oleh Zhang Ting

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengutuk komunis Tiongkok tentang sistem proses persetujuan terhadap diplomat AS yang tidak jelas dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada 2 September 2020. Pompeo juga mengeluarkan pengumuman yang mewajibkan diplomat senior komunis Tiongkok di Amerika Serikat, untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah AS. Langkah itu sebelum melakukan kunjungan ke universitas-universitas Amerika Serikat atau bertemu dengan pejabat pemerintah lokal. Mike Pompeo menekankan bahwa diplomasi AS – Tiongkok harus berjalan setara.

Ini adalah langkah terbaru pemerintahan Trump melawan komunis Tiongkok. Menurut pengumuman yang disampaikan Pompeo, kegiatan budaya yang dilakukan oleh Kedutaan Besar dan Konsulat Tiongkok di Amerika Serikat di hari-hari depan juga akan dibatasi.

Pompeo berkata : “Selama bertahun-tahun, komunis Tiongkok telah menjadi penghalang utama bagi diplomat AS yang bertugas di daratan Tiongkok. Secara umum dapat dijelaskan bahwa pemerintah komunis Tiongkok telah menerapkan suatu sistem proses persetujuan yang tidak jelas yang dirancang untuk mencegah diplomat AS melakukan tugas-tugas biasa, berpartisipasi dalam acara dan pertemuan. Dan, berkontak dengan warga masyarakat Tiongkok”.

Dalam konfrensi pers itu Pompeo mengatakan : “Hari ini, saya mengumumkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah menetapkan sebuah mekanisme yang mengharuskan para diplomat senior komunis Tiongkok yang bertugas di Amerika Serikat, untuk memperoleh persetujuan terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan ke kampus universitas (AS) dan untuk bertemu dengan pejabat pemerintah lokal”.

Sementara itu, Pompeo juga mengeluarkan pernyataan melalui situs web Kementerian Luar Negeri AS pada hari Rabu 2 September 2020. Isinya senada tentang masalah timbal balik dalam diplomasi AS – Tiongkok. Disebutkan bahwa diplomat Amerika Serikat di daratan Tiongkok, sering dihalangi untuk mengadakan acara budaya, mengadakan pertemuan formal, dan mengunjungi kampus universitas.

Pernyataan AS menegaskan : “Sebaliknya, di Amerika Serikat para diplomat komunis Tiongkok dapat dengan bebas berkontak dengan masyarakat Amerika, bahkan mengabaikan permintaan terus menerus yang dibuat oleh Amerika Serikat untuk meningkatkan keseimbangan ini. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri (AS) harus memberlakukan persyaratan baru tertentu terhadap para diplomat komunis Tiongkok, sebagai tanggapan atas penolakan untuk secara tulus menghubungi AS tentang beberapa masalah dasar timbal balik dan saling menghormati”.

Pernyataan AS mengatakan : “Kementerian Luar Negeri sekarang akan meminta diplomat senior komunis Tiongkok di Amerika Serikat untuk mendapatkan persetujuan sebelum mengunjungi kampus universitas Amerika dan bertemu dengan pejabat pemerintah setempat”

Pompeo juga mengatakan bahwa kedutaan dan konsulat komunis Tiongkok yang bergerak di luar kegiatan misi. Seperti menyelenggarakan acara budaya dengan peserta lebih dari 50 orang, harus mendapat persetujuan dari Dewan Negara. Dewan Negara juga akan mengambil tindakan untuk membantu memastikan bahwa semua akun media sosial resmi kedutaan dan konsulat Tiongkok, akan diidentifikasi dengan benar sebagai akun pemerintah komunis Tiongkok.

Pompeo menjelaskan, bahwa ini sebagai tanggapan AS karena Kedutaan Besar AS di daratan Tiongkok, tidak diberi akses bebas ke media sosial Tiongkok, dan warga negara Tiongkok dilarang menggunakan Twitter, Facebook, dan platform media sosial lainnya.

Sebagai kesimpulan Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat mempertahankan perlakuan setara semua diplomat Amerika di seluruh dunia, untuk memiliki akses yang sama ke lembaga pendidikan dan budaya di negara mereka ditempatkan. 

Tuntutan baru terhadap diplomat komunis Tiongkok oleh Kementerian Luar Negeri AS ini, merupakan tanggapan langsung terhadap pembatasan berlebihan yang diberlakukan komunis Tiongkok terhadap para diplomat Amerika di daratan Tiongkok. Mereka dimaksudkan untuk memberikan transparansi lebih lanjut atas praktik pemerintah komunis Tiongkok. Jika komunis Tiongkok mencabut pembatasannya terhadap diplomat Amerika, Amerika Serikat siap untuk menanggapi secara timbal balik.

Dalam konferensi pers hari Rabu itu, David Stilwell, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri AS mempresentasikan tindakan sebelumnya yang diambil oleh pemerintah AS, tak lain terhadap diplomat komunis Tiongkok dan karyawan media propaganda komunis Tiongkok di Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri AS pada bulan Juni tahun ini, mengumumkan bahwa pihaknya telah memasukkan 4 organisasi media resmi Partai Komunis Tiongkok di AS yang bekerja sebagai corong rezim Beijing ke dalam daftar misi asing.

David Stilwell juga menyinggung soal disparitas jumlah jurnalis antara AS dengan Tiongkok. Ia mengatakan bahwa organisasi media yang dikendalikan negara (Partai Komunis Tiongkok) memiliki 150 atau lebih orang karyawan di Amerika Serikat, tetapi hanya ada sedikit jurnalis Amerika Serikat yang diizinkan untuk dapat tinggal di daratan Tiongkok.  (sin/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular