mengadakan pertemuan dengan agen rahasia FBI yang menyamar. Ma sekali lagi menerima uang yang diberikan kepadanya oleh agen tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk terus membantu pemerintah komunis Tiongkok.

Wakil Menteri Kehakiman AS : Orang-orang ini telah dijadikan korban

Asisten Jaksa Agung dari Divisi Keamanan Nasional John Demers mengatakan : “Kegiatan spionase komunis Tiongkok telah berlangsung lama. Sayangnya, mantan agen intelijen Amerika mengkhianati kolega mereka, negara mereka, dan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi demi membantu rezim komunis yang otoriter”.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Kehakiman tetap dapat menemukan para pengkhianat ini dan menyeret mereka ke pengadilan, baik sekarang maupun bertahun-tahun setelah orang-orang ini mengira bahwa mereka telah lepas dari pengawasan.

“Bagi Dinas Intelijen komunis Tiongkok, mereka ini adalah korban. Bagi kita, mereka adalah orang-orang yang menyedihkan, tetapi mereka juga secara tidak langsung mengingatkan kita agar tidak mengendurkan kewaspadaan”, kata John Demers.

Jaksa penuntut Kenji M.Price mengatakan : “Tuduhan yang diumumkan hari ini mengejutkan dan mengingatkan komunitas kita yang berada di Hawaii tentang ancaman berkelanjutan yang ditimbulkan oleh mereka yang berusaha membahayakan keamanan nasional melalui kegiatan spionase”.

“Hal yang menjadi perhatian khusus adalah perilaku kriminal pegawai yang bertugas di komunitas intelijen AS. Mereka memilih untuk mengkhianati mantan kolega mereka dan seluruh negara dengan membocorkan informasi rahasia pertahanan (AS) kepada komunis Tiongkok. Kantor saya akan terus bekerja melawan kegiatan spionase asing”, kata Kenji M.Price.

Alan E.Kohler Jr., asisten direktur departemen kontra intelijen FBI mengatakan : “Kegiatan spionase serius ini adalah contoh lain dari serangkaian kegiatan ilegal yang dilakukan oleh komunis Tiongkok di dalam wilayah Amerika Serikat”.

Alan E.Kohler Jr mengatakan, Kasus ini menunjukkan bahwa terlepas dari lamanya penyelidikan atau sulitnya penyelidikan, pegawai pria dan wanita FBI akan terus melakukan upaya untuk melindungi keamanan nasional kita dari ancaman badan intelijen komunis Tiongkok. Allan mengatakan, pihaknya tahu bahwa setiap pelanggaran terhadap sikap kepercayaan dan mengkhianati Amerika Serikat, tidak peduli berapa tahun yang dibutuhkan untuk mengungkap kejahatan mereka, mereka akan menghadapi tuntutan keadilan.

Pengawas cabang FBI Honolulu Eli Miranda mengatakan bahwa kasus-kasus ini sangat rumit dan akan memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk penyelesaiannya, tetapi dalam hal memastikan keamanan nasional, FBI tidak akan pernah menyerah.

Jika terbukti bersalah, hukuman maksimal adalah penjara seumur hidup

Menurut siaran pers dari Kementerian Kehakiman AS, Ma Yuqing dihadirkan untuk pertama kalinya di Pengadilan Federal Pengadilan Distrik AS di Hawaii pada hari Selasa (18 Agustus). Ia dituduh bersekongkol menyebarkan informasi pertahanan negara untuk membantu pemerintah asing.

Jika terbukti bersalah, Ma Yuqing akan menghadapi hukuman maksimal seumur hidup. Waktu hukuman akan ditetapkan oleh Kongres, di sini hanya untuk referensi. Jika Ma Yuqing terbukti bersalah, hakim Pengadilan Distrik Federal akan menentukan hukumannya setelah berkonsultasi dengan pedoman hukuman dan faktor hukum lainnya.

Penyelidikan dilakukan oleh kantor FBI di Honolulu dan Los Angeles. Asisten pengacara Ken Sorenson dari Divisi Kontra Intelijen dan Pengendalian Ekspor dari Departemen Keamanan Nasional di bawah Kementerian Kehakiman AS, dan jaksa penuntut Scott Claffee beserta Steve  Marzen selaku penggugat.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa salah satu kerabat Ma Yuqing yang berusia 85 tahun, juga bekerja di CIA dan kemudian membantu komunis Tiongkok dalam melakukan kegiatan spionase. Tetapi dia tidak dituntut karena menderita penyakit yang berhubungan dengan melemahnya kognitif”. (Sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular