Perusahaan Tiongkok bergegas untuk IPO menjelang persyaratan pencatatan baru 

oleh Fan Yu

Xpeng, produsen  electric vehicle -EV- atau kendaraan listrik Tiongkok, memberi harga perdana penawaran kepada masyarakat pada Rabu 26 Agustus 2020 dan kemudian harga saham Xpeng melonjak lebih dari 50 persen di atas harga IPO pada hari Jumatnya, menjadi produsen kendaraan listrik terbaru tersebut menyaksikan sahamnya meroket dalam beberapa minggu terakhir.

Semua kendaraan listrik menjadi hiperbolik pada tahun 2020. Tidak peduli resesi atau pandemi virus — Tesla Inc., nama terbesar di industri kendaraan listrik, menyaksikan sahamnya melonjak lebih dari 400% persen sejak tanggal 1 Januari. 

Kini Tesla Inc. menjadi milik dunia produsen mobil yang paling berharga berdasarkan kapitalisasi pasar. Xpeng secara kebetulan waktu IPO-nya berarti baru saja menjadi perusahaan terbaru yang mengendarai pasang tinggi kendaraan listrik.

Xiaopeng Motors yang berbasis di Guangzhou (umumnya dikenal sebagai Xpeng) menjual model-model kendaraan listrik di Tiongkok dan bersaing dengan Tesla serta produsen kendaraan listrik domestik lainnya di Tiongkok seperti NIO dan Li Auto. 

Xpeng juga mengembangkan kemampuan mengemudi otonomnya sendiri. IPO Xpeng dihargai usd 15 per saham, di atas kisaran yang diharapkan pada awal, mengumpulkan sekitar usd 1,5 miliar di Bursa Efek New York.

Pasang Tinggi Industri Kendaraan Listrik

Saham kendaraan listrik sangat laku pada tahun ini, mendorong Tesla menjadi produsen mobil yang paling berharga di dunia meski untung sedikit. Kapitalisasi pasar berubah setiap hari, tetapi pada tanggal 28 Agustus, nilai Tesla yaitu usd 412 miliar adalah bernilai sekitar dua kali lipat dari produsen mobil terbanyak kedua di dunia, yaitu Toyota Jepang.

Kesuksesan Tesla telah memicu serentetan penggalangan dana baru untuk produsen kendaraan listrik.

Profil tertinggi adalah startup kendaraan listrik yang berbasis di Arizona, Nikola Motors, yang bergabung dengan perusahaan akuisisi tujuan-khusus yang disebut VectorIQ pada bulan Juni untuk menjadi perusahaan publik. Dan, meskipun tidak menunjukkan pendapatan, saham Nikola Motors ditutup pada usd 41,35 pada tanggal 28 Agustus di mana Nikola Motors bernilai usd 15,6 miliar.

Kisah sukses Nikola Motors — secara finansial, jika tidak secara bisnis — membawa beberapa produsen kendaraan listrik lainnya untuk mengejar daftar publik melalui perusahaan akuisisi tujuan-khusus. 

Perusahaan kendaraan listrik lainnya yang bergabung dengan perusahaan akuisisi tujuan-khusus mencakup Fisker, Canoo, dan Lordstown Motor, yang semuanya mengumumkan transaksi pada bulan Juli atau Agustus 2020.

Ini adalah lingkungan yang dipilih Xpeng yang didukung Alibaba untuk menjual saham-saham tanda terima penyimpanan Amerika Serikat. Ini mengikuti jejak produsen kendaraan listrik Tiongkok lainnya, Li Auto, yang mengumpulkan usd 1,1 miliar melalui IPO di Nasdaq pada bulan Juli. Harga saham Li Auto adalah usd 11,50 per saham di mana penilaian Li Auto adalah usd 10 miliar. Pada tanggal 28 Agustus, saham Li Auto ditutup pada usd 17,60, atau 53 persen di atas IPO bulan lalu.

Produsen kendaraan listrik Tiongkok lainnya, Nio, mengadakan IPO Nio di Amerika Serikat pada September 2018. Nio juga memanfaatkan kondisi pasar saat ini dan mengumpulkan usd 428 juta dalam bentuk tunai dari penjualan saham lanjutan di bulan Juni. Pada tanggal 28 Agustus saja, Nio mengumumkan bahwa pihaknya berusaha untuk menjual lebih banyak saham, hingga 86 juta saham, mengumpulkan hingga usd 1,7 miliar dalam bentuk tunai. Ketiga perusahaan tersebut termasuk di antara produsen kendaraan listrik terbesar di Tiongkok.

Menggalang modal dari investor asing menjadi ujung tombak perkembangan teknologi Tiongkok bukanlah ide baru. Tetapi hal itu menerima fokus tambahan sejak bos Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping, mengeluarkan risalah ekonomi “sirkulasi ganda,” sebuah program ekonomi simbiosis untuk merangsang konsumsi pembangunan dalam negeri sambil terus mengembangkan produksi untuk ekspor pada waktu yang sama.

Pengembangan kendaraan listrik adalah unsur pusat dari risalah ini, karena Tiongkok memandang dirinya sebagai pemimpin global dalam penelitian dan adopsi kendaraan listrik. Dan, pengembangan kendaraan listrik berperan untuk meningkatkan konsumsi domestik (adopsi kendaraan listrik oleh pembeli Tiongkok) maupun untuk mendorong permintaan internasional (mengekspor kendaraan listrik Tiongkok secara global).

Terburu-buru untuk Mengumpulkan Uang Sebelum Disclosure atau Pengungkapan Aturan Baru Dimulai

Dorongan lain, dan lebih cepat, untuk mengumpulkan uang tunai dengan cepat, dikarenakan Amerika Serikat yang segera menutup pasar keuangannya untuk IPO Tiongkok. 

Gelombang skandal akuntansi dan penipuan keuangan telah memperburuk investor Amerika Serikat di perusahaan Tiongkok yang terdaftar. 

Menyertai penipuan yang dilakukan Luckin Coffee secara besar-besaran pada awal tahun ini — salah satu kasus penipuan terbesar perusahaan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir — Senat Amerika Serikat menyetujui undang-undang dengan suara bulat. UU itu jika disahkan bakal mencegah perusahaan yang menolak menyerahkan catatan akuntansi untuk diperiksa oleh regulator Amerika Serikat dari pencatatan saham perusahaan-perusahaan Tiongkok di Amerika Serikat. 

Sementara sebelum RUU itu menjadi UU, pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan tindakan serupa untuk memaksa perusahaan asing yang terdaftar di Amerika Serikat untuk mematuhi peraturan pengungkapan Amerika Serikat, yang akan dimulai tahun depan.

Putusan semacam itu dapat menendang saham Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat, kecuali Partai Komunis Tiongkok mencapai kesepakatan dengan regulator Amerika Serikat untuk mengizinkan akses Amerika Serikat ke pembukuan dan catatan perusahaan Tiongkok, sesuatu yang dianggap Komunis Tiongkok sebagai “rahasia nasional” di masa lalu. Dan, tanpa masuknya IPO Tiongkok, bank investasi Wall Street dapat melihat sumber pendapatan yang stabil menjadi kering di masa depan.

Dalam pengarsipan peraturan dengan SEC menjelang IPO-nya, Xpeng mengutip ketidakpastian regulasi sebagai risiko potensial berinvestasi di sahamnya.

“Pemberlakuan salah satu undang-undang tersebut atau upaya lain untuk meningkatkan akses regulasi Amerika Serikat ke informasi audit dapat menyebabkan ketidakpastian investor untuk emiten yang terpengaruh, termasuk kami, dan harga pasar [saham] dapat terpengaruh secara merugikan,” kata pengajuan Xpeng.

Masalah ini berdampak pada semua perusahaan Tiongkok, tidak hanya berdampak pada produsen kendaraan listrik Tiongkok. Dan, hal ini telah menyebabkan beberapa perusahaan Tiongkok terburu-buru memasarkan dan mendapatkan pendanaan sebelum undang-undang tersebut disahkan.

Perusahaan Tiongkok lainnya yang telah mengajukan dokumen IPO di Amerika Serikat mencakup platform manajemen kekayaan Lufax, sebuah unit Ping An Insurance Group, perusahaan real estate KE Holdings, dan pusat data operator Tiongkok ChinData. (Vv/asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular