oleh Wang Yixiao

 Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengumumkan dalam konferensi pers pada hari Jumat 4 September lalu, bahwa Jerman telah mencapai kesepakatan dengan negara-negara Uni Eropa untuk memberlakukan karantina COVID-19 selama 10 hari bagi para turis yang kembali dari daerah berbahaya.

 Jens Spahn mengatakan menteri kesehatan Uni Eropa telah bersama-sama memutuskan untuk memberlakukan 10 hari karantina diri bagi para turis yang memasuki negara Uni Eropa dari daerah bahaya COVID-19. 

Dengan demikian maka masa karantina COVID-19 di Jerman juga menjadi berkurang dari 14 hari menjadi 10 hari.

 Lalu apakah masa karantina dapat diturunkan menjadi 5 hari, jika hasil tes virus para turis menunjukkan negatif?  

Menurut Jens Spahn, hal ini masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan bersama.

 Menurut data dari Robert Koch Institute (RKI) di Jerman, tingkat positif pengujian virus komunis Tiongkok (COVID-19) saat ini sedang menurun. Pekan lalu, tes virus Jerman telah melampaui 1,1 juta kali, dan hanya 8.178 hasil yang positif, dengan tingkat positif 0,74%. 

Namun, masih belum jelas apakah terdapat hasil positif palsu dari hasil-hasil tersebut, dan berapa banyak jumlah orang yang terinfeksi tetapi tanpa menunjukkan gejala. (sin/rp)

Share

Video Popular