Li Shi

Meskipun masih menjadi pendapatan kotor tertinggi pada akhir pekan, film berjudul Mulan hanya berada di atas film sejarah lokal “The Eight Hundred” yang meraup 21,7 juta dolar menurut data dari pelacak industri Maoyan.

Sementara itu, “Tenet” karya Christopher Nolan berada di urutan ketiga dengan hanya menghasilkan 10,2 juta dolar di akhir pekan kedua. Saat ini diperkirakan total yang didapat oleh “Tenet” sekitar 65 juta dolar. Situs web ulasan film daratan Douban, film tersebut hanya mendapat peringkat film yang buruk sebesar 4,8 poin, jauh di belakang “Tenet” yang meraih 7,8 poin.

 Film Disney “Mulan” telah memicu kontroversi sejak pembuatan film dimulai. Pertama, film itu dibombardir karena “Adaptasi (Film) yang berlebihan”, dan kemudian mengubah naskah untuk menentukan artis Tiongkok Crystal Liu Yifei yang memerankan tokoh Hua Mulan, sehingga memicu berbagai masalah.

Tahun lalu, selama gerakan protes anti-ekstradisi di Hong Kong, Crystal Liu Yifei, memosting pernyataanya mendukung tindakan represif polisi Hong Kong terhadap demonstran. Akibatnya, menyebabkan ketidakpuasan di antara masyarakat Hong Kong dan meluncurkan gerakan “Boikot Mulan”.

Sementara itu, aktor Hong Kong Donnie Yen yang juga terlibat dalam film Mulan mengucapkan selamat atas kembalinya Hong Kong, ketika Komunis Tiongkok secara paksa menerapkan “Undang-undang Keamanan Nasional versi Hong Kong”. Pernyataan Donnie Yen kembali memicu gelombang boikot terhadap film tersebut.

Baru-baru ini, film Disney “Mulan” kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dirilis. Sebagian dari film tersebut dibuat di Xinjiang dan delapan lembaga pemerintah di Xinjiang tampak dalam daftar nama di akhir film. Hal ini pun seketika menimbulkan kemarahan publik, karena di antara nama lembaga itu, “Biro Keamanan Umum Turfan/Tulufan, Xinjiang” dan “Departemen Propaganda Komite Daerah Otonomi Xinjiang” itu sendiri sebenarnya adalah institusi Partai Komunis Tiongkok, yang berpartisipasi dalam “kamp pendidikan ulang” pada etnis Uighur. Institusi itu terlibat dalam kejahatan berupa penangkapan ilegal, pemenjaraan, pencucian otak dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

 Aktivis demokrasi Hong Kong Joshua Wong serta pemimpin gerakan demokrasi 4 Juni 1986, Wang Dan dan aktivis lainnya, mengkritik The Walt Disney Company karena tunduk pada Beijing demi uang dan menyerukan boikot pada film “Hua Mulan.” 

Publik dari Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Thailand dan belahan dunia lainnya, kemudian berpartisipasi dalam gelombang pemboikotan film tersebut.

Sementara itu, sejumlah politisi di Amerika Serikat juga secara terbuka mengutuk Komunis Tiongkok yang menindas hak asasi manusia, namun Disney justeru bekerja sama dengannya, hal ini sama dengan menghina nilai-nilai universal Amerika. Di antaranya, Senator Josh Hawley menyatakan secara langsung kepada CEO Disney Bob Chapek, memintanya menjelaskan masalah hak asasi manusia yang dipicu oleh film Disney Mulan.

Senator Hawley berkata : “Disney sedang mencuci genosida Partai Komunis TIongkok terhadap etnis Uyghur, yang melanggar prinsip perusahaan (the Walt Disney Company).” Hawley mengecam Disney menjadi “kaki tangan”  Komunis Tiongkok yang melanggar hak asasi manusia dan “menempatkan kepentingan di atas prinsipnya.” Disney tidak hanya mengabaikan genosida Komunis Tiongkok dan kekejaman lainnya, tetapi bahkan berkontribusi pada perilaku ini dan menghina nilai-nilai Amerika.”

Sekadar diketahui, pada 13 Agustus 2018, Disney mengumumkan pembuatan film “Mulan”. Pada saat itu, pemerintah AS dan LSM telah merilis sejumlah besar laporan tentang penganiayaan terhadap etnis Uighur dan lainnya di “kamp konsentrasi” Xinjiang. (jon)

Editor : Zhang Yun

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular