Erabaru.net. Pemerintah melaporkan penambahan pasien  terkonfirmasi positif corona dengan 3.308 kasus baru pada Sabtu (29/08/2020). Sehingga jumlah kumulatif kini ada 169.195 kasus. Sedangkan kasus aktif secara nasional berada di angka 39.132.

Namun demikian, angka kesembuhan yang dilaporkan sebanyak 1.902 kasus. Total kasus sembuh sejauh ini sudah mencapai 122.802 kasus. Adapun kasus kematian bertambah sebanyak 92 kasus dan kumulatifnya mencapai 7.261 kasus.

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

DKI Jakarta mencatatkan 599 kasus sembuh dengan total mencapai 29.768 kasus. Kasus tambahan dengan 861 kasus terkonfirmasi dan kumulatifnya mencapai 37.943 kasus. Angka kematian dengan penambahan 18 kasus sehingga total mencapai 1.174 kasus.

Sedangkan Jawa Timur dengan tambahan 305 kasus sembuh dan totalnya mencapai 25.533 kasus. Untuk kasus baru, tambahan di Jawa Timur dengan 641 kasus baru dan total 32.754 kasus. Adapun angka kematian tembus 2.323 kasus dengan tambahan 21 kasus.

Lalu Jawa Barat dengan tambahan harian sebanyak 287 kasus dan kumulatifnya mencapai 10.815 kasus dengan kasus sembuh 6.072 kasus. Angka kematian secara kumulatif 265 kasus.

Di Jawa Tengah dengan penambahan kasus baru 180 konfirmasi positif sehingga total keseluruhan 13.647 kasus. Jumlah kasus sembuh yang dilaporkan secara total 8.791 kasus. Angka kematian secara keseluruhan 975 kasus dengan tambahan 10 kasus.

Secara keseluruhan jumlah spesimen yang selesai diperiksa secara kumulatif 2,198,403 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa secara kumulatif 1,271,301 orang. Kasus suspek berjumlah 76,252 orang.  

Kasus Corona dilaporkan masih terjadi di 34 provinsi seluruh Indonesia dan tambahan 1 daerah lagi menjadi 487 Kabupaten/Kota. (asr)

Catatan : Pandemi global yang terjadi saat ini akibat dari virus Komunis Tiongkok yang menyebabkan penyakit pneumonia Wuhan atau coronavirus (COVID-19). Penyebutan Virus Komunis Tiongkok dilakukan sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab kepada rezim komunis Tiongkok yang sejak awal berusaha menutupi wabah mematikan tersebut. Lebih miris lagi, menggunakan tangan besi untuk membungkam yang mengungkap fakta penyebaran virus itu. Oleh karena itu sangat penting mengetahui lebih mendalam perbedaan antara rakyat Tiongkok atau Tionghoa dengan rezim komunis Tiongkok.

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular