oleh NTDTV.com

Sejak kembalinya Alexander Lukashenko sebagai Presiden Belarusia yang dicurigai mencurangi pemilu, demonstrasi telah memasuki minggu ketiga. Sebelum aksi protes pada tanggal 30 Agustus 2020, rakyat Belarusia telah melakukan demonstrasi besar-besaran pada tanggal 16 dan 23 Agustus 2020 lalu. Aksi itu diikuti sekitar 100.000 orang untuk berkumpul di jalan-jalan Minsk untuk berpartisipasi dalam demonstrasi terbesar di Belarus. 

Saat pawai damai pada hari Minggu 30 Agustus 2020, digelar  aksi  di Lapangan Kemerdekaan di pusat kota pada pukul 2 siang waktu setempat.

Mobil polisi anti huru hara memblokir pintu masuk dan keluar alun-alun. Aparat menempatkan kuda besi sebelum rapat umum digelar.  Pada saat yang sama, ditempatkan sejumlah kenderaan aparat lainnya.

Massa berbondong-bondong ke pusat kota dengan beberapa cara. Para demonstran membawa slogan dan bendera merah putih Belarusia yang bersejarah. Banyak orang juga membawa anak-anak mereka. Kendaraan yang lewat membunyikan klakson untuk menunjukkan dukungan mereka. Para wanita berpartisipasi dalam pawai dengan senyuman, bunga, dan balon, yang menjadi ciri khas berbeda dari kegiatan di belahan dunia lain.

Media lokal memposting video truk meriam air yang sedang melaju ke tempat aksi massa. Pasukan bersenjata dengan tameng menduduki posisi di sekitar tugu peringatan perang untuk mencegah perjalanan pawai, yang selalu menjadi titik temu bagi para demonstran di negara itu.

Reporter AFP menyaksikan polisi juga mengelilingi titik pertemuan populer lainnya, Lapangan Oktober, ketika ratusan massa berkumpul.

Kantor Berita Rusia (RIA) mengutip informasi yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri Belarusia dan menunjukkan bahwa polisi menciduk 125 orang di Minsk.

Sebelum demonstrasi, pihak berwenang Belarusia mencabut kartu pers dari banyak media asing pada tanggal 29 Agustus 2020. Media yang terkena dampak termasuk BBC, Reuters, dan AFP. Langkah pihak berwenang ini dianggap langkah putus asa oleh diktator Lukashenko untuk terus menekan kebebasan pers.

Pada hari yang sama, Kedutaan Besar AS di Minsk mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang “pemblokiran situs web oleh pemerintah Belarusia, penangkapan warga secara sewenang-wenang, dan pembatasan kegiatan jurnalis”.   (hui/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular