oleh Xia Yu

Pesawat khusus Israel terbang perdana menuju Abu Dhabi dalam rangka normalisasi hubungan Israel-Uni Emirat Arab. Penerbangan bersejarah ini membawa delegasi Amerika Serikat dan Israel, yang dipimpin langsung menantu Presiden Trump dan penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner serta Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O’ Brien. Sementara delegasi Israel dipimpin Meir Ben-Shabbat.

Melansir laman Al Jazeera, pesawat penerbangan komersil dengan nomor penerbangan LY971 Al Al Israel Airlines lepas landas sekitar pukul 11.21 dari Tel Aviv dan mendarat pada pukul 4 sore waktu setempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Di badan pesawat yang membawa delegasi AS dan Israel itu terpampang tulisan “Perdamaian” dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Bahasa Arab.

Kesepakatan Israel-UEA untuk menormalisasi hubungannya diumumkan secara serentak oleh Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Israel dan Uni Emirat Arab pada 13 Agustus lalu. Arab Saudi mengizinkan pesawat Israel terbang di atas wilayah udara negara-negara Arab di Teluk untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Permohonan Israel ke Arab Saudi untuk pesawat khusus yang terbang di atas wilayah udaranya telah disetujui pada 30 Agustus. Haaretz Israel melaporkan bahwa, informasi dari situs web pelacakan pesawat Flightradar24 menunjukkan bahwa sekitar 25 menit setelah penerbangan LY971 lepas landas melewati perbatasan antara Yordania dan Arab Saudi dan memasuki provinsi Al Jawf di barat laut Arab Saudi.

Sebelumnya, karena Arab Saudi tidak mengakui Israel, Flight LY971 adalah pesawat Israel pertama yang memasuki wilayah udara Saudi. 

Bloomberg melaporkan bahwa penerbangan bersejarah Israel di atas wilayah udara Saudi, mencerminkan meningkatnya keinginan negara-negara Teluk Arab untuk secara terbuka mengakui bahwa hubungan mereka dengan Israel membaik. Keinginan kedua pihak untuk mengakhiri permusuhan puluhan tahun, bersumber dari ketidaksukaan mereka yang sama terhadap Iran. Israel dan negara-negara Teluk Arab menganggap bahwa Iran merupakan ancaman keamanan nasional bagi mereka.

Israel dan Uni Emirat Arab akan membahas kerja sama ekonomi, ilmiah, perdagangan, dan budaya selama pembicaraan tersebut. Setelah tiba di Abu Dhabi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan kepada Al Arabiya, bahwa penerbangan langsung antara kedua negara juga akan menjadi agenda.

Sebelum mendarat, para delegasi sudah membuat sejarah penerbangan ketika penerbangan langsung dari Tel Aviv ke ibu kota UEA terbang di atas wilayah Saudi.

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan di Twitter: “Seperti inilah perdamaian itu.” Dia menggambarkan kesepakatan untuk menjalin hubungan resmi dengan negara-negara Arab, dan tidak mengharuskan penyerahan tanah yang diduduki Israel dalam perang Timur Tengah 1967 silam.

Para pejabat Israel berharap kunjungan dua hari itu, akan menjadi tanggal upacara penandatanganan antara Netanyahu dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan di Washington, D.C. pada awal September 2020.

Jared Kushner: Pemimpin Uni Emirat Arab dan Israel Menciptakan Perdamaian

Terkait fokus dunia luar tentang rencana Amerika Serikat untuk menjual jet tempur canggih ke UEA, Kushner mengatakan kepada wartawan di pesawat: “Hubungan militer antara Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab sangat istimewa,” dan keunggulan teknologi militer Israel akan dihormati di saat kami “mempromosikan hubungan militer kami dengan Uni Emirat Arab.”

Dia juga mengatakan bahwa Presiden AS Trump dan Perdana Menteri Israel Netanyahu, diperkirakan akan membahas kemungkinan penjualan pesawat “pada saat tertentu”.

Setelah tiba di Bandara Abu Dhabi, Kushner mengatakan bahwa perdamaian yang diciptakan oleh para pemimpin UEA dan Israel juga merupakan harapan rakyat kedua negara. Dia juga berterima kasih kepada Arab Saudi, karena telah menyetujui transit penerbangan resmi pertama Israel dari Tel Aviv ke UEA.

Perdana Menteri Israel Netanyahu mengatakan, putaran pertama negosiasi 24 jam akan fokus pada masalah ekonomi. Delegasi akan fokus pada peningkatan peluang perdagangan bilateral.

Kementerian Keuangan Israel memprediksikan,  semakin matangnya kerja sama tersebut, volume bisnis akan meningkat dari sekitar US $ 2 miliar menjadi US $ 6,5 miliar per tahun.

Karena Palestina kecewa dengan tindakan UEA. Kushner mengatakan bahwa warga Palestina tidak seharusnya “terjebak dalam masa lalu.”

“Mereka harus datang ke meja (negosiasi). Perdamaian akan dipersiapkan untuk mereka, dan akan dipersiapkan peluang begitu mereka siap untuk merangkul perdamaian,” kata Kushner.

Pada 13 Agustus, Presiden Trump mengumumkan bahwa Israel dan Uni Emirat Arab telah mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan kedua negara. Uni Emirat Arab akan menjadi negara Teluk pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan negara Arab ketiga setelah Mesir dan Yordania.  (jon/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular