Lin Yan

Seorang mahasiswa dari Universitas Nasional Teknologi Pertahanan Tiongkok bernama Guan Lei, ditangkap di Amerika Serikat pada Agustus 2020 lalu. Dia diduga menghancurkan barang bukti dan menghalangi penyelidikan Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Biro Investigasi Federal. Kabar terakhir, tunangannya melarikan diri setelah setuju untuk dijadikan saksi yang tercemar dan ditangkap di bandara.

Dilaporkan bahwa dua hari setelah wawancara Guan Lei dengan FBI pada Juli lalu, Guan Lei buru-buru bersiap untuk naik pesawat dan kembali ke Tiongkok. Saat di bandara, pejabat perbatasan menolak mengizinkan meninggalkan negara Amerika Serikat  karena dia merusak kepentingan Amerika Serikat. Setelah kembali, Guan Lei merusak hard drive komputer dan diselipkan ke kaus kaki, kemudian dibuang ke tong sampah.

Guan Lei, berusia 29 tahun, kuliah di University of California, Los Angeles dengan visa non-imigran J-1 sejak 2018, dan bidang penelitiannya adalah kecerdasan buatan.

Jaksa menduga Guan Lei mentransfer perangkat lunak sensitif Amerika Serikat atau data teknis kembali ke Tiongkok untuk digunakan dalam pengembangan superkomputer dengan aplikasi peledak nuklir.

Tunangan Guan Lei, yakni Yang Zhihui, juga seorang mahasiswa Tiongkok yang mengambil jurusan ilmu komputer di University of California, Irvine, Orange County, California, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Yang Zhihui setuju untuk menjadi saksi  dalam kasus tersebut, tetapi dia mencoba untuk naik pesawat penerbangan ke Tiongkok pada 31 Agustus tanpa memberitahu jaksa. Pada hari yang sama, dia ditangkap di bandara.

Dua hari setelah agen FBI tiba, Guan Lei buru-buru ingin segera kembali ke Tiongkok

Pada 17 Juli, agen FBI mendatangi apartemen Guan Lei dan mewawancarainya. Dia setuju petugas penegak hukum untuk menggeledah laptop dan dua ponselnya di tempat, mengatakan dia tidak memiliki perangkat penyimpanan digital lainnya. 

Dilaporkan bahwa ponsel dan laptopnya baru-baru ini diformat ulang, dan tidak meninggalkan data sebelumnya.

Pada 19 Juli, dua hari setelah diwawancarai oleh penyelidik federal, Guan Lei bergegas ke Bandara Los Angeles dan mencoba naik pesawat yang menuju ke Tiongkok.

Pada saat itu, Guan Lei menolak agen federal untuk memeriksa komputernya. Ketika agen federal bertanya kepadanya apakah Guan Lei telah menghubungi konsulat atau kedutaan Tiongkok. Guan Lei menjawab tidak.

Setelah diperiksa, petugas bea cukai tidak mengizinkan Guan Lei untuk naik pesawat dan mengatakan kepadanya, “Kepergian Anda dari Amerika Serikat akan merugikan kepentingan Amerika Serikat.”

Setelah kembali ke apartemen, Guan Lei terlihat membuang hard drive ke tong sampah di sekitar tempat tinggalnya. Hard drive telah dirusak oleh Guan Lei

Kesaksian Guan Lei menyatakan bahwa dia berdialog dengan FBI karena dia tidak menyembunyikan sesuatu apa pun. Dia yakin bahwa dia menjadi sasaran karena “iklim politik antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Menyembunyikan Rahasianya kepada FBI Terkait Hubungannya dengan Konsulat Tiongkok

Guan Lei juga berbohong kepada penyelidik FBI. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan konsulat Tiongkok selama dua tahun di Amerika Serikat.

Surat dakwaan mengutip catatan komunikasi email yang menunjukkan bahwa pada bulan Juni dan Juli, Guan Lei mengirim banyak email bolak-balik dengan Konsulat Tiongkok di Los Angeles dan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, D.C.

 Dalam salah satu email, Guan Lei menyatakan prihatin Universitas Nasional Teknologi Pertahanan Tiongkok dimasukkan ke daftar hitam Amerika, dan meminta bantuan untuk kembali ke Tiongkok.

Surat dakwaan menyatakan bahwa FBI memperoleh email tersebut dari Google melalui surat perintah penggeledahan.

FBI semakin memfokuskan para mahasiswa Tiongkok sejak tahun lalu, dan mereka menemukan bahwa akademisi Tiongkok adalah salah satu sarana yang menyebabkan pencurian atas rahasia penelitian Amerika.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggugat beberapa peneliti dengan latar belakang militer Partai Komunis Tiongkok musim panas ini. 

Di situs web Konsulat Partai Komunis Tiongkok di Amerika juga secara terbuka mengingatkan mahasiswa Tiongkok agar berhati-hati dengan perangkat elektronik yang diperiksa di bandara. Bahkan diplomat Partai Komunis Tiongkok mengunjungi secara langsung ke berbagai tempat untuk memperingatkan sebagian mahasiswa agar waspada terhadap penyelidikan dan penyaringan besar-besaran oleh federal. 

Konsulat Partai Komunis Tiongkok juga mendesak personel militer Partai Komunis Tiongkok untuk menghapus perangkat elektronik sampai tuntas dan catatan obrolan media sosial.

Hard Drive Diselipkan ke Dalam Kaus Kaki dan Dibuang ke Tong Sampah

Setelah sepekan dipaksa kembali ke apartemennya, Guan Lei berjalan mondar-mandir di gedung apartemen, kemudian berhenti di tong tempat pembuangan sampah, lalu mengambil sebuah benda dari dalam kaus kaki dan membuangnya. Saat itu, Yang Zhihui tunangannya berdiri di sampingnya.

Agen FBI kemudian mengeluarkan hard drive kecil dari tempat sampah dan hard drive itu cocok dengan laptop Namun, hard drive itu telah dirusak dengan sengaja dan data dalam disk juga telah dihapus.

Penelitian Guan Lei Tentang Algoritma Berhubungan dengan Superkomputer untuk Militer

Kasus terbaru terkait dengan penelitian aplikasi militer yang sedang berlangsung berhubungan dengan militer komunis Tiongkok.

Dakwaan tersebut juga menyatakan bahwa Guan Lei mempelajari algoritma pengoptimalan dan penerapannya dalam pembelajaran mesin selama kuliah di jurusan matematika Universitas California, Los Angeles.

Profesor Guan Lei di Universitas Nasional Teknologi Pertahanan Tiongkok adalah letnan jenderal militer Partai Komunis Tiongkok, Lu Xicheng. Lu pernah terlibat dalam pengembangan sistem komputer untuk Kepala Staf Umum Partai Komunis Tiongkok, Departemen Persenjataan Umum, Angkatan Udara, prakiraan cuaca militer, dan teknologi nuklir.

Surat dakwaan tersebut menyatakan bahwa Universitas Nasional Teknologi Pertahanan Tiongkok diduga membeli komponen asal Amerika, mengakuisisi teknologi Amerika, dan mengembangkan super komputer dengan aplikasi peledak nuklir. 

Universitas Nasional Teknologi Pertahanan Tiongkok telah dimasukkan dalam daftar entitas (blacklist) oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat karena ketentuan non-proliferasi nuklir.

Namun, profesor penasihatnya di Amerika Serikat mengatakan kepada FBI bahwa dia tidak menerima peringatan tentang tindakan Guan Lei yang melanggar hukum. Surat dakwaan tidak menyebutkan nama profesor Guan Lei di Universitas California, tetapi halaman web pribadi Yin Wotao, seorang profesor matematika di Universitas California, Los Angeles, sebelumnya mencantumkan Guan Lei sebagai mahasiswa tamu.

Halaman web sekolah Yin Wotao menyatakan bahwa dia sedang berlibur. Dilaporkan bahwa dia memiliki hubungan kerja sama dengan organisasi perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba Group Holding Company di Amerika Serikat.

Guan Lei akan didakwa pada 17 September 2020. Dia didakwa menghancurkan barang bukti, termasuk kejahatan berat dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. (jon)

Editor : Lin Yan

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular