oleh Su Jinghao

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali mengusulkan gagasan untuk pemisahan ekonomi, berencana untuk mengekang hubungan ekonomi yang bergantung antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Trump mengatakan bahwa terlepas dari pemisahan atau penerapan tarif tinggi, Amerika Serikat harus bebas dari ketergantungan pada Tiongkok.

Gagasan untuk pemisahan ekonomi, diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada hari Senin, 7 September 2020 lalu. Trump menegaskan terlepas dari pemisahan atau penerapan tarif tinggi, Amerika Serikat harus bebas dari ketergantungan pada Tiongkok.

Trump juga memperingatkan perusahaan Amerika yang menciptakan pekerjaan di luar negeri. Menurut Trump perusahaan Amerika Serikat yang berbisnis di daratan Tiongkok akan dilarang ikut tender proyek dari pemerintah federal.

 Trump menilai jika dua ekonomi terbesar dunia tidak lagi memiliki ikatan ekonomi, Amerika Serikat tidak akan mengalami kerugian.

 Perusahaan Amerika Serikat yang berbisnis di daratan Tiongkok akan dilarang memperoleh kontrak federal

 “Kita akan memproduksi pasokan penting di Amerika Serikat, memberlakukan kredit pajak untuk produk yang ‘Mede in USA’, kembali menciptakan lapangan kerja di Amerika Serikat. Kita juga berencana mengenakan tarif pada produk dari perusahaan Amerika  yang mengabaikan kepentingan Amerika  dan menciptakan lapangan kerja di daratan Tiongkok atau negara lain”, kata Trump pada konferensi pers di Gedung Putih.

Ketika berbicara tentang perusahaan Amerika, Trump mengatakan : “Jika mereka tidak dapat berproduksi di sini (Amerika Serikat), tetapi berproduksi di tempat lain dan mengirimkan produksi negara lain ke negara kita, maka mereka harus membayar pajak yang tinggi”.

 Menurut Trump, Amerika Serikat akan melarang perusahaan yang melakukan outsourcing kepada perusahaan Tiongkok untuk menandatangani kontrak dengan pemerintah federal, selain akan ditunjuk untuk ikut ambil bagian dalam mempertanggungjawabkan penyebaran global virus komunis Tiongkok.

 Trump dapat mewujudkan kebijakan total decoupling dengan Tiongkok pada masa jabatan keduanya 

 Trump kembali menyinggung soal pembebasan ekonomi Amerika Serikat dari ketergantungan dengan Tiongkok.  “Jadi ketika Anda menyebutkan kata decoupling, itu adalah istilah yang menarik,” kata Trump.

 Amerika Serikat telah kehilangan miliaran dolar, jika Amerika Serikat tidak berbisnis dengan Komunis Tiongkok, maka Amerika Serikat tidak akan kehilangan miliaran dolar. 

“Ini yang disebut decoupling (pemisahan), jadi Anda akan mulai mempertimbangkannya,” kata Trump.

 Trump menjelaskan, baik itu decoupling atau apa yang sudah dirinya lakukan, yakni memberlakukan tarif tinggi terhadap komoditas Tiongkok, Amerika Serikat akan mengakhiri ketergantungan  kepada Tiongkok karena Amerika Serikat tidak dapat mengandalkan Tiongkok.

Bagi Trump, Amerika Serikat  tidak harus melakukan bisnis dengan Tiongkok.  Soal menghentikan ketergantungan, Trump menjelaskan, bahwa jika komunis Tiongkok  memperlakukan Amerika Serikat secara tidak benar, Trump pastikan bahwa akan melakukan hal itu.

 Seperti disampaikan dalam wawancara dengan Fox Business pada 14 Mei lalu, Trump menegaskan dirinya  memiliki banyak cara. Amerika Serikat  dapat memutus semua hubungan dengan komunis Tiongkok. 

 Sementara itu Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steve Mnuchin pada bulan Juni juga pernah mengatakan bahwa jika perusahaan Amerika Serikat tidak diizinkan untuk bersaing dengan pijakan yang sama dalam ekonomi Tiongkok, maka hal itu akan menyebabkan pemisahan ekonomi Amerika Serikatdengan Tiongkok.

 Trump tidak mengungkapkan kapan kebijakan decoupling akan direalisasikan, tetapi menjadikannya sebagai bagian langkah dari agenda masa jabatan presiden yang kedua kalinya.

 Para analis memperkirakan bahwa kebijakan decoupling Amerika Serikat akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 3.5%.

 Amerika Serikat  tidak mengharapkan komunis Tiongkok menggunakan dana Amerika  untuk memperbesar kekuatan militernya.

 Trump : Jika Biden terpilih, Tiongkok akan memiliki Amerika Serikat

 Mengenai pemilu Amerika Serikat yang segera akan tiba, Trump menegaskan kembali  bahwa jika Joe Biden terpilih, maka komunis Tiongkok akan menang. Tiongkok akan memiliki Amerika Serikat. 

 “Ini adalah pemilu paling penting dalam sejarah kita. Di bawah manajemen saya, kita akan menjadikan Amerika Serikat negara adidaya manufaktur dunia, dan kita akan mengakhiri ketergantungan terhadap Tiongkok untuk selamanya,” kata Trump.

 Pada 25 Agustus, Senator Tom Cotton memberikan kepada Fox News sebuah artikel yang berisikan sejumlah pendirian Joe Biden, kandidat presiden yang diusung Partai Demokrat Amerika Serikat soal urusan Tiongkok selama beberapa dekade terakhir. 

Tom Cotton memperingatkan bahwa Joe Biden telah membantu kebangkitan komunis Tiongkok. Andaikata “menyerahkan” Gedung Putih kepada Biden, maka Amerika Serikat akan membayar harga yang amat sangat tinggi.

 Dia menulis bahwa baru tahun lalu, bahkan sebelum virus komunis Tiongkok menyerang Amerika Serikat, Joe Biden dalam kegiatan menarik simpatik pemilih masih menyampaikan ucapan kuno berupa “Partai Komunis Tiongkok bukan penjahat, juga bukan pesaing kita.”

 Tom Cotton mengatakan bahwa jutaan orang Amerika Serikat yang kehilangan pekerjaan karena praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil dan jujur pasti tidak akan setuju dengan ucapan Biden itu.

“Pernyataan tersebut mencerminkan sikap sebenarnya dari seorang Joe Biden dan menunjukkan kepada kita bagaimana dia akan memerintah jika dirinya yang menjadi presiden,” kata Cotton. (sin/rp)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular