Zhong Gusheng /Ming Xuan

Bentrokan sengit terjadi di perbatasan Tiongkok-India pada akhir Agustus 2020 lalu. Hubungan antara kedua belah pihak menjadi tegang. Media India mengungkapkan bahwa tentara Komunis Tiongkok menculik 5 orang India di perbatasan baru-baru ini, dan situasinya semakin meningkat. Menteri pertahanan Tiongkok dan India kemudian bertemu di Moskow, Rusia. Meski mengaku menyelesaikan masalah melalui dialog, kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka saling menyalahkan dan berkonfrontasi.

“Indian Express” melaporkan bahwa seorang pejabat senior India mengatakan pada Sabtu 5 September lalu bahwa lima pria dari Arunachal Pradesh diculik oleh Komunis Tiongkok saat berburu di hutan di daerah perbatasan Tiongkok-India. 

Dua pria India lainnya yang bepergian bersamanya berhasil lolos, melarikan diri dan melapor ke polisi India. Polisi telah melakukan penyelidikan dan mengumumkan nama dan identitas kelima pria yang diculik. Pejabat lokal telah membuat representasi ke pihak Tiongkok dan menuntut balasan dari militer Tiongkok.

Media India lainnya juga memberitakan kabar tersebut dan mengungkap bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis 3 September 2020 lalu. Saudara laki-laki seorang pria yang diculik mengirim pesan meminta bantuan di media sosial. Seorang anggota Arunachal Pradesh juga membenarkan hal ini.

Di bawah ketegangan di perbatasan Tiongkok-India, Menteri Pertahanan India, Rajnath  Singh, yang berpartisipasi dalam Organisasi Kerjasama Shanghai di Moskow, dan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe bertemu pada hari Jumat 4 September lalu untuk membahas masalah konfrontasi perbatasan.

Di hari yang sama, Singh mengunggah sejumlah foto acara pertemuan dengan Wei Fenghe melalui Twitter pribadinya. Terlihat dari foto para pejabat Tiongkok dan India tidak tersenyum, ekspresi kaku, dan suasana tidak harmonis.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah insiden tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan konsultasi, tetapi mereka berdua berbicara keras dan saling menyalahkan.

Wei Fenghe menyatakan bahwa ketegangan di perbatasan sepenuhnya ada di pihak India, sedangkan pihak Tiongkok tidak dapat kehilangan satu inci pun wilayahnya.

Dia juga meminta pihak India untuk tidak melewati garis kendali aktual atas provokasi, tidak mengambil tindakan apa pun yang dapat menyebabkan situasi memanas, dan tidak dengan sengaja menggembar-gemborkan dan menyebarkan informasi negatif.

Singh juga membalas, meminta kedua belah pihak untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab untuk mencapai pelepasan penuh pasukan garis depan secepat mungkin, menghindari pengambilan tindakan yang memperburuk atau memperumit situasi, mencegah perbedaan menjadi perselisihan, dan mendorong hubungan antara kedua negara dan kedua militer kembali ke jalur secepat mungkin. 

Laporan media India menyebutkan bahwa Tiongkok menggunakan 500 tentara pada Sabtu 29 Agustus lalu,  untuk  merebut daerah yang dikuasai oleh tentara India di tepi selatan Danau Pangong. Namun berhasil dipukul mundur oleh tentara India. 

Setelah itu, tentara India maju 4 kilometer ke daerah yang dikuasai Tiongkok dan dalam satu gerakan merebut benteng militer dataran tinggi Tiongkok di tepi Danau Pangong.

Laporan tersebut menyatakan bahwa dalam konflik militer, seorang perwira Tibet dari tentara India tewas dan seorang tentara Tibet lainnya terluka. Selama konflik, pihak  Tiongkok juga jatuh korban jiwa.

Setelah konflik, kedua belah pihak mengerahkan pasukan ke lokasi konfrontasi, dan situasinya tegang. Menurut laporan media Inggris, kedua belah pihak mengerahkan tank tidak jauh di belakang lokasi konfrontasi untuk membawa pasukan lawan ke dalam jangkauan serangan. (hui/rp )

Video Rekomendasi :

 

 

 

Share

Video Popular