Tindakan Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping yang agresif sebenarnya membantu Mike Pompeo dalam membujuk banyak negara untuk mendukung Amerika Serikat. Salah satunya adalah India. 

Strategi Indo-Pasifik diperkenalkan segera Presiden Trump menjabat. Strategi Indo-Pasifik membantu  meningkatkan status India di mata internasional guna menghadapi Partai Komunis Tiongkok, tetapi India tidak ingin menyinggung perasaan Tiongkok saat itu, sehingga India menggunakan siasat untuk menyenangkan Amerika Serikat maupun Tiongkok. 

Namun, tidak lama, Tentara Pembebasan Rakyat menyergap tentara-tentara India sepanjang perbatasan di mana terjadi perang saling melempar batu dari kedua belah pihak. Insiden itu mengakibatkan sentimen anti-komunis di antara rakyat India dan situasi segera berubah. Orang India biasanya menggunakan produk Tiongkok yang murah, namun kini mereka melakukan boikot produk Tiongkok di seluruh India.

Pada tanggal 4 Agustus, Jepang juga menanggapi tindakan Beijing yang semakin agresif. Menteri Luar Negeri Jepang Tarō Kōno menyatakan bahwa Pasukan Beladiri Jepang akan bertindak tegas bila diperlukan saat bergabung dengan Penjaga Pantai Jepang untuk bertindak bila diperlukan dalam menanggapi aktivitas kapal-kapal polisi pantai Partai Komunis Tiongkok yang sering di pulau Dayu. Tidak lama lama kemudian dikatakan bahwa Jepang dilaporkan siap bergabung dengan sekutu intelijen Five Eyes.

Keadaan yang serupa terjadi di Laut Tiongkok Selatan. Partai Komunis Tiongkok mendesakkan Sembilan Garis Putus-putus dari batas Tiongkok hingga gerbang negara-negara lain di Laut Tiongkok Selatan.

Partai Komunis Tiongkok menggunakan kekuatan militer untuk menduduki banyak pulau dan pulau karang dan mengembangkan pangkalan militernya di sana. Tindakan yang agresif ini membuat negara-negara di Laut Tiongkok Selatan, yang mencakup Vietnam, Filipina dan Indonesia merasa gelisah. Negara-negara ini juga bergabung dalam sekutu demokrasi yang diawali oleh Amerika Serikat. 

Selain tindakan-tindakan ini, kerahasiaan Beijing terhadap wabah virus Partai Komunis Tiongkok juga membangkitkan amarah seluruh dunia. Bukannya menunjukkan penanganan wabah, Beijing mengadopsi diplomasi prajurit serigala yang menuntut seluruh dunia untuk berterima kasih kepada Partai Komunis Tiongkok. Pada saat yang sama menggeserkan tuduhan kepada Amerika Serikat dengan menuduh militer Amerika Serikat menyebarkan virus tersebut. 

Beijing juga memaksakan hukum keamanan nasional di Hong Kong yang melanggar perjanjian internasional yang ditandatanganinya bersama dengan Inggris dan menghapus kebijakan ‘Satu Negara, Dua Sistem.’ 

Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan sifat Partai Komunis Tiongkok yang menipu, Partai Komunis Tiongkok juga mengakibatkan banyak negara menderita dengan berbagai tingkat kerugian dalam berinvestasi di Hong Kong.

Share

Video Popular