Pada tanggal 31 Juli, Partai Komunis Tiongkok mengumumkan enam pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong yang telah melarikan diri ke luar negeri. Pada hari yang sama, Jerman mengumumkan pembatalan perjanjian ekstradisi Jerman dengan Hong Kong. 

Sebelumnya, Inggris, Amerika Serikat dan Kanada semuanya telah menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong. Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Partai Komunis Tiongkok menjadi semakin sombong. Menjadi semakin agresif dan tidak diragukan lagi menjadi semakin berkuasa, tetapi juga semakin tidak bersahabat. Uni Eropa akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk menjadi pusat usaha yang saling bekerja sama.

Pada  2 Agustus, kepala Kementerian Luar Negeri Swiss, Ignazio Cassis, juga menunjukkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok  meningkat. Tiongkok menyimpang dari jalur keterbukaan. Ignazio Cassis menegaskan bahwa jika Tiongkok tetap bersikeras dengan jalur barunya, maka dunia Barat akan bereaksi semakin meyakinkan.

Pada tanggal 3 Agustus, Menteri Luar Negeri Prancis menyatakan untuk menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong.

Pada tanggal 4 Agustus, Mike Pompeo mengunggah di Twitter dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat mengutuk upaya Partai Komunis Tiongkok mengusut pembela pro-demokrasi di luar Tiongkok, mencakup Amerika Serikat. Pompeo menegaskan, dia membela kebebasan. Amerika Serikat dan negara-negara bebas lainnya akan terus melindungi rakyat dari jangkauan otoriter Beijing.

Berikut ini komentar Frank Gaffney mantan asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk kebijakan keamanan internasional selama pemerintahan Reagan pada tahun 1980-an. Kini  Frank Gaffney bertugas sebagai wakil ketua Komite Bahaya Masa Kini: Tiongkok. Ia juga adalah pendiri dan Presiden Pusat Kebijakan Keamanan sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Washington.

Halo Frank. Sangat senang anda hadir di sini.

Senang bersama anda di sini. Terima kasih banyak telah mengundang saya hadir di sini.

Kita tahu bahwa Tiongkok adalah topik yang sangat penting saat ini dengan apa yang terjadi. Bagaimana pendekatan Amerika Serikat baru-baru ini pemerintahan saat ini terhadap Tiongkok berbeda dengan pemerintahan sebelumnya? Apa tujuan akhir strategi Amerika Serikat yang baru ini?

Pelawak Amerika Serikat yang terkenal Mark Twain pernah mengatakan ada perbedaan antara petir dengan kunang-kunang. Itu adalah berbeda di seluruh dunia. Di bawah pemerintahan saat ini yang berlawanan dengan semua lawannya, yang saya pikir adalah sangat mencolok mengenai sifat  Partai Komunis Tiongkok. 

Perang yang telah dikobarkan Partai Komunis Tiongkok melawan Amerika Serikat, yang disebut Perang Tanpa Batas yang terdapat dalam buku pedoman Partai Komunis Tiongkok. 

Sebenarnya presiden saat ini mengambil langkah-langkah untuk mendorong kembali dan melawan berbagai serangan dan menghukum Partai Komunis Tiongkok karena melawan Amerika Serikat. 

Setiap pemerintahan sebelumnya hanya melihat-lihat cara lain atau yang dalam beberapa hal sebenarnya membantu mengembangkan sifat Partai Komunis Tiongkok dan bertunangan dengan Partai Komunis Tiongkok. 

Jadi saya pikir ini adalah perkembangan yang sangat diharapkandan untuk tujuan akhirnya adalah saya secara pribadi yakin tidak ada cara lain yang sebenarnya untuk membuat perbedaan. kecuali dengan runtuhnya Partai Komunis Tiongkok.

Gelombang yang cenderung menentang Huawei di mana negara-negara hanya mengizinkan vendor-vendor yang terpercaya dalam jaringan 5G negara-negara tersebut menurut Mike Pompeo sejak Amerika Serikat tampak berhasil dengan program jaringannya yang bersih dan baru itu di mana sejumlah negara Eropa menolak Huawei. 

Menurut anda, pesan apa yang dikirimkan oleh pendekatan Mike Pompeo dan pemerintah Amerika Serikat kepada Tiongkok? Apakah ini belum pernah terjadi sebelumnya?

Saya pikir hal penting untuk dipahami adalah bukan hanya Mike Pompeo yang mengirimkan sebuah pesan yang sangat penting kepada Beijing, juga adalah penasihat presiden di bidang keamanan nasional Robert O’brien, Direktur FBI Christopher Wray, Jaksa Agung Willian Barr dan tentu saja Wakil Presiden Pence dan yang terutama adalah Presiden Trump. 

Mereka telah berkomunikasi dengan sangat kuat. Pesan yang sangat singkat namun sangat penting bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah musuh Amerika Serikat. Saya katakan apa yang mereka katakan adalah sangat dapat dipercaya dan saya pikir hal tersebut dapat mengguncang Beijing. 

Partai Komunis Tiongkok sendiri belum pernah mendengar retorika semacam itu dari pera pejabat pemerintah Amerika Serikat paling tidak sejak pemerintahan Nixon dan saya pikir hal ini mudah-mudahan akan mendefinisikan hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok sepanjang Tiongkok salah diurus oleh Partai Komunis Tiongkok. Tetapi juga menghormati pemilu yang akan datang, karena saya pikir dapat dikatakan pemilu tersebut benar-benar adalah pilihan tunggal yang sangat penting. Rakyat Amerika Serikat harus menentukan apa yang diinginkannya, untuk berbisnis seperti biasa. Apakah rakyat Amerika Serikat ingin tetap ada negara Amerika Serikat yang kuat, berani dan berdaulat? Saat ini ada ancaman terhadap kebebasan. 

Terima kasih, Frank. Senang anda hadir di sini.

Share

Video Popular