Li Yun / Li Quan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada tanggal 1 September 2020 mengatakan bahwa Tiongkok telah kehilangan lebih banyak orang dalam epidemi ini. Bahkan, lebih banyak daripada negara lain. Menurut Trump, mereka menderita lebih banyak kerugian daripada negara lain, hanya saja tidak melaporkannya. 

Untuk diketahui, pada 3 September 2020 ada lebih dari 25 juta kasus yang dikonfirmasi dari infeksi virus Komunis Tiongkok di seluruh dunia dan lebih dari 850.000 kematian. Pasien yang meninggal dunia di Amerika Serikat melebihi 180.000 kasus. Adapun korban meninggal dunia yang dilaporkan oleh Komunis Tiongkok hanya beberapa ribu.

Pada konferensi pers pencegahan epidemi Gedung Putih pada 26 Maret 2020, Trump juga mengisyaratkan bahwa Komunis Tiongkok telah memalsukan data epidemi.

Trump berkata, “Anda tidak tahu jumlah kasus sebenarnya di Tiongkok, jumlah yang diumumkan oleh Tiongkok(Komunis Tiongkok)  Anda tidak tahu (apakah itu benar atau tidak), Anda tahu, berapa jumlahnya?”

Pada 17 April 2020, Trump mengatakan di Twitter bahwa virus Komunis Tiongkok adalah “musuh tak terlihat” dan berkata: “Tiongkok telah mengumumkan bahwa jumlah orang yang akan meninggal dunia dari “musuh tak terlihat” telah berlipat ganda. Jumlah sebenarnya lebih dari jumlah yang diumumkan. Ini jauh lebih tinggi daripada jumlah kematian di Amerika Serikat, yang sangat berbeda. “

Sebelumnya pada hari itu, Kantor Berita Partai Komunis Tiongkok, Xinhua melaporkan bahwa Markas Besar Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Pneumonia Wuhan melaporkan bahwa jumlah kematian kumulatif terbaru di Wuhan meningkat 1.290 kasus. Adapun jumlah kematian kumulatif direvisi menjadi 3.869 orang. Jumlah kematian meningkat lebih dari 800 pada malam hari menjadi 4.642 orang. Adapun jumlah kematian yang dikonfirmasi telah meningkat 50% setelah revisi awal.

Bahkan jika Komunis Tiongkok menggandakan jumlah kasus dan kematian, dunia luar meragukan bahwa angka-angka Komunis TIongkok adalah penipuan serius.

Dari 10 April, Mekanisme Pencegahan dan Pengendalian Bersama Dewan Negara Komunis Tiongkok menyatakan bahwa pada konferensi pers, hampir 400 anak di seluruh negeri “Kehilangan perwalian” karena epidemi, yang juga dapat digunakan untuk menilai penipuan data Komunis Tiongkok.

Jika dilihat 400 anak “hilang perwalian”, yang berarti lebih dari 400 anak telah menjadi yatim piatu akibat wabah tersebut. Menurut definisi Komunis Tiongkok tentang perwalian anak dibawah umur, wali sah terutama mengacu pada kerabat dekat, termasuk orang tua, kakek nenek, kakek nenek dari pihak ibu, dan saudara kandung yang sudah dewasa. Hal ini diikuti oleh kerabat dan teman dekat lainnya.

Beberapa netizen mempertanyakan bahwa hilangnya 400 wali anak ini, berarti bahwa orang tua, kakek nenek, kakek nenek, dan kakek nenek yang secara hukum wajib menjadi wali anak telah meninggal dunia atau hilang kontak. Bahkan, saudara kandung yang sudah dewasa dapat ditambahkan. Hal ini menunjukkan bahwa Kematian yang disebabkan oleh epidemi di Tiongkok ini, seharusnya cukup mengkhawatirkan.

Selain itu, pada puncak epidemi virus Komunis Tiongkok, Wuhan membuka 40 insinerator yang masing-masing mampu membakar beberapa ton mayat per hari. Setelah puncak epidemi, Wuhan, Hubei, mengizinkan keluarga mendiang mengumpulkan abu di 8 rumah duka, dan datanya dapat dinilai karena pemalsuan.

Saat itu, terjadi antrian panjang di luar rumah duka di Wuhan. Terlihat ada tumpukan abu. Beberapa anggota keluarga harus menunggu setengah tahun untuk mengumpulkan abunya. Selain itu, wawancara media Tiongkok daratan dengan pengemudi mobil jenazah dan staf di rumah duka pun dilakukan. Angka kematian yang diumumkan dengan serius menjadi pertanyaan akan kebenarannya. 

Selain mempertanyakan pemalsuan data Komunis Tiongkok, Trump telah berulang kali menyebutkan bahwa penyembunyian kebenaran epidemi oleh Komunis Tiongkok telah menyebabkan krisis global. 

Epidemi ini adalah serangan paling serius di Amerika Serikat, dan tingkat keparahannya melebihi serangan Jepang di Pearl Harbor, serangan teroris 11 September dan perang Vietnam. 

Trump berkata bahwa Komunis Tiongkok membuat kesalahan besar, mencoba menutupi epidemi. Trump mengatakan “Mereka mencoba meredam api, tetapi tidak memadamkannya.” Yang benar-benar buruk adalah cara mereka memperlakukan dunia. Mereka mencegah perjalanan di dalam Tiongkok, tetapi  tidak menghentikan orang Tiongkok untuk datang ke Amerika Serikat. Seperti halnya negara-negara di seluruh dunia, orang-orang tidak dapat terbang dari Wuhan ke mana pun di Tiongkok. Akan tetapi mereka dapat terbang ke seluruh penjuru dunia.

Trump mempertanyakan Komunis Tiongkok, apa yang sedang terjadi? Trump mengatakan mungkin karena satu alasan, Komunis Tiongkok berpikir bahwa epidemi akan berdampak besar pada Tiongkok, dan mungkin juga membiarkan bagian dunia lain mengalami masalah serupa. 

Trump menuturkan : “Mengenai apa yang kami yakini sebagai situasi yang tepat,” laporan yang sangat kuat “akan segera diterbitkan. Saya pikir ini akan menjadi laporan yang sangat meyakinkan.”

Menanggapi bencana global yang diciptakan oleh Komunis Tiongkok, pemerintahan Trump telah membuat pukulan keras satu demi satu untuk memberikan sanksi kepada Komunis Tiongkok. Sanksi yang diberlakukan dalam semua aspek, termasuk masalah keuangan, teknologi, keamanan nasional, dan hak asasi manusia.

Menteri Luar Negeri AS Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat sekarang secara serius meluncurkan serangan balik terhadap Komunis Tiongkok. Ia menegaskan masih ada serangkaian tindakan panjang yang sedang dipertimbangkan.

Pandemi global yang terjadi saat ini akibat dari virus Komunis Tiongkok atau yang dikenal dengan pneumonia Wuhan atau coronavirus (COVID-19). Penyebutan Virus Komunis Tiongkok dilakukan sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab kepada rezim komunis Tiongkok yang sejak awal berusaha menutupi wabah mematikan tersebut. Bahkan, menggunakan tangan besi untuk membungkam bagi yang mengungkapkan fakta penyebaran virus itu.  (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular