Wawancara : Gu Xiaohua, Editor : Huang Yimei, Pasca Produksi : Zhou Tian

Sembilan tahun yang lalu terungkapnya rahasia gelap Guo Meimei, commercial general manager untuk Chinese Red Cross (Palang Merah Tiongkok). Sejak itu Chinese Red Cross mengalami penurunan donasi sejak publikasi bohong yang dibuat oleh Guo Meimei. 

Saat ini, Guo Meimei sudah mendekam di penjara semenjak bulan Juli lalu karena kasus perjudian dan tindakan kriminal. Guo  Meimei ketahuan melakukan judi Piala Dunia di sosial media dan mengubah kamar apartemennya di Beijing menjadi lokasi judi massal bersama mantan kekasihnya.

Jiang Pengyong, generasi ketiga dari elite “merah” Partai Komunis Tiongkok yang terancam, akhirnya ke luar negeri selama bertahun-tahun. “Merah’ merujuk pada simbol komunis.

Pada Agustus lalu, Jiang Pengyong menerima wawancara eksklusif dari reporter grup media  The Epoch Times, yang mengungkapkan bahwa Partai Komunis Tiongkok menyembunyikan informasi epidemi di Tiongkok dan menjual kembali produk pencegahan virus corona.

Di penghujung tahun 2019, sebuah wabah dahsyat abad ini diam-diam merebak di Tiongkok. Di saat dunia sedang sibuk menyambut tahun baru 2020, Partai Komunis Tiongkok telah mulai bekerja tentang cara membeli bahan untuk pencegahan virus corona global.

Menurut data bea cukai Tiongkok, Tiongkok telah mengimpor 2 miliar masker dalam lima minggu sejak Januari 2020 lalu. Jumlah ini setara dengan dua setengah bulan produksi global. Selain itu Tiongkok juga mengimpor 400 juta set peralatan pelindung lainnya, mulai dari kacamata medis hingga pakaian pelindung terhadap bahaya biologis.

 Saat itu, dunia luar bahkan tidak sadar mengapa Tiongkok, negara penghasil masker terbesar dunia, masih perlu membeli dari luar? 

Jiang Pengyong

Menurut Jiang Pengyong,  itu adalah konspirasi.

Jiang Pengyong mengatakan: “Pada 31 Januari 2020, ada pesawat khusus yang terbang dari Seoul ke Changsha. Itu adalah pesawat penyelamat. Mengapa pesawat khusus ini bisa terbang ke sana? Karena pemerintah Tiongkok menyerahkan dokumen sertifikasi yang relevan kepada pemerintah Korea Selatan. Pesawat khusus ini terbang ke Changsha. Tujuannya adalah mendistribusikan pasokan ke Wuhan.”

Untuk diketahui Jiang Pengyong, sekarang tinggal di Korea Selatan. Dia berasal dari keluarga pejabat tinggi di jajaran militer komunis Tiongkok. Kakeknya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan Partai Komunis Tiongkok. Jiang Pengyong terpaksa ke Korea Selatan dan meniti karir di bidang usaha e-commerce lintas batas di bawah ancaman nyawa karena mengungkap rahasia dalam Guo Meimei dan Palang Merah Tiongkok sembilan tahun lalu. 

Tak disangka, 9 tahun kemudian, karena pecahnya virus corona, Jiang Pengyong kembali terlibat dengan Palang Merah Tiongkok.

Ketika virus Komunis Tiongkok menyebar di Wuhan, mitra bisnis Jiang Pengyong bernama Mr. Huang, mengklaim bahwa dia membeli bahan pencegahan virus corona atas nama Federasi Amal Zhejiang dan sejumlah besar pemerintah daerah, dan membujuknya memborong masker di dunia untuk Partai Komunis Tiongkok.

Jiang Pengyong mengatakan, “Saat itu kami berpikir membantu warga Tiongkok yang terkena dampak virus corona. Kami tidak tahu bahwa kami bertindak sebagai kaki tangan Partai Komunis Tiongkok menimbun persediaan dan mengabaikan virus yang menyebar ke seluruh dunia.”

Jiang Pengyong mengungkapkan bahwa persediaan bantuan yang semula direncanakan tiba di Wuhan tiba-tiba diminta kirim ke Hangzhou. Mr. Huang mengeluarkan dokumen merah dari Distrik Xiaoshan. Dokumen merah merujuk pada dokumen yang langsung dikeluarkan oleh pejabat tingkat satu pusat. 

Seorang pekerja di sebuah pabrik di Nanjing di provinsi Jiangsu, Tiongkok sedang menyortir masker wajah pada 18 Februari 2020. (STR / AFP via Getty Images)

Mr. Huang mengatakan kepada Jiang Pengyong bahwa jika ada masalah, biarkan Federasi Amal Hubei dan Federasi Amal Zhejiang yang berkoordinasi sendiri. Namun, Jiang Pengyong merasa ada yang tidak beres saat itu.

 Jiang Pengyong mengatakan,  “Waktu itu saya sempat ragu. Saya curiga tujuan pengiriman barang-barang itu sama sekali bukan untuk disumbangkan. Saat itu tidak hanya di Hubei, tapi juga di Hangzhou. Seluruh jalan raya semuanya diblokir. Untuk membawa barang-barang ini dari bandara ke kota, memerlukan izin khusus dari otorisasi pemerintah. Misalnya, hanya materi bantuan yang diizinkan keluar untuk mengambil barang-barang itu. Namun, mereka bisa mengambil barang-barang itu dengan lancar tanpa halangan. Ini jelas bukan kemampuan seorang perantara. Dia pasti punya relasi atau hubungan di departemen pemerintah dan memberinya wewenang, dan itu pasti ada bagian dari keuntungan untuknya. Belakangan Huang Zhongnan mengaku secara pribadi, ia tidak hanya terlibat sebagai perantara, tetapi juga banyak perantara lainnya.”

Jiang Pengyong menuturkan, baik itu mesin masker, masker, pakaian pelindung medis, semua barang-barang itu, mereka menjualnya kembali secara komersial atas nama sumbangan bahan pencegahan virus corona, dan pelaksana operasional penjualan kembali ini adalah Palang Merah Tiongkok setempat.

 Jiang Pengyong lebih jauh mengatakan, “Karena saya pernah dicelakai oleh kasus Palang Merah Guo Meimei sebelumnya, saya tahu bahwa ketika orang lain menyalahkan Anda, Anda tidak dapat membantahnya. Jadi saya katakan bahwa jika saya ingin membeli barang-barang itu, saya pasti akan meminta Pemerintah daerah setempat mengeluarkan dokumen dari pejabat pusat, membubuhkan stempel resmi, dan memberi saya otorisasi penuh untuk melakukannya. Keesokan harinya dia pun memberi kuasa kepada saya. Bisa dipastikan dia memiliki hubungan yang tidak biasa dengan pemerintah.”

Jiang Pengyong khawatir akan dijebak, jadi dia menyewa seorang pengacara domestik profesional guna mengetahui keaslian dokumen berlambang merah itu.

Jiang Pengyong menjelaskan, “Kemudian departemen pemerintah itu mengatakan bahwa dokumen berlambang merah itu asli. Mereka mengetahuinya, mengakuinya, dan memberi wewenang kepada Huang Zhongnan untuk mengurus hal itu, dan dokumen berlambang merah yang diberikan kepada saya juga asli, jadi masalah ini sangat misterius.”

Pasca merebaknya virus corona, Partai Komunis Tiongkok kemudian malah membeli masker dari luar negeri. Tidak hanya pedagang Tiongkok membeli secara besar-besaran, tetapi bahkan warga Tiongkok daratan yang tinggal di luar negeri juga secara besar-besaran menyapu bersih barang-barang terkait dan mengirimnya kembali ke Tiongkok. Itu  menyebabkan krisis masker secara global.

Jiang Pengyong menjelaskan bahwa pembelian itu setara dengan peningkatan jumlah pengadaan material sejak 27 Januari. Dengan kata lain, Partai Komunis Tiongkok masih menyebarkannya saat ini. Direktur Gao dari Pusat Pencegahan penyakit bahkan mengatakan bahwa virus itu dapat dicegah dan disembuhkan, tidak akan menyebar dari orang ke orang, jadi itu artinya mereka tahu bahwa masalah ini sudah di luar kendali. 

Saat itu, selain Hubei dan Zhejiang, banyak terjadi kasus infeksi, tetapi media tidak diizinkan untuk melaporkan hal itu. Artinya, Partai Komunis Tiongkok membiarkan penyebaran virus. 

Pikiran pertama Partai Komunis Tiongkok adalah tidak memberi tahu hal yang sebenarnya. Partai Komunis Tiongkok membiarkan semua orang diam, atau menimbun persediaan makanan. Pertama yang mereka pikirkan adalah segera memborong masker dari luar negeri.  

Jiang Pengyong meniali, semuanya sangat jelas, bahwa Partai Komunis Tiongkok membiarkan penyebaran virus dan melarang media apapun untuk melaporkan virus yang sangat menular itu. 

Di sisi lain, Partai Komunis Tiongkok menyiapkan terlebih dahulu untuk membeli masker di luar negeri. Semua ini telah direncanakan sebelumnya. Karena Partai Komunis Tiongkok tahu bahwa epidemi telah menyebar di luar kendali. (jon)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular