Ntdtv, oleh Zhong Gusheng- Komunis Tiongkok selama bertahun-tahun telah mengandalkan bakat teknologi luar negeri yang diiming-imingi dengan gaji tinggi untuk mencuri teknologi asing. 

Dan, ‘1000 Talenta’ itu adalah proyek yang menargetkan Amerika Serikat, alias proyek yang merekrut orang-orang berbakat di Amerika Serikat. Namun, laporan penelitian Australia baru-baru ini mengungkapkan, bahwa komunis Tiongkok telah mendirikan setidaknya 600 stasiun jaringan  perekrutan talenta di seluruh dunia, dan kompleksitas dari jaringan perekrutan tersebut jauh melebihi perkiraan negara-negara Barat sebelumnya.

Dalam laporan yang dirilis Australian Strategic Policy Institute. ASPI atau Institut Kebijakan Strategis Australia  pada 20 Agustus, Alex Joske, analis institut tersebut mengungkapkan bahwa komunis Tiongkok mulai mendirikan stasiun perekrutan bakat di luar negeri sejak tahun 2006 atau bahkan lebih awal. Tingkat pertumbuhan stasiun perekrutan telah meningkat secara signifikan dalam 2 tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 115 stasiun pada tahun 2018 saja.

Saat ini, jumlah stasiun perekrutan bakat luar negeri komunis Tiongkok telah melebihi 600 unit. Diantaranya, Amerika Serikat memiliki jumlah stasiun perekrutan terbanyak, dengan total 146 unit. Disusul Jerman, Australia, Inggris, Kanada, Jepang dan Prancis.

Laporan tersebut mengatakan bahwa stasiun yang berhasil merekrut seorang bakat luar negeri, dapat menerima hingga RMB. 200.000 sebagai imbalan dari Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok atau pemerintah daerah, dan menerima dana operasi sebesar RMB. 150.000 setiap tahunnya.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa stasiun perekrutan, biasanya dioperasikan oleh organisasi lokal di negara asing, termasuk asosiasi sesama daerah, asosiasi bisnis, organisasi profesional, asosiasi alumni, transfer teknologi dan perusahaan pendidikan, Asosiasi Pelajar dan Cendekiawan Tiongkok (CSSA). Organisasi-organisasi ini biasanya sudah memiliki kontrak kerja sama selama beberapa tahun dengan pihak Tiongkok.

Beberapa dari organisasi ini didirikan dengan dukungan dari Administrasi Negara Urusan Ahli Luar Negeri dan Departemen Pekerjaan Front Bersatu Partai Komunis Tiongkok. Kabarnya, Institut Konfusius di Dublin, Irlandia, juga memiliki fungsi perekrutan bakat.

Menurut laporan tersebut, militer Tiongkok juga menggunakan jaringan perekrutan bakat ini untuk menarik bakat luar negeri. Beberapa perusahaan Tiongkok juga mendirikan stasiun perekrutan di luar negeri.

Komunis Tiongkok dalam rencana perekrutan bakat ‘1.000 Talenta’ telah menarik perhatian tinggi dari usaha melawan spionase ekonomi dari negara-negara Barat, dan telah menjadi target investigasi utama FBI Amerika Serikat. 

Untuk tujuan ini, komunis Tiongkok mengambil keputusan untuk menghapus istilah perekrutan ‘1.000 Talenta’ dari jaringan Internet, menginstruksi institusi untuk menggunakan metode perekrutan yang lebih tertutup.

Laporan di atas secara khusus menekankan bahwa perekrutan talenta luar negeri oleh pemerintah daerah di semua tingkatan Partai Komunis Tiongkok sering diabaikan. Namun kenyataannya, aktivitas rekrutmen tingkat lokal ini bisa mencapai 80% lebih dari total proyek perekrutan bakat luar negeri. Sedangkan jumlah ilmuwan luar negeri yang diperkenalkan adalah 7 kali lipat dari proyek tingkat nasional.

Laporan tersebut menjelaskan dengan mengambil contoh dari kasus mantan karyawan etnis Tionghoa-Amerika bernama Cao Guangzhi, yang digugat oleh Tesla pada bulan Maret 2019. Ia bersama 3 orang temannya telah mendirikan ‘Asosiasi Doktor Wenzhou di AS’ untuk membantu Departemen Front Persatuan Wenzhou Partai Komunis Tiongkok, merekrut  colon-calon berbakat di Amerika Serikat. Asosiasi tersebut berhasil merekrut lebih dari seratus orang talenta untuk dikirim ke kota Wenzhou dalam beberapa tahun, termasuk Lin Jianhai, mantan sekretaris jenderal Dana Moneter Internasional, banyak insinyur dari perusahaan seperti Google, Amazon, IBM, Motorola, Harvard, sarjana Universitas Yale, dan 6 orang pegawai pemerintah Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, yang terlibat dalam program perekrutan ‘1.000 talenta’ asing itu tidak tergolong ilegal, tetapi menurut peraturan, peserta harus mengungkapkan hubungan ini saat mengajukan permohonan pendanaan untuk program yang didanai oleh pembayar pajak AS. 

Pemerintah AS mengajukan tuntutan hukum, karena program perekrutan bakat komunis Tiongkok sering kali mendorong peserta untuk mencuri hak kekayaan intelektual. Sementara beberapa ilmuwan bekerja di lembaga penelitian ilmiah AS, mereka juga mendirikan laboratorium bayangan di daratan Tiongkok untuk mentransfer hasil penelitian ilmiah yang dicuri dari AS.

Dalam 2 tahun terakhir, banyak sarjana Tionghoa Amerika yang berpartisipasi dalam program rekrutmen bakat komunis Tiongkok telah diperiksa oleh FBI, atau diberhentikan oleh majikan mereka, bahkan kasusnya diajukan ke pengadilan. (sin/asr)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular