oleh Xia Yu

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat  -USTR- memperpendek pembebasan pungutan tarif impor komoditas asal komunis Tiongkok. Langkah ini akan memungkinkan Amerika Serikat untuk mempertahankan tingkat pengaruh tertentu dalam menekan Tiongkok. Tak lain, untuk merealisasikan secara sungguh-sungguh perjanjian perdagangan tahap pertama AS – Tiongkok. 

Menurut pemberitahuan Federal Register yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat, disebutkan bahwa karena negosiasi perdagangan yang tegang antara 2 ekonomi terbesar dunia, Presiden Trump sesuai dengan Bagian 301 dari Trade Act tahun 1974, mengenakan tarif terhadap serangkaian produk konsumen Tiongkok dan produk yang telah dipungut ini tidak termasuk dalam pengecualian.

USTR menyatakan bahwa pada 20 Agustus 2019, di bawah instruksi Presiden Trump, Perwakilan Dagang AS memutuskan untuk mengenakan pemungutan tarif impor 10% terhadap komoditas impor dari Tiongkok senilai USD. 300 miliar mulai 1 September 2019. Hal demikian berdasarkan putusan penyelidikan 301 sebagai hukuman karena komunis Tiongkok menargetkan transfer teknologi paksa, pencurian kekayaan intelektual, dan aktivitas terkait pencurian inovasi AS.

Pada 28 Agustus 2019, USTR menyatakan dalam Federal Register bahwa pihaknya akan mengenakan tarif 15% pada beberapa item dari komoditas senilai USD. 300 miliar (kira-kira bernilai USD. 125 miliar) mulai 1 September. Sisanya (kira-kira USD. 160 miliar) akan dikenakan tarif 15% berlakukan mulai 15 Desember 2019, termasuk telepon seluler dan laptop. Pada 14 Desember tahun lalu, setelah negosiasi perdagangan AS – Tiongkok mencapai kesepakatan, AS membatalkan agenda tarif yang bernilai 160 miliar tersebut.

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat mengatakan pada Selasa 1 September 2020, bahwa pihaknya pada bulan Oktober tahun lalu telah memulai proses pembebasan produk dan mengeluarkan delapan pemberitahuan untuk pembebasan produk yang kadaluarsa pada 1 September 2020. USTR menetapkan proses untuk meminta komentar publik masing-masing pada 26 Juni,  17 Juli, dan 11 Agustus 2020. Tujuannya, guna menentukan apakah akan memperpanjang periode pengecualian untuk barang yang dibebaskan tarif dari komoditas senilai USD. 300 miliar selama 12 bulan lagi. Sekarang, ditetapkan bahwa pembebasan tarif tertentu hanya akan diperpanjang hingga 31 Desember 2020.

Menurut pemberitahuan USTR pada hari Selasa, produk atau komoditas yang telah menerima pembebasan tarif selama 4 bulan termasuk berbagai Bluetooth dan perangkat transmisi data, seperti yang diimpor dari Tiongkok oleh Apple, FitBit, Sonos, dan perusahaan teknologi lainnya.

Dalam daftar produk yang telah diperpanjang untuk pembebasan tarif mencakup banyak tipe masker, respirator dan produk medis lainnya, seperti penutup stetoskop, spons kain kasa dan manset tekanan darah. Hingga akhir tahun ini, produk mulai dari piano upright hingga modul LCD dan kotak jam tangan stainless steel, juga dibebaskan dari tarif.

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat sebelumnya telah memperpanjang pembebasan tarif selama 1 tahun. Pemberitahuan di Daftar Federal AS tidak menunjukkan alasan spesifik perpanjangan hanya untuk 4 bulan. Namun demikian, pemerintahan Trump telah menyatakan bahwa jika komunis Tiongkok gagal merealisasikan perjanjian perdagangan tahap pertama yang diluncurkan pada bulan Februari tahun ini, maka komoditas tersebut akan dikenakan tarif.

USTR menyatakan bahwa Perwakilan Dagang AS dapat mempertimbangkan perluasan cakupan produk yang dikecualikan, bahkan terhadap produk lainnya.

Pada 24 Agustus malam, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He berbicara dalam panggilan konferensi reguler untuk membahas implementasi tahap pertama dari perjanjian perdagangan. USTR menyatakan bahwa Amerika Serikat dan komunis Tiongkok, telah melihat kemajuan dan berkomitmen untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam memastikan keberhasilan perjanjian tersebut.

Menurut data resmi, pembelian komoditas AS oleh komunis Tiongkok jauh di bawah jumlah yang disyaratkan dalam perjanjian tahap pertama, tetapi komunis Tiongkok dalam beberapa pekan terakhir telah mempercepat pembelian produk pertanian AS.

Karena komunis Tiongkok menyembunyikan fakta tentang epidemi, sehingga virus komunis Tiongkok menyebar tanpa terkendali ke seluruh dunia dan menghantam ekonomi AS. Presiden Trump telah secara terbuka menyatakan pada banyak kesempatan bahwa sikapnya terhadap perjanjian perdagangan sudah jauh berbeda, bahkan mengusulkan untuk decoupling dengan komunis  Tiongkok. (sin/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular