Simone Gao – China Angle Zooming In 

Baru-baru ini pemerintahan Donald Trump menunjukkan kepuasannya terhadap bagaimana Tiongkok berbelanja produk pertanian Amerika Serikat. Namun, minggu lalu Presiden Donald Trump menunda pembicaraan tinjauan yang direncanakan itu oleh kedua belah pihak atas kesepakatan dagang dengan mengatakan saya tidak ingin berbicara dengan Tiongkok saat ini. 

Apakah Presiden Donald Trump masih menginginkan sebuah kesepakatan dagang dengan Tiongkok? Apakah kesepakatan dagang tersebut adalah sebuah obat yang bagus untuk hubungan dagang yang tidak seimbang dengan Tiongkok atau apakah kesepakatan dagang tersebut mempermudah integrasi lebih lanjut dengan Tiongkok yang pada akhirnya melukai rakyat Amerika Serikat. 

Mari kita mulai penyelidikan hari ini dengan mendengar kata-kata dari Larry Kudlow, penasihat ekonomi nasional di pemerintahan Donald Trump. 

Pada acara wawancara lainnya dengan Fox News, Larry Kudlow mengatakan Tiongkok telah membeli banyak produk pertanian daripada yang pernah kita lihat sebelumnya. Pada tahun 2017, tahun puncak belanja Tiongkok untuk produk pertanian Amerika Serikat, Tiongkok menguasai 20% impor pertanian secara keseluruhan.

Tahun ini angka tersebut melonjak hingga 40%-45%. Namun, bahkan bila Tiongkok dapat membeli cukup kacang kedelai, jagung atau daging babi untuk memenuhi janjinya di bidang pertanian, Tiongkok cenderung tidak membeli cukup minyak dan gas untuk memenuhi janjinya di bidang energi. 

Permintaan pesawat terbang juga menurun terkait dengan menurunnya perjalanan. Namun, Presiden Donald Trump dan Duta Besar Lighthizer senang dengan kemajuan sejauh ini. Itulah sebabnya Presiden Donald Trump mentweet kesepakatan dagang tersebut adalah utuh. 

Namun, minggu lalu, Presiden Donald Trump menunda tinjauan kesepakatan dagang yang telah dijadwalkan untuk dibicarakan oleh kedua belah pihak. Presiden Donald Trump hanya mengatakan saya tidak ingin berbicara dengan Tiongkok saat ini. Apa yang membuat Presiden Donald Trump tidak ingin berbicara dengan Tiongkok saat ini? Kami tidak tahu pasti. Apa yang kami ketahui adalah di salah satu sisi Tiongkok menggenjot belanja produk pertanian Amerika Serikat, di sisi lain, Tiongkok masih tetap mencuri kekayaan intelektual Amerika Serikat dan perkembangan terbaru adalah Tiongkok berupaya keras untuk berkompromi dengan tawaran pemilihan umum tahun 2020 bagi Donald Trump. 

Sejak bulan Juni, akun-akun media sosial palsu membentuk sebuah jaringan spam pro-Partai Komunis Tiongkok menyerukan “Spamouflage Dragon” memposting video-video berbahasa Inggris yang menyerang pemerintahan Donald Trump dan kebijakan luar negerinya. 

Share

Video Popular