Frank Fang

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengangkat kemungkinan bahwa semua Institut Konfusius yang didanai Beijing di kampus-kampus Amerika Serikat akan dipaksa tutup pada akhir tahun.

“Saya pikir semua orang dapat melihat risiko yang terkait dengan Institut Konfusius serta perekrutan mata-mata dan kolaborator di dalam Institut Konfusius,” Mike Pompeo mengatakan pada tanggal 1 September saat wawancara dengan Fox Business Network.

Mike Pompeo menambahkan: “Saya pikir semua Institut Konfusius ini dapat melihat itu dan saya berharap kita akan menutup semua Institut Konfusius sebelum akhir tahun ini.”

Pernyataan Mike Pompeo datang kurang dari sebulan setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menunjuk sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Washington yang mempromosikan Institut Konfusius sebagai misi asing dari rezim Tiongkok, di mana Mike Pompeo menyebutnya sebagai “entitas yang memajukan propaganda global Beijing dan kampanye pengaruh jahat Bejijng terhadap kampus-kampus dan ruang kelas dari Taman Kanak-Kanak hingga kelas 12 di Amerika Serikat.”

Misi asing didefinisikan sebagai entitas yang “pada pokoknya dimiliki atau secara efektif dikendalikan oleh sebuah pemerintah asing dan menurut aturan federal, adalah tunduk pada persyaratan administrasi tertentu yang diterapkan oleh kedutaan dan konsulat luar negeri di Amerika Serikat.

Lebih dari 100 Institut Konfusius telah didirikan di universitas-universitas di Amerika Serikat sejak tahun 2004. Program pendidikan yang didanai Beijing tersebut muncul di bawah pengawasan yang meningkat oleh pejabat Amerika Serikat atas kekhawatiran bahwa Institut Konfusius menyebar propaganda Tiongkok, membatasi kebebasan akademis, dan memfasilitasi spionase masuk ke dalam ruang kelas Amerika Serikat. Pada bulan Februari 2019, para penyelidik Senat Amerika Serikat menemukan

Beijing memberi lebih dari usd 158 juta sejak tahun 2006 untuk sekolah-sekolah Amerika Serikat untuk menjalankan Institut Konfusius. Investigasi Senat Amerika Serikat juga menemukan bahwa guru Tiongkok yang bekerja di Institut Konfusius dapat melihat kontraknya dihentikan jika mereka “melanggar hukum Tiongkok” atau “terlibat dalam aktivitas yang merugikan kepentingan nasional [Tiongkok].”

National Association of Scholars xxx (NAS), sebuah kelompok advokasi pendidikan, baru-baru ini memperbarui situs webnya dan menyatakan bahwa total ada 67 Institut Konfusius di Amerika Serikat pada tanggal 26 Agustus, sementara 53 Institut Konfusius telah ditutup atau sedang dalam proses penutupan.

Di antara perguruan tinggi yang dijadwalkan untuk menutup Institut Konfusius di dalam kampusnya adalah: Community College of Denver  (dijadwalkan tutup pada tanggal 30 September), Universitas Oklahoma (dijadwalkan tutup pada bulan Oktober 2020), Universitas Carolina Utara Charlotte (dijadwalkan tutup pada bulan Desember 2020), dan Universitas Emory  (dijadwalkan tutup pada bulan November 2021), menurut National Association of Scholars.

Rezim Tiongkok  bereaksi dengan marah terhadap penunjukan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sebelumnya. Pada tanggal 14 Agustus, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian, dalam rapat hariannya, menuduh Mike Pompeo “menindas Institut Konfusius dengan dalih yang tidak berdasar.”

Global Times, media corong Tiongkok, dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tanggal 14 Agustus, menggambarkan Institut Konfusius sebagai “korban skema politik Mike Pompeo.” Global Times juga menyerang Mike Pompeo, menuduh Mike Pompeo sebagai “perusak aturan internasional dan stabilitas dunia.”

Beberapa anggota parlemen Amerika Serikat memuji penunjukan misi luar negeri Amerika Serikat.

“Partai Komunis Tiongkok menggunakan Institut Konfusius untuk menyebarkan propagandanya dan menekan kebebasan berbicara di kampus-kampus di seluruh negeri,” kata Senator John Kennedy (R-La.) dalam pernyataan dari kantornya.

Senator Rob Portman (R-Ohio) melalui akun Twitter-nya mengatakan: “Saya mendukung program pertukaran tetapi kami tidak dapat mengizinkan Institut Konfusius ini untuk terus mempromosikan propaganda komunis Tiongkok dan menekan debat akademis di sekolah-sekolah Amerika Serikat.”

Juga berbicara dengan Fox pada hari Selasa, Mike Pompeo mengatakan pemerintah Amerika Serikat akan segera mengambil tindakan tertentu untuk mengatasi pencurian yang dilakukan Tiongkok terhadap kekayaan intelektual Amerika Serikat yang dikembangkan di universitas-universitas.

“Dalam beberapa hari dan minggu mendatang…anda akan melihat Amerika Serikat menghadapi hal ini dengan cara yang sangat serius…mahasiswa yang belajar di sini di Amerika Serikat adalah bagian jaringan ini,” kata Mike Pompeo.

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat telah menuntut beberapa peneliti Tiongkok karena menyembunyikan hubungannya dengan Tiongkok atau mencuri rahasia dagang saat belajar atau bekerja di perguruan tinggi Amerika Serikat. Sementara itu, rezim Tiongkok telah merekrut peneliti Tiongkok dan peneliti asing untuk bekerja di Tiongkok untuk mendorong ambisi teknologinya melalui program perekrutan pekerjaan yang disponsori negara.

Mengacu pada mahasiswa Tiongkok, Mike Pompeo menjelaskan: “Tidak semua mahasiswa Tiongkok adalah mata-mata, tetapi banyak dari mahasiswa Tiongkok diawasi, keluarga mahasiswa Tiongkok di kampung halaman diawasi, dan ini adalah upaya pemerintah Tiongkok — khususnya Partai Komunis Tiongkok — untuk mengidentifikasi mahasiswa Tiongkok yang pada akhirnya mungkin berhasil untuk kepentingan Tiongkok.” (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular