NTDTV.com

Laporan arus modal internasional bulanan yang dirilis oleh Kementerian Keuangan AS pada pertengahan bulan Agustus 2020 menunjukkan bahwa pada bulan Juni, komunis Tiongkok menjual T-Bonds AS sebesar USD. 9,3 miliar. Komunis Tiongkok merupakan negara yang paling banyak menjual utang AS pada bulan itu.

Dalam situasi hubungan AS – komunis Tiongkok yang semakin tegang, komunis Tiongkok mengurangi kepemilikannya atas utang pemerintah AS itu menimbulkan perhatian publik.

Radio Free Asia mengutip pandangan para cendekiawan daratan Tiongkok memberitakan bahwa itu merupakan peringatan komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat .

Namun demikian, Frank Tian Xie, ​​seorang profesor Sekolah Bisnis Aiken, Universitas Carolina Selatan di Amerika Serikat mengatakan kepada NTDTV, bahwa itu hanyalah manifestasi dari komunis Tiongkok kekurangan devisa.

Frank Tian Xie mengatakan  Bonts yang dijual komunis Tiongkok tidak banyak. Di masa lalu, surplus perdagangan tahunan mereka dari AS bisa mencapai lebih dari USD. 300 miliar. Sebagian besar Treasury-Bonds AS bisa mereka beli. Membeli sampai ratusan miliar, tetapi yang dijual sekarang masih di bawah 10 miliar, benar-benar tidak berarti. Menurut dia, dengan kata lain, komunis Tiongkok sekarang memiliki USD. 3 triliun cadangan devisa, sedangkan yang dijual sekarang kurang dari 1%-nya, masih belum bisa dikatakan “membuang” utang pemerintah AS. 

Frank Tian Xie menuturkan, secara umum, hanya bersifat mencairkan Bonds saja. Alasannya, kira cukup sederhana, yakni komunis Tiongkok sudah tidak punya uang. Sedangkan kekurangan uang tunai dalam dolar AS”.

Sementara itu, Wu Hui-lin, seorang peneliti khusus dari Institut Riset Ekonomi Tiongkok di Taiwan juga percaya bahwa komunis Tiongkok saat ini berada dalam himpitan kesulitan dari dalam dan luar, gelembung keuangan dapat meletus sewaktu-waktu. Penjualan sebagian dari T-Bonds AS adalah untuk mendapatkan uang kontan.

Menurut Wu Hui-lin, Komunis Tiongkok sekarang berjuang untuk memperoleh uang. Masalah di dalam negeri mereka sudah sangat serius. Amerika Serikat memberikan pukulan yang sangat besar terhadap mereka dan menjatuhkan beberapa sanksi terhadap individu di Hongkong. Jadi, mereka sekarang terhimpit oleh tekanan dari internal dan eksternal. Sehingga menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan uang kontan. Tentu saja, menjual T-Bonds AS juga salah satu jalan keluar.

Komunis Tiongkok setiap tahunnya perlu menghabiskan ratusan miliar dolar untuk membeli minyak mentah, gas alam, bijih besi, suku cadang kereta berkecepatan tinggi yang penting dan  mobil, bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Ekspor ke Amerika Serikat adalah sumber dolar bagi komunis Tiongkok yang paling penting, tetapi perang dagang yang berlangsung selama lebih dari 2 tahun telah memberikan pukulan besar bagi ekspor komunis Tiongkok.

Frank Tian Xie menguraikan bahwa  penurunan jumlah ekspor belakangan ini, telah membuat komunis Tiongkok berada dalam situasi krisis keuangan. Bahkan mengalami kekurangan devisa. Cara termudah sekarang adalah mencairkan T-Bonds AS untuk mendapatkan uang tunai dolar AS.

Tian Xie menegaskan bahwa komunis Tiongkok menjual utang AS, bukan bertujuan untuk melayani perang keuangan dengan Amerika Serikat. Frank Tian Xie menuturkan, sebenarnya, ini bukan “kartu AS” untuk dimainkan. Komunis Tiongkok selain tidak memperoleh faedah sama sekali, mereka bahkan akan menghabiskan lebih banyak uang, dan mungkin menyulut kemarahan Amerika Serikat, karena upaya untuk merusak kredibilitas Treasury AS dapat menyebabkan pembalasan oleh AS. Selain itu, akan mempercepat pemisahan hubungan renminbi dengan dolar AS. Bahkan AS melarang semua lembaga keuangan Tiongkok menggunakan sirkulasi dolar AS. Jadi, komunis Tiongkok sebenarnya tidak berani melawan AS. Selama ini, mereka juga tidak pernah memainkan jurus ini. Apalagi komunis Tiongkok sekarang lebih cenderung untuk mengambil sikap mengalah akibat berbagai tekanan yang diberikan AS. Jadi, mereka tidak akan berani menggunakan “kartu” tersebut”. 

Frank Tian Xie mengatakan bahwa juga tidak mungkin nilai tukar dolar AS terdepresiasi akibat komunis Tiongkok menjual T-Bonds AS. Frank Tian Xie menuturkan : “Sebagian besar Treasury Bonds AS sebenarnya dipegang oleh rakyat Amerika Serikat. Setiap warga AS memiliki dana pensiun. Dana itu menguasai sejumlah besar T-Bonds AS. Jumlah T-Bonds AS yang diperdagangkan setiap hari, mencapai lebih dari sepuluh triliun dolar. Jadi, penjualan T-Bonds AS yang dikuasai komunis Tiongkok yang jumlahnya meskipun sampai satu triliun dolar pun, tidak akan berdampak banyak kecuali menurunkan harganya saja. Saat itu, AS tinggal membelinya. Membeli secara langsung setara dengan membayar kembali kepada komunis Tiongkok nominal T-Bonds beserta suku bunganya yang lebih tinggi. Ini justru membantu AS penghematan biaya uang. 

Laporan Kementerian Keuangan AS menunjukkan bahwa pada bulan Juni, total nilai utang AS yang dipegang investor luar negeri mencapai USD. 60,9 miliar, mengalami pertumbuhan 2 bulan berturut-turut. Di antaranya, Prancis meningkatkan kepemilikan T-Bonds AS sebesar USD. 13,7 miliar, sedangkan Jepang meningkatkan kepemilikan sebesar USD. 900 juta. Negara dan wilayah lain yang juga membeli Bonds AS termasuk India, Singapura, Belgia, dan Korea Selatan.

Meskipun komunis Tiongkok masih menjadi negara asing kedua di dunia yang memegang Treasury Bonds AS dengan jumlah sebesar USD. 1,074 triliun, kedua setelah Jepang yang sebesar USD. 1,261 triliun.

Wu Hui-lin mengatakan bahwa hingga saat ini kredibilitas dan status internasional mata uang dolar AS, masih belum tergantikan oleh mata uang lainnya. Karena itu adalah mimpi di siang bolong jika komunis Tiongkok ingin menjatuhkan nilai mata uang dolar AS dengan menjual T-Bonds yang ada di tangannya. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular