Daniel Y.Teng

Pemerintah Australia mendorong kembali operasi propaganda Beijing di luar negeri. Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton memperingatkan bahwa, para jurnalis asing di Australia akan menghadapi pengawasan dari agen federal jika jurnalis asing memberikan “pandangan miring ke komunitas tertentu.”

“Jika orang-orang berada di sini sebagai jurnalis dan mereka melaporkan berita dengan adil, maka tidak apa-apa,” kata Peter Dutton kepada program Insiders ABC pada tanggal 13 September 2020. 

Peter Dutton menambahkan, jika orang-orang menyamar sebagai jurnalis atau pemimpin bisnis atau siapa pun, dan ada bukti bahwa mereka bertindak yang bersifat berlawanan dengan hukum Australia, maka Organisasi Keamanan dan Intelijen Australia dan Polisi Federal Australia dan lembaga lainnya akan bertindak.

Komentar Peter Dutton muncul setelah pada tanggal 10 September 2020, terungkap empat warganegara Tiongkok dilarang memasuki kembali Australia. Larangan itu menyusul dugaan penggerebekan oleh Polisi Federal Australia dan Organisasi Keamanan dan Intelijen Australia, atas kekhawatiran campur tangan asing dan spionase.

Tao Shelan, salah satu warganegara Tiongkok yang terlibat dalam penggerebekan tersebut. Ia adalah Kepala Biro Australia untuk China News Service — outlet media terbesar kedua di Beijing yang dikelola pemerintahan Komunis Tiongkok mengikuti Xinhua.

China News Service adalah satu dari sembilan organisasi media yang didukung Komunis Tiongkok, di mana Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan sebagai misi asing, artinya mereka dianggap “secara substansial dimiliki atau dikendalikan secara efektif” oleh suatu negara.

Keputusan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada akhirnya, menghilangkan semua anggapan bahwa China News Service adalah entitas independen.

Layanan ini dikendalikan oleh  United Front Work Department (UFWD), yaitu organ penyusupan di luar negeri terkemuka milik partai komunis Tiongkok. United Front Work Department menjadi tenar karena hubungannya dengan jatuhnya mantan Senator Partai Buruh, Sam Dastyari.

China News Service bertindak sebagai lengan media United Front Work Department dan memainkan sebuah peran integral dalam membangun kemitraan dengan media luar negeri, tujuannya untuk menawarkan konten gratis, yang mencakup materi yang telah disetujui sebelumnya dari Beijing.

Saat ini, China News Service mendukung lebih dari 200 publikasi berbahasa Mandarin secara global. Di Australia, China News Service menjalankan Pacific Media Group di luar Melbourne.

Para pemimpin dari China News Service dan United Front Work Department juga menjadi tajuk utama dua tahunan Forum Media Bahasa Mandarin Global. 

The Epoch Times mengungkapkan bahwa konferensi itu adalah acara besar, dihadiri oleh anggota kelas berat Partai Komunis Tiongkok yang ingin berbaur dan bergaul dengan ratusan pemilik dan manajer senior media dari seluruh  dunia.

Tao Shelan menghadiri forum tersebut dua kali. Pada tahun 2019, ia adalah wanita yang berusia 37 tahun yang merupakan delegasi dari Australia.

Pada tanggal 28 Agustus, penjabat Menteri Imigrasi Alan Tudge memperingatkan bahwa para aktor asing itu berusaha untuk “menumbuhkan perpecahan” di Australia dan “menabur ketidakpercayaan” di pemerintah dan institusi Australia.

Alan Tudge sangat prihatin akan jangkauan aktor asing di masyarakat multikultural, ia memperingatkan bahwa “informasi yang memfitnah atau propaganda ”dapat menyebar melalui media etnis, yang mencakup media yang “dikendalikan atau didanai” oleh para pemain negara.

Anggota masyarakat dengan kemampuan bahasa Inggris yang buruk dipertimbangkan adalah sangat rentan. (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular