Epochtimes, oleh Xu Jian- Persaingan di bidang militer antara komunis Tiongkok dengan Amerika Serikat semakin ketat. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper pada 24 Agustus menulis sebuah artikel yang berisikan peringatan bahwa dunia telah memasuki era baru persaingan kekuatan senjata antara kedua sistem. Sistem yang pertama adalah tatanan internasional Barat yang bebas dan terbuka, yang lainnya adalah sistem otoriter Partai Komunis Tiongkok.

Mark Esper  melakukan perjalanan ke Hawaii, Palau, dan Guam untuk bertemu dengan pejabat mitra dan pemimpin senior lainnya dari negara-negara di wilayah tersebut.

“Dunia telah memasuki era baru persaingan kekuatan senjata antara kedua sistem”

Mark Esper menerbitkan artikel bertanda tangan yang berjudul ‘Pentagon Sudah Siap untuk Menghadapi Tiongkok (Partai Komunis Tiongkok)’ di Wall Street Journal pada 24 Agustus.

Artikel menyebutkan bahwa ketika Partai Komunis Tiongkok merayakan ulang tahun ke-93 berdirinya Angkatan Perang pada 1 Agustus, Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok kembali menyerukan untuk menjadikan militer Tiongkok kelas nomor 1 dunia dan mampu untuk lebih memajukan agenda partai (komunis Tiongkok) di luar negeri.

“Pidatonya jelas mengingatkan kita bahwa kita telah memasuki era baru persaingan global antara tatanan internasional yang bebas dan terbuka dengan sistem otoriter Beijing,” kata Esper.

Militer komunis Tiongkok tidak melayani rakyat tetapi melayani partai

Lebih jauh artikel tersebut mengatakan bahwa militer yang dimiliki komunis Tiongkok berbeda dengan militer Amerika Serikat yang melayani negara. Militer Tiongkok adalah melayani Partai Komunis Tiongkok.

Sebuah kekuatan bersenjata digunakan oleh Partai Komunis Tiongkok untuk mewujudkan ambisi sistem internasional yang sepihak. Itu jelas merupakan sistem internasional yang kontradiktif dengan kebijakan atau merugikan kepentingan ekonomi dan diplomatik yang dikehendaki selain Amerika Serikat juga negara sekutunya.

Masyarakat Barat harus mengekang perkembangan militer komunis Tiongkok

Mark Esper menilai, mengingat hal di atas, ketika militer komunis Tiongkok minta kepada negara lain untuk ikut bergabung, berpartisipasi dalam pelatihan, teknologi dan lainnya, semua negara yang berharap melalui ketertiban yang bebas dan terbuka untuk membawa negaranya menuju kemakmuran dan keamanan, perlu berpikir dan berpikir lebih seksama sebelum mengambil keputusan.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa dunia Barat harus melakukan penelitian yang mendalam berkaitan dengan modernisasi militer Partai Komunis Tiongkok, dan bersiap untuk menghadapinya. Sama seperti Amerika Serikat dan negara Barat mempelajari dan menanggapi angkatan bersenjata Uni Soviet pada abad ke-20.

Militer komunis Tiongkok secara terbuka mengumumkan bahwa mereka akan menyelesaikan modernisasi militernya pada tahun 2035 dan membangun tentara kelas dunia pada tahun 2049. 

Rencana modernisasi yang komprehensif militer komunis Tiongkok itu, mencakup persenjataan rudal konvensional yang kuat dan sebuah kekuatan canggih yang mampu berperang di bidang siber, luar angkasa, dan elektronik. Disamping itu juga termasuk penyebaran kecerdasan buatan untuk memperkuat kontrol otoriter atas rakyatnya.

Kementerian AS membuat tanggapan menyeluruh terhadap tantangan komunis Tiongkok

Artikel itu juga menyebutkan bahwa penekanan komunis Tiongkok pada indoktrinasi, modernisasi, dan penguatan kendali militer menunjukkan bahwa para pemimpin partai menganggap militer sebagai inti dari pencapaian tujuan mereka. 

Hal yang paling penting dari tujuan ini adalah untuk membentuk kembali tatanan internasional, merusak aturan yang diakui secara global, dan pada saat yang sama menormalkan otoritarianisme, dan membantu Partai Komunis Tiongkok untuk memaksa negara lain menciptakan kondisi dan merusak kedaulatan mereka.

Tindakan Partai Komunis Tiongkok itu mendesak Kementerian Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat tanggapan yang komprehensif dan mempercepat implementasi Laporan Strategi Pertahanan Nasional. 

Laporan Strategi Pertahanan Nasional itu memandu Amerika Serikat untuk menyesuaikan dan memodernisasi angkatan bersenjatanya, dan menetapkan Partai Komunis Tiongkok sebagai target utama persaingan persenjataan Amerika.

Militer AS membendung komunis Tiongkok dari 3 aspek

Mark Esper membahas bagaimana militer Amerika Serikat  membendung ekspansi kekuatan militer komunis Tiongkok dari 3 aspek. 

Aspek pertama memiliki kekuatan yang mampu bersaing, menangkal, dan menang di bidang laut, darat, udara, luar angkasa, dan dunia maya.

Pentagon saat ini berinvestasi dalam kemampuan konvensional yang canggih dan teknologi yang mengubah permainan, seperti senjata hipersonik, komunikasi 5G, pertahanan udara terintegrasi dan pertahanan rudal, serta kecerdasan buatan. Semua itu akan penting bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan keunggulannya hingga beberapa dekade mendatang.

Aspek kedua adalah memperluas dan memperkuat jaringan kerja sama dengan negara-negara sekutu dan mitra Amerika Serikat yang dapat memberikan keuntungan asimetris yang tidak dapat ditandingi oleh para pesaingnya.

Aspek ketiga adalah membangun jaringan yang lebih luas dari mitra yang mampu dan berpikiran sama. Misalnya, Amerika Serikat memberikan bantuan sekitar USD. 394 juta untuk meningkatkan kemampuan maritim sekutu dan mitra di kawasan Indo-Pasifik.

Lebih jauh Mark Esper mengatakan bahwa, tidak seperti komunis Tiongkok, Amerika Serikat mendukung sistem global yang bebas dan terbuka di mana semua negara dapat mencapai kemakmuran berdasarkan nilai-nilai bersama dan aturan serta norma yang telah lama ada.

Akhirnya Mark Esper menyerukan kepada negara-negara yang menghargai kebebasan, hak asasi manusia, dan aturan hukum untuk bersatu padu menghadapi tindakan agresif militer komunis Tiongkok dalam merongrong kedaulatan negara. (sin/rp)

Video Rekomendasi

Share

Video Popular