Epochtimes, Cai Rong- Dokumen dari Pengadilan Federal New Jersey, AS, menunjukkan bahwa seorang bernama Hao Qin, berusia 33 tahun, menjabat sebagai administrasi senior pada sebuah atau lebih dari perusahaan farmasi dan kimia di Tiongkok, itu ketika dia melakukan penyelundupan ke AS. Dari Maret 2012 hingga 2013, Qin Hao dan sejumlah kaki tangannya, menyelundupkan lebih dari 500 kg barang yang dikendalikan dari perusahaan tempat dia bekerja ke Amerika Serikat untuk didistribusikan. Namun, dokumen pengadilan tidak mengungkapkan nama perusahaan tempat Qin Hao bekerja.

Barang terkontrol yang diselundupkan Qin Hao adalah analog fentanyl, yang merupakan obat opioid sintetis yang paling banyak digunakan, fentanyl jauh lebih efektif dari heroin dan dikenal sebagai “morfin seratus kali lipat”.

Jaksa penuntut mengatakan dalam dakwaan bahwa sekitar April 2013, Qin Hao dan asistennya CC-2 melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan CW. Tujuannya guna membahas pembentukan usaha patungan dan menggunakan hasil transaksi obat terlarang mereka untuk berinvestasi di real estate.

Sebelum kerja sama, Qin Hao setuju memberi CW bahan kimia sintetis dalam bentuk “pinjaman” atau “kredit”. Karena Qin Hao telah mengirimkan puluhan kilogram bahan kimia ke CW antara 2013 dan 2014, sehingga CW berhutang pada Qin Hao sebesar  578.350 dolar AS.

Sekitar Juli dan Agustus 2016, CW berkomunikasi dengan eksekutif lainnya di perusahaan Qin Hao melalui Skype untuk membeli fentanyl dan sejenisnya. Sekitar setengah bulan kemudian, eksekutif itu mengirim sampel gratis ke CW. Sementara itu, agen Badan Penegakan Narkoba Federal mendeteksi furanyl fentanyl dan 4-FIBF (analog fentanyl lain) di dalam paket. Penjual memberikan rekening bank 2 dari sebuah perusahaan manufaktur kimia di Tiongkok, itu sebagai rekening pembayaran untuk pembelian obat di masa mendatang dari Amerika Serikat.

Dalam dua hingga tiga minggu setelah 15 November 2018, Qin Hao menghubungi CW melalui WeChat dan meminta CW untuk mengembalikan hutang obat sebelumnya ke rekening bank 2 Tiongkok (idem dengan rekening bank 2 di atas). 

Sekitar 28 Maret 2019, Qin Hao membuka rekening bank baru atas namanya di sebuah bank di Amerika Serikat dan meminta CW untuk mentransfer uang ke rekening ini.

Dari 25 April hingga 14 Mei 2019, CW dan Qin Hao membahas perihal pembelian sampel yang diduga Anafavil, yang merupakan analog dari “Viagra”. Qin Hao mengatakan bahwa hanya sample saja berharga $ 1.780, dan meminta uang itu ditransfer ke rekening banknya di Amerika Serikat.

Qin Hao kemudian ditangkap polisi setelah mendarat di Bandara Internasional Los Angeles pada 21 Mei 2019. Qin Hao mengaku bersalah pada 19 Agustus 2020 lalu.

Jaksa penuntut mengatakan, bahwa persekongkolan mengimpor analog dari zat yang dikendalikan dapat dijatuhi hukuman hingga 20 tahun penjara dan denda 1 juta dolar AS. Sementara itu, persekongkolan dalam pencucian uang internasional dapat dihukum dengan maksimal 20 tahun penjara dan denda 500.000 dolar AS. Namun demikian, menurut kesepakatan pengakuan bersalah, Qin Hao mungkin akan dijatuhi hukuman tidak lebih dari 2 tahun penjara. 

(Jon/asr)

Editor : Li Yue

Video Rekomendasi

Share

Video Popular