Ntdtv, oleh Li Yun- Baru-baru ini, sebuah foto yang beredar, menampilkan duta besar komunis Tiongkok untuk Kiribati, Tang Songgen menginjak punggung anak-anak saat turun dari pesawat yang membawanya  mengunjungi Taneti Maamau, Presiden Kiribati yang merangkap Menteri Luar Negeri Kiribati. Pada foto itu terlihat bahwa Dubes Tang Songgen menginjak punggung sekitar 30 orang anak yang rebah di tanah.  

Beberapa media memberitakan bahwa  Tang Songgen baru-baru ini mengunjungi Presiden merangkap Menlu Kiribati Taneti Maamau yang pro komunis untuk membahas masalah kerja sama.

Foto menginjak “karpet daging” tersebut  viral di media sosial. Dari foto terlihat Dubes Song dengan ditopang oleh 2 orang wanita berpakaian pakaian adat menginjak punggung sekitar 30 orang anak yang berbaring sebagai pengganti karpet sesaat turun dari pesawat terbang.

Meskipun demikian, pejabat setempat berusaha menjelaskan bahwa upacara tersebut sangat umum dilakukan pada acara pernikahan di Pulau Marakei. Biasanya “karpet daging” tersebut dilakukan oleh anggota dari keluarga mempelai pria untuk menyambut keluarga mempelai wanita. Itu juga sebagai pernyataan selamat datang, dan bergabung dengan keluarga mempelai pria. Sambutan seperti itu adalah sambutan mulia yang menjadi budaya setempat yang unik.

Namun, reporter independen lokal Rim Rimon mengatakan bahwa di waktu lalu, duta besar Taiwan juga pernah mengunjungi pulau yang sama, tetapi tidak pernah menerima sambutan seperti ini. Rim Rimon  juga mengatakan bahwa beberapa warga setempat marah, frustrasi dan malu karenanya.

Drew Pavlou, anggota Dewan Universitas Queensland di Australia membagikan foto itu di Facebook. Dia menuduh komunis Tiongkok sebagai negara monarki yang berusaha menjajah dunia.

Dave Sharma, anggota Parlemen Australia yang bertugas di negara-negara kepulauan Pasifik  juga dikejutkan saat melihat foto itu. Dia mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa dirinya akan sangat terkejut jika seorang diplomat Australia menghadiri upacara seperti itu.

Kantor Australia di Kiribati menyatakan pada 18 Agustus bahwa Komisaris Tinggi Australia saat ini, Bruce Cowled tidak pernah menghadiri upacara serupa.

Constantine Panayiotou, atase militer Amerika Serikat  di Kiribati mengatakan, sulit untuk  membayangkan bahwa duta besar mana pun untuk negara mana pun dapat menerima upacara penyambutan dengan berjalan di atas punggung anak-anak, maupun orang dewasa.

Panayiotou selain mengejek komunis Tiongkok juga berterima kasih kepada Dubesnya yang membukakan matanya untuk mengenal lebih jauh sifat dasar komunis Tiongkok.

Tang Songgen ditunjuk sebagai duta besar untuk Kiribati pada bulan Maret 2020 lalu. Dia mengeluarkan pernyataan pada awal bulan Agustus yang mengatakan bahwa ketika dia membawa tim dari kedutaan untuk mengunjungi tiga pulau terpencil termasuk Marakei, dia menerima “sambutan hangat” tersebut.

Kiribati terdiri dari tiga kepulauan yang pernah menjadi jajahan Inggris, memiliki wilayah maritim yang setara dengan India, dan menempati posisi strategis penting dalam persaingan Amerika Serikat dengan Tiongkok saat ini.

Tahun lalu, Presiden Kiribati tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan yang sudah terjalin selama 17 tahun, karena memilih bergabung dengan pemerintah komunis Tiongkok. 

Hal ini menyebabkan Amerika Serikat khawatir tentang pembangunan fasilitas militer dan sipil  komunis Tiongkok di pulau terbesar Kiribati, yakni Pulau Christmas, yang hanya berjarak 2.000 km dari pangkalan Armada Pasifik Amerika Serikat  di Hawaii. 

Saat ini, Kiribati sedang bekerja sama dengan sebuah perusahaan Tiongkok untuk bersama-sama mengembangkan fasilitas perikanan di Pulau Christmas. Namun, Presiden Taneti Maamau secara terbuka menyatakan pada awal bulan Agustus 2020, bahwa dirinya tidak bermaksud untuk mengizinkan komunis Tiongkok membangun pangkalan militer di Pulau Christmas. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular