oleh Zhong Jingming

Desakan keras mencegah tertular virus komunis Tiongkok (COVID-19) oleh pihak berwenang komunis Tiongkok tetapi dengan meremehkan pengawasan justru menyebabkan lebih banyak kerusakan. 

Sebuah kejadian, ada seratusan murid sebuah Sekolah Dasar No. 1 Xingqiao, di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok  baru-baru ini mengalami luka bakar pada kulit dan mata akibat pihak sekolahan “secara tidak sengaja” menyalakan sinar ultraviolet yang difungsikan sebagai desinfektan dalam kelas selama lebih dari 5 jam dalam kelas. 

Bahkan ada murid yang terancam buta karena lukanya cukup parah. Pihak sekolah selain tidak bergegas membawa murid ke rumah sakit untuk berobat, malah melempar tanggung jawab kepada karyawannya yang bertugas. Hal tersebut memicu kecaman publik.

Menurut media daratan Tiongkok, pada 1 September 2020 lalu, lebih dari 130 orang murid dari 3 kelas menjadi korban. Banyak murid yang menderita luka bakar kulit cukup parah dan beberapa di antaranya sampai kulitnya terlihat “hangus” dan terkelupas. 

Banyak juga murid yang matanya merah, bengkak serta tidak bisa dibuka. Beberapa murid divonis oleh dokter yang merawat, mengalami radang mata (photo ophthalmia) dan kornea matanya lepas.

 Kejadiannya menurut pihak sekolah, pagi hari itu, listrik di sekolah padam, karyawan sekolah secara keliru menyalakan saklar lampu ultraviolet di kelas selama jam pelajaran. Akibatnya para murid berada dalam paparan sinar dari pukul 9 pagi hingga sore jam pelajaran terakhir. 

Saat itu banyak murid yang sudah merasakan tidak enak badan. Beberapa murid pernah bertanya kepada guru tentang masalah penerangan, tetapi gurunya juga kurang jelas, hanya mengatakan bahwa ruang kelas baru “mungkin dilengkapi dengan lampu LED”.

 Beberapa orang tua murid dengan marah menuduh pihak sekolah lalai. Mereka mengatakan bahwa pada hari kejadian, pihak sekolah “membohongi” orang tua dengan memberitahukan bahwa murid-murid bakal terlambat pulang sekitar setengah jam. 

Insiden baru terkuak setelah para orang tua tiba di sekolah untuk menjemput. Mereka terkejut melihat anak-anak mereka sedang duduk dalam ruang kesehatan sekolah dengan mata yang dikompres. Saat itu pihak sekolahan baru mengaku.

 Menurut para orang tua murid, pihak sekolah sama sekali tidak mengatakan akan mengirim anak-anak mereka ke rumah sakit untuk berobat. Sampai pukul 6 sore sekolah baru menghubungi rumah sakit dan meminta orang tua untuk membawa sendiri anak-anak mereka guna  perawatan medis.

 Terkait hal ini, netizen meragukan pernyataan sekolahan. Mereka berkomentar, “Jika 3 ruang kelas yang semuanya dinyalakan sinar ultravioletnya, tampak bukan karena unsur ketidaksengajaan. Tidak satupun guru mengetahuinya selama lebih dari lima jam?

Pihak sekolah sedang sibuk menemukan cara untuk menghindari tanggung jawab. Jika insiden tersebut terjadi di luar negeri, percayalah, pihak sekolah dapat dituntut hingga gulung tikar. (sin/rp)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular