Wu Xin

Kawanan sebuah laporan tentang sensor informasi selama wabah virus Komunis Tiongkok diterbitkan. Laporan itu menyebutkan bahwa platform WeChat menanamkan 2174 kata kunci yang berhubungan dengan virus Partai Komunis Tiongkok

Sejak pecahnya virus Partai Komunis Tiongkok, selain menutup kota dan jalan, Partai Komunis Tiongkok juga memperkuat sensor internet untuk memblokir informasi yang relevan. Baru-baru ini, sebuah laporan tentang sensor informasi selama wabah virus Komunis Tiongkok diterbitkan. Laporan itu mengungkapkan luasnya ruang lingkup penyensoran Partai Komunis Tiongkok melalui WeChat tentang situasi epidemi itu sungguh sangat mengejutkan.

Pada 25 Agustus, laporan kedua tentang Penularan Tersensor II dari Citizens Lab Toronto terkait penyensoran informasi Partai Komunis Tiongkok dirilis. Laporan itu menyebutkan bahwa platform WeChat menanamkan 2174 kata kunci yang berhubungan dengan virus Partai Komunis Tiongkok (juga dikenal sebagai virus Wuhan dan Virus Corona Baru) antara 18 Januari hingga 14 Mei 2020 untuk menyaring informasi. 

Pada 27 Agustus lalu, majalah sains dan teknologi Amerika, Wired, melakukan wawancara dengan pemimpin penelitian di balik laporan baru tersebut.

 Laporan Wired menyebutkan bahwa selama ini, beberapa topik politik yang sensitif, seperti insiden 4 Juni yakni pembantaian di Lapangan Tiananmen 1986, disensor secara ketat di Tiongkok. 

Namun, para peneliti di Citizens Lab, sebuah kelompok penelitian yang berfokus pada teknologi dan hak asasi manusia di Universitas Toronto, menemukan bahwa penyensoran online Partai Komunis Tiongkok mencapai tingkatan baru selama penyebaran virus Partai Komunis Tiongkok. 

Masashi Crete-Nishihata, wakil direktur Citizens Lab, mengatakan: “Luasnya ruang lingkup penyensoran Partai Komunis Tiongkok di luar dugaan kami, termasuk informasi kesehatan umum, seperti fakta tentang penularan virus dari orang ke orang.”

 Isi ulasan mengikuti perkembangan zaman, epidemi dipolitisasi oleh Partai Komunis Tiongkok

Laporan penelitian terbaru dari Citizen Lab menggunakan waktu sebagai poros, membagi konten ulasan menjadi tiga blok tematik yakni virus Komunis Tiongkok pecah di Tiongkok; virus Komunis Tiongkok melanda dunia; dan Amerika Serikat menjadi pusatnya pandemi.

Laporan Citizens Lab menyebutkan, bahwa sejak awal pemerintah Partai Komunis Tiongkok mencoba mengontrol opini publik. Ketika warga Wuhan dalam kondisi lockdown, WeChat memblokir frasa yang berkaitan dengan pengungkapan dokter setempat, Li Wenliang. 

Li Wenliang memperingatkan rekan-rekannya tentang penyakit menular baru sebelum pemerintah mengungkapkan epidemi itu. WeChat juga mencegah penggunanya membahas pengumuman dari pejabat Partai Komunis Tiongkok bahwa mereka pertama kali memberitahu pemerintah Amerika Serikat tentang virus tersebut pada 3 Januari. Hampir tiga minggu kemudian, pejabat Partai Komunis Tiongkok baru memberi tahu kepada rakyat Tiongkok.

Pada Maret lalu, virus Partai Komunis Tiongkok telah menjadi pandemi global, dan WeChat mulai mencegah publik menyebut organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Palang Merah. 

WeChat juga meninjau dan menyensor laporan covid-19 di negara dan wilayah lain termasuk Arab Saudi, Turki, Rusia, dan Inggris. Citizen Lab menemukan bahwa kata kunci yang diblokir terkait dengan dunia itu sebagian besar berhubungan dengan Amerika Serikat, ini merupakan subjek dari bagian ketiga laporan tersebut.

Sejak awal tahun, hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat mulai tegang, dan epidemi virus Partai Komunis Tiongkok telah menjadi fokus konflik antara kedua negara. Pada akhir Februari, Institut Virologi Wuhan menjadi fokus, dan WeChat dengan cepat memblokir penyebutan kata “Bannon dan Bio Lab” serta istilah terkait lainnya.

Pada Mei lalu, ketika hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat jatuh ke titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Sekelompok senator Republik mengusulkan sebuah rancangan undang-undang untuk mengubah nama jalan di luar Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menjadi “Li Wenliang Plaza” yang merupakan nama seorang dokter di Wuhan. WeChat dengan cepat menyensor beberapa kata kunci yang terkait dengan rancangan undang-undang tersebut.

Menurut Masashi Crete-Nishihata, sistem sensor ini menunjukkan tren politisasi epidemi oleh Partai Komunis Tiongkok dan pentingnya komunikasi kesehatan masyarakat yang berbasis fakta, terbuka dan efektif.

WeChat adalah alat untuk penyensoran dan pemantauan ketat oleh Partai Komunis Tiongkok

Majalah Wired melaporkan bahwa platform internet Partai Komunis Tiongkok bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah sensor dari pemerintah dan bertanggung jawab atas konten yang diposting oleh pengguna. 

WeChat menggunakan server jarak jauh untuk memblokir konten. Ini artinya bahwa grup penelitian seperti Citizen Lab tidak dapat mempelajari sensor aplikasi dengan melihat kodenya. Saat memperkenalkan metode penelitian mereka, wakil direktur Citizens Lab Masashi Crete-Nishihata mengatakan,: “Kami mengirim pesan ke server untuk melihat apakah pesan tersebut diterima, tetapi kami tidak dapat melihat sistem kerja internalnya, jadi kami tidak dapat mengetahui dengan tepat aturan penyensoran WeChat.”

Menurut pejabat Amerika Serikat, WeChat adalah alat sensor, pengawasan, dan alat propaganda Partai Komunis Tiongkok yang ketat bagi jutaan warga Tiongkok yang tinggal di luar negeri. 

Fergus Ryan, seorang peneliti di Institut kebijakan strategis Australia, mengatakan kepada Bloomberg: “Asal tahu saja, Partai Komunis Tiongkok melakukan penyensoran melalui perusahaan seperti Tencent dan ByteDance (perusahaan induk TikTok) dan mengalihkan tanggung jawab kepada mereka.”

Tim peneliti dari Citizen Lab membuat tiga akun virtual di WeChat dan membentuk grup, lalu mengirimkan informasi berita dalam bahasa Mandarin ke grup untuk mengamati apakah pesan terkait diblokir di grup. Jika pesan tersebut diblokir, peneliti akan melakukan tes lebih lanjut untuk memastikan kata kunci mana yang memicu penyensoran.

Studi tersebut menemukan bahwa beberapa berita yang diblokir awalnya dirilis oleh media resmi Partai Komunis Tiongkok. Dengan kata lain, meskipun beberapa topik dapat didiskusikan dengan bebas di media yang dikendalikan oleh pemerintah Komunis Tiongkok, namun topik tersebut tetap saja diblokir di WeChat.

WeChat bukan satu-satunya platform penyensoran, sensor dijalankan secara acak tanpa daftar kata kunci terpusat

WeChat bukan satu-satunya platform bagi pemerintah Partai Komunis Tiongkok untuk menyensor opini. Dalam laporan sebelumnya yang dirilis pada Maret lalu, Citizen Lab memeriksa kata kunci yang diblokir terkait dengan epidemi virus Partai Komunis Tiongkok di platform siaran langsung Tiongkok, YY. 

Tidak seperti WeChat, YY melakukan penyensoran dari sisi pengguna, artinya menyensor dalam kode aplikasi itu sendiri. Dengan merekayasa balik aplikasi ini, Citizen Lab dapat mengekstrak daftar kata kunci yang disensor, termasuk kata kunci “Pneumonia Wuhan yang tidak diketahui” dan “Pasar Makanan Laut di Wuhan.” Kedua kata kunci ini diblokir pada akhir Desember tahun lalu.

Peneliti menemukan bahwa ada sedikit kesamaan antara kata kunci yang diblokir oleh YY dan yang digunakan oleh WeChat. Hal ini biasa saja, sebaliknya, penyensoran yang tumpang tindih antara platform Tiongkok sangat terbatas. 

“Ini adalah salah satu hasil paling konsisten sejak kami melakukan penelitian di bidang ini dalam sepuluh tahun terakhir,” kata wakil direktur Citizens Lab Masashi Crete-Nishihata.

Perusahaan yang membentuk ekosistem internet Tiongkok yang kompleks mungkin perlu melapor ke lembaga pemerintah yang berbeda, atau mereka mungkin menafsirkan aturan yang sama dengan cara yang berbeda.

“Jelas, sejak awal krisis virus, Partai Komunis Tiongkok secara aktif mencari alat digital yang dapat digunakan untuk mengontrol opini di wilayahnya,” jelas Masashi Crete-Nishihata.  (Jon/rp)

Editor : Lin Yan

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular