Ntdtv.com- Menurut laporan, pihak berwenang Amerika Serikat  berencana  melepaskan lebih dari 750 juta nyamuk hasil rekayasa genetika di Florida. Nyamuk ini dapat menyebabkan jentik nyamuk mati secara otomatis.

Pihak berwenang Amerika Serikat  menyatakan bahwa rencana itu akan dilaksanakan mulai 2021 dan terutama akan digunakan untuk membasmi Aedes aegypti lokal, yang membawa virus mematikan, dan mengendalikan penyebaran demam berdarah dan wabah lainnya.

Rencana pelepasan nyamuk disetujui oleh badan pengatur federal. Nyamuk yang dilepaskan adalah nyamuk jantan hasil rekayasa genetika yang dibudidayakan oleh Oxitec Biotechnology Company, Nyamuk jantan memakan nektar dan tidak membawa virus atau menggigit manusia.

Para ahli secara genetik mengubah protein pada nyamuk jantan, sehingga keturunan yang dihasilkan oleh nyamuk betina di alam akan mati pada tahap larva, sehingga secara teoritis mengurangi jumlah nyamuk.

Meskipun ilmuwan perusahaan mengklaim bahwa nyamuk yang bermutasi secara genetik tersebut telah dilepaskan di Brasil dan Kepulauan Cayman, dan tingkat eliminasi nyamuk telah mencapai 95%, dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi lingkungan dan manusia, beberapa orang khawatir tentang pelepasan skala besar dari nyamuk hasil rekayasa genetika. 

Pakar penyakit Universitas Indiana Amerika Serikat, Max Moreno mengatakan bahwa suatu ekosistem melibatkan banyak spesies, dan hasil uji laboratorium mungkin tidak sesuai dengan kenyataan.

Pertanyaan yang paling umum meliputi, “Apakah nyamuk yang dibudidayakan di laboratorium sama kompetitifnya dengan nyamuk yang tumbuh secara alami? Apakah laba-laba, katak, atau burung akan memakan nyamuk yang bermutasi secara genetik jika mereka mempengaruhi diri mereka sendiri?”

Terlepas dari potensi masalah ini, komite pengendalian nyamuk setempat akhirnya menyetujui proyek pelepasan nyamuk dengan suara 4-1. Para pendukungnya mengklaim bahwa Florida menghabiskan dana lebih dari US$ 1 juta untuk membunuh nyamuk setiap tahun, tetapi metode insektisida konvensional tidak efektif, dan nyamuk hasil rekayasa genetika mungkin dapat memecahkan masalah tersebut.

Laporan Komprehensif Wartawan NTD LA Li Jiayin 

hui/rp

Video Rekomendasi

Share

Video Popular