Wawancara : Gu Xiaohua,  Editor : Huang Yimei,  Pasca Produksi : Zhou Tian

Ledakan virus Partai Komunis Tiongkok hingga kini menyebabkan banyak negara dengan epidemi yang parah kekurangan sumber medis, dan terjadi perebutan soal pembelian masker. Banyak orang yang bertanya, kemanakah sumber persediaan medis itu ? Tokoh generasi ketiga dari pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok: Jiang Pengyong, membeberkan di harian The Epoch Times bahwa barang-barang itu telah dibeli dengan harga rendah oleh Tiongkok.

Sejak corona melanda Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok, telah menyebabkan pandemi global hanya dalam beberapa bulan sejak akhir Desember tahun lalu. Awalnya, otoritas Partai Komunis Tiongkok mengatakan “dapat dicegah dan dikendalikan, dan tidak akan menyebar dari orang ke orang.” 

Pada 18 Januari 2020, komunitas di Baibuting, kota Wuhan mengadakan “Festival musik di kolam renang” Wuhan. Media corong Partai Komunis Tiongkok “Xinhuanet” melaporkan bahwa lebih dari 40.000 orang berpartisipasi dalam festival massal tersebut dan suasaannya tampak meriah.

Dalam waktu kurang dari seminggu, otoritas Wuhan kembali mengumumkan penutupan kota.

Jiang Pengyong mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan banyak rumor. Misalnya, virus tidak akan menular dalam cuaca panas. Ini rumor yang Partai Komunis Tiongkok sebarkan. Mereka mengatakan, bahwa virus tidak terlalu peduli dengan negara seperti Singapura atau negara yang dekat dengan garis khatulistiwa atau ekuator seperti Thailand. 

Selain itu, Partai Komunis Tiongkok mengumumkan bahwa penularan itu ada hubungannya dengan ras tertentu. Bisa jadi virus itu menyebar lebih cepat di antara orang-orang Asia, tetapi orang kulit putih tidak bisa tertular virus. 

Mungkin masih terbayang dalam benak kita, pada akhir Januari dan akhir Desember 2019 hingga 2 Februari 2020. Partai Komunis Tiongkok  mengiklankan bahwa orang kulit putih tidak tertular, hanya orang-orang Asia yang akan tertular. Jadi ini adalah disinformasi yang mereka sebarkan. Tentu saja, departemen kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga tidak menyangkalnya, dan tidak menyangkal apa yang dikatakan otoritas Partai Komunis Tiongkok.

Jiang Pengyong, yang mengaku sebagai putra generasi merah ketiga, membeberkan kepada The Epoch Times, bahwa sejak awal Januari 2020, epidemi telah menyebar ke Hangzhou dan Wenzhou. Lalu menyebar ke Italia dan negara-negara Eropa lainnya melalui orang-orang Tionghoa perantauan dari Wenzhou, dan sudah diluar kendali. Mitra bisnis Jiang Pengyong, yakni Mr. Huang, menitipkan kepadanya untuk memborong barang-barang pencegahan virus corona di luar negeri.

 Jiang Pengyong mengatakan, “Saat itu kami membeli 20.000 masker Honeywell di India, lalu memborong 100.000 masker 3M 9004 dan 200.000 masker 3M 9000. Semua masker ini sudah kami beli saat itu. Setelah menerima titipan Huang Zhongnan, kami segera membelinya. Artinya kami bekerja keras dalam skala global untuk menyelesaikan titipan dari lembaga pemerintah ini. “

Huang adalah perwakilan resmi dari sebuah perusahaan di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Dia mengklaim mewakili Federasi Amal Zhejiang dan pemerintah di banyak daerah untuk membeli bahan-bahan pencegahan virus corona. 

Jiang Pengyong

Saat itu, dia diberitahu bahwa ada dua tujuan untuk membeli semua barang-barang itu, pertama untuk kader partai, para elite Partai Komunis Tiongkok, dan militer. Masker N95 untuk menyelamatkan hidup mereka, dan sisanya dijual kepada orang-orang kaya dengan harga tinggi.

 Menurut Jiang Pengyong, masker Korea Selatan dapat menghasilkan 10 juta masker per hari. Mereka membawa banyak uang tunai. Mereka menggunakan banyak orang Korea Utara untuk membuka kantor penukaran uang di Korea Selatan. Namun sebenarnya, itu adalah bank bawah tanah dan menjadi uang tunai Korea Selatan, dari dalam negeri hingga bank bawah tanah. 

Bank menerima uang tunai domestik dari Korea Selatan untuk membeli masker-masker   dalam jumlah besar dan memesannya di muka. Pada akhir Januari, daftar order pabrik sudah sampai hingga Juni dan Juli sejak Januari 2020. Itu semua di Korea Selatan. 

Menurut Jiang Pengyong alih-alih membeli dengan harga pasar, mereka membeli dengan harga rendah atas nama donasi, kemudian menjualnya dengan harga yang tinggi di Tiongkok.

Jiang Pengyong menjelaskan, “Misalnya, kami menawarkan harga masker N95, dan kami membeli bahan di dalam negeri Tiongkok sebesar 6,5 yuan. Ini disertifikasi oleh bea cukai. Kemudian mereka menggunakan offline mereka sendiri, seperti perusahaan yang menjual perlengkapan medis. Mereka memonopoli pasokan untuk rumah sakit dan apotek di seluruh provinsi. Harga jual tertinggi mereka pernah mencapai 139 yuan per masker, coba bayangkan berapa banyak keuntungan yang diraup! “

 Dalam sebuah obrolan, Huang membeberkan kepadanya bahwa baik itu mesin masker, masker atau pakaian pelindung medis, mereka menjual kembali atas nama sumbangan untuk pencegahan virus corona dan “pelanggan” di belakangnya adalah Palang Merah setempat dan para pemimpin pemerintah. 

Di Tiongkok, departemen kesehatan dan Palang Merah telah memonopoli saluran distribusi dan harga masker serta produk pencegahan virus corona lainnya, dan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan besar.

Dari pemahamannya tentang Partai Komunis Tiongkok, Jiang Pengyong telah mempersiapkan diri sebelumnya. Dia selalu meminta  “dokumen bersimbol merah” (pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok) pemerintah harus disertakan dalam setiap transaksi. Namun meski begitu, ia tetap tidak bisa menghindari masalah.

 Jiang Pengyong mengatakan, bahwa Partai Komunis Tiongkok tidak hanya menuntutnya di daratan Tiongkok, dan menginstruksikan keamanan publik untuk membekukan rekening bank domestiknya,  selain itu juga membekukan rekening supplier di Korea Selatan. Memaksa pemasok Korea Selatan untuk melaporkan kasusnya di Korea Selatan dan  melarang Jiang meninggalkan negara tersebut. Bahkan mendesak pemerintah Korea Selatan untuk mendeportasinya.

Demi melindungi dirinya, Jiang Pengyong memilih untuk mengungkap masalah ini, agar diketahui dunia luar, bahwa Partai Komunis Tiongkok menjual kembali produk pencegahan virus corona untuk mendapatkan uang bencana. (Jon)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular