Ntdtv.com- Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ottagos mengeluarkan pernyataan pada hari Rabu 19 Agustus 2020 lalu, mengumumkan tiga langkah terbaru untuk menanggapi implementasi Komunis Tiongkok dari Hukum Keamanan Nasional di Hong Kong.

Pernyataan tersebut pertama-tama menegaskan kembali bahwa setelah Komunis Tiongkok dengan keras melanggar “Deklarasi Bersama Tiongkok-Inggris” dan menahan otonomi tingkat tinggi Hong Kong, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjelaskan bahwa ia akan memperlakukan Hong Kong dalam pendekatan “satu negara, satu sistem”. 

Amerika Serikat juga telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk menangguhkan atau mengakhiri perlakuan istimewa Amerika Serikat terhadap Hong Kong.

Sebagai bagian dari serangkaian tindakan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberitahu otoritas HongKong pada 19 Agustus untuk menangguhkan atau mengakhiri tiga perjanjian bilateral.

Isi perjanjian tersebut meliputi: pemindahan pelanggar buronan; pemindahan terpidana; dan pembebasan bersama pendapatan dari pengiriman internasional.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo juga mengunggah tweeted yang menekankan  alasan mengapa Amerika Serikat menangguhkan atau mengakhiri tiga perjanjian bilateral  dengan Hong Kong, yakni karena komunis Tiongkok menekan kebebasan dan otonomi rakyat Hong Kong.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengambil sejumlah tindakan pencegahan terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong, termasuk mengakhiri status ekonomi khusus Hong Kong dan menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat Tiongkok dan Hong Kong termasuk Carrie Lam. 

Reporter NTD Qiao An laporan komprehensif

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular