Erabaru.net. Dalam putusan penting yang akan menjadi preseden untuk persidangan serupa di masa depan, Mahkamah Agung Italia memutuskan untuk menolak banding seorang pria berusia 35 tahun yang masih mengharapkan bantuan keuangan dari orangtuanya.

Putusan hukum bersejarah menandai akhir dari kasus lima tahun di mana pria dewasa, seorang guru musik paruh waktu yang memperoleh penghasilan tahunan sebesar 20.000 euro (sekitar Rp 348 juta) tetap meminta bantuan keuangan dari orangtuanya.

Dalam putusan awal, hakim Tuscany awalnya memutuskan orangtuanya untuk memberinya tunjangan bulanan sebesar 300 euro (sekitar Rp 5 juta), keputusan yang kemudian dibatalkan oleh pengadilan banding, dan minggu lalu oleh Mahkamah Agung Italia.

Hakim memutuskan bahwa dukungan keuangan orang yang sudah berusia 35 tahun tidak dapat diharapkan untuk terus berlanjut.

(Foto: Pixabay)

“Mengurangi ambisi masa remajanya, ‘anak yang sudah dewasa’ pasti akan menemukan cara untuk menghidupi dirinya sendiri” tulis hakim Maria Cristina Giancola, yang mengetuai panel juri. “Anak (dewasa) bagaimanapun juga harus secara aktif mencari pekerjaan untuk memastikan mata pencaharian mandiri.”

Giancola menunjukkan bahwa kesulitan dalam menemukan pekerjaan yang memenuhi harapan profesional tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk bertindak sebagai beban keuangan bagi orangtua, menambahkan bahwa kecuali memiliki gangguan fisik atau mental, orang tua tidak berkewajiban untuk membantu keuangan anak-anak dewasa.

Keputusan tersebut diperkirakan akan sangat mempengaruhi sebagian besar masyarakat Italia, karena fenomena yang dijelaskan di atas begitu meluas di negara Eropa bahkan ada istilah untuk menggambarkan apa yang disebut bayi dewasa yang terus hidup bersama dan bergantung pada orangtuanya mencapai usia tiga puluhan.

(Foto: Pixabay)

“Italia bukan satu-satunya negara yang mengalami permintaan ini dari anak-anak dewasa, tetapi jelas merupakan yang terburuk,” kata Gian Ettore Gassani, kepala Asosiasi Pengacara Perkawinan Italia, kepada CNN. “Kaum muda Italia harus lebih berani, harus menemukan kemauan untuk mengambil risiko, tapi itu sulit jika ibumu terus membawakanmu secangkir kopi ke tempat tidur setiap pagi.”

Keputusan yang disambut baik itu diharapkan memaksa kaum muda untuk akhirnya “berjalan dengan kaki mereka sendiri”. (yn)

Sumber: odditycentral

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular