Li Yun

Partai Komunis Tiongkok baru saja mengadakan Konferensi Penghargaan Nasional untuk memerangi epidemi virus Partai Komunis Tiongkok. Namun, Kota Ruili di Provinsi Yunnan ditutup karena kasus yang baru dikonfirmasi dan semua sekolah juga ditutup. 

Sebuah video online menunjukkan Pemerintah Kota Ruili dengan cepat membangun ribuan rumah sakit kabin persegi. Pada malam ketika kota Ruili ditutup, prefektur Dali mengirim lebih dari 200 staf medis ke Ruili. Harga daging babi lokal kembali melonjak hingga 100 yuan (RMB) per 500 gram.

Karena penyebaran virus di seluruh dunia dan jumlah infeksi serta kematian masih terus meningkat, pada tanggal 8 September lalu, Partai Komunis Tiongkok mengadakan Konferensi Penghargaan Nasional untuk Memerangi epidemi virus Komunis Tiongkok di Aula Besar Lapangan Tiananmen. 

Semua pemimpin Partai Komunis Tiongkok tertinggi hadir. Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping menyampaikan pidato dan menganugerahi medali atau gelar kehormatan kepada beberapa pekerja medis, dan memberi gelar sebagai “Pahlawan Rakyat.”

Namun, tak lama setelah drama penghargaan ini dipentaskan di hadapan dunia, beredar laporan tentang kasus yang dikonfirmasi di kota Ruili, provinsi Yunnan, Jiangsu, Nanjing dan Henan, di antaranya kota Ruili di provinsi Yunnan telah ditutup.

Menurut laporan media resmi setempat, pihak berwenang kota Ruili mengadakan konferensi pers pada 14 September malam waktu setempat dan mengumumkan bahwa mulai dari jam 10 malam, warga dilarang masuk atau keluar dari daerah perkotaan Ruili jika tidak ada kepentingan mendesak. Waktunya diberlakukan sementara selama satu minggu. 

Pada saat yang sama, pengujian asam nukleat akan dilakukan untuk semua warga, dan semua warga perkotaan mengisolir diri di rumah. 8 prefektur perbatasan (kota) dan 25 kabupaten perbatasan (kota) di Yunnan harus segera memasuki kondisi pencegahan epidemi di masa perang.

Lingkungan komunitas tempat tinggal pasien ditutup. Warga dan kendaraan hanya boleh masuk, tak boleh keluar, dan warga di luar area lingkungan dilarang masuk. Daerah pemukiman di sekitar juga telah menerapkan isolasi rumah.

 Media setempat melaporkan bahwa pada 14 September, Rumah Sakit kabin persegi kota Ruili telah selesai dibangun. 

“Benar-benar super kilat!” sindir netizen

Sebuah video online menunjukkan, Rumah Sakit kabin persegi di kota Ruili diperkirakan memiliki ribuan tempat tidur pasien. Warganet mempertanyakan: “Memangnya perlu rumah sakit kabin sebesar itu, sementara pemerintah hanya melaporkan 2 kasus yang dikonfirmasi?”

Menurut laporan media Partai Komunis Tiongkok, Ruan Chengfa, wakil sekretaris Komite Partai Provinsi Yunnan, Gubernur, dan pemimpin Kelompok Kerja Epidemi, mengunjungi Rumah Sakit kabin persegi di kota Ruili pada tanggal 14 September. 

Laporan tersebut juga menerbitkan foto Ruan Chengfa di dalam Rumah Sakit kabin persegi untuk kota Ruili. Ribuan tempat tidur rumah sakit telah ditempatkan di dalam ruangan yang besar, menunggu pasien yang dikonfirmasi.

Selain itu juga beredar sepenggal video di internet, seorang penumpang tiba-tiba jatuh terkulai di Bandara Yunnan, Tiongkok.

Pada malam ketika kota Ruili ditutup, Prefektur Dali mengirim lebih dari 200 staf medis ke kota Ruili pada malam itu.

Warganet mempertanyakan melalui beragam komentar.

“Mengapa mengirim begitu banyak pekerja medis? Membangun rumah sakit kabin persegi dengan ukuran yang besar?” 

“Pasti tidak ada sesuatu yang baik ketika rumah sakit kabin persegi sudah dipersiapkan sejak awal, “Seberapa serius sih… diharap tidak menyembunyikan fakta yang sebenarnya! Dunia akan semakin buruk jika terus berbohong.”

Seorang karyawan Ruili City Hotel menuturkan kepada media NTDTV pada tanggal 15 September, bahwa situasi epidemi setempat sangat serius. Lingkungan tempat tinggal mereka ditutup total, begitu juga dengan toko, semuanya tutup. Hotel tempat kerjanya masih buka, dan akan ditutup total setelah para tamu check-out.

Zhang Mei, seorang warga yang tinggal di dekat Xinguang road, Kota Ruili, menuturkan, semua orang sekarang tinggal di rumah masing-masing. Mereka tidak bisa keluar, dan pengiriman ekspres juga berhenti. Jalanan kosong. Tidak ada toko yang buka, hanya supermarket besar yang buka.

Zhang Wenbing, warga Komunitas Aoxingshiji, kota Ruili,mengatakan bahwa setelah pemerintah setempat mengeluarkan perintah untuk menutup kota, orang-orang berusaha memborong barang-barang kebutuhan pokok. 

Dari tengah malam sejak 14 September hingga keesokan paginya, warga berbondong-bondong ke supermarket, menyebabkan harga melonjak, dan harga daging naik dua kali lipat dari biasanya, melonjak hingga 100 yuan atau sekitar Rp.210 ribu.

Pada Konferensi Pers tentang Epidemi Kota Ruili pada tanggal 15 September malam itu, direktur Pengawasan Pasar Ruili mengatakan bahwa entitas pasar yang menjual daging babi dengan harga tinggi akan ditangguhkan untuk pemulihan.

Menurut Zhang Mei, seorang warga setempat pada 16 September 2020 selain supermarket, jika ada yang menjual daging di luar, harganya akan lebih dari 100 yuan. Namun, supermarket tidak naik sebanyak itu karena dikontrol. Sementara itu, banyak warga yang memborong telur dan sayuran.

 Kota Ruili terletak di perbatasan barat daya Tiongkok dan termasuk dalam Prefektur Otonomi Dehong Dai dan Jingpo di provinsi Yunnan barat, Tiongkok dan merupakan salah satu dari delapan prefektur otonom provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Baoshan di timur dan Negara Bagian Kachin di Burma di barat. 

Kota Ruili berbatasan dengan Muse, kota pelabuhan di Myanmar, dengan garis perbatasan hampir sepanjang 170 kilometer, termasuk sungai sepanjang 105 kilometer dan jalan darat sepanjang 65 kilometer.

Ada empat etnis minoritas di kota Ruili, termasuk etnis Dai dan Jingpo. Mereka memiliki bahasa dan adat istiadat yang sama dengan Shan, Kachin, dan Benglong di Myanmar. Tidak ada pembatas alami di daerah perbatasan antara Ruili dan Muse. Penduduk kedua negara ini tinggal di seberang perbatasan dan sering melakukan pertukaran bisnis, terutama di bisnis perhiasan, giok dan mahoni. Ada ratusan ribu orang yang berbisnis batu giok.

Pasar perdagangan saat ini ditutup. Menurut Sun, warga Ruili, provinsi Yunnan, sejak pecahnya virus corona di awal tahun, semua lapisan masyarakat terkena dampaknya, dan terutama pada sejumlah besar mata pencaharian warga sekitar. (jon)

 

Share

Video Popular