oleh Xu Jian

Hari Jumat, 18 September 2020 Duta Besar Amerika Serikat untuk Tiongkok Terry Branstad menerima wawancara CNN. Wawancara itu  saat-saat akhir jabatannya dengan situasi ketegangan hubungan antar kedua negara yang sedang meningkat.

Branstad mengkritik komunis Tiongkok, karena menutupi fakta mengenai epidemi. Ia juga menuduh bahwa sistem yang dianut Partai Komunis Tiongkok telah menyebabkan peningkatan ketegangan antara hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat serta negara lain di dunia.

Seluruh dunia menemukan apa yang diucapkan komunis Tiongkok adalah kebohongan

Terry Branstad mengatakan bahwa dirinya setuju dengan pandangan Presiden Trump, yakni komunis Tiongkok harus bertanggung jawab atas pandemi komunis Tiongkok (COVID-19)tersebut. “Sebenarnya mereka dapat menahan (virus) di Wuhan, tetapi akhirnya menimbulkan epidemi di seluruh dunia”.

Dia juga menyebutkan bahwa sistem komunis-lah yang menyebabkan virus itu mewabah di seluruh dunia. “Sistem yang dianut komunis Tiongkok menutupinya sedemikian rupa sehingga bahkan menghukum dokter yang memperingatkan di awal epidemi”.

CNN melaporkan bahwa Branstad mengatakan bahwa Xi Jinping mungkin telah menggunakan hubungan pribadinya dengan Trump, jadi Trump mulai percaya apa yang dikatakan oleh Xi Jinping, percaya bahwa komunis Tiongkok mampu mengendalikan penyebaran epidemi. “(Trump) awalnya  percaya terhadap apa yang diklaim (komunis Tiongkok) tentang virus, dan kemudian Trump  dan seluruh dunia menemukan bahwa apa yang mereka (komunis Tiongkok) ucapkan adalah kebohongan”.

Xi adalah pemimpin besar yang disayangkan berada dalam sistem komunis

Terry Branstad dan Xi Jinping telah bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 1980-an. Saat itu, Xi Jinping adalah pejabat lokal dengan pangkat yang relatif rendah, tetapi keduanya mempertahankan persahabatan. Xi Jinping kembali bertemu Branstad ketika ia mengunjungi Amerika Serikat sebagai wakil presiden pada tahun 2012. 

Branstad dalam wawancaranya pada hari Jumat masih mengatakan bahwa, dirinya merasa terhormat menjadi gubernur Amerika pertama yang menerima Xi Jinping ketika Xi menjadi sekretaris partai Zhengding County, Provinsi Hebei yang menjadi sister city dengan kami”.

Ia percaya bahwa sebagai seorang diplomat perlu menjalin hubungan pribadi dengan pejabat asing. “Saya pikir yang disebut diplomasi adalah membangun hubungan persahabatan dengan orang-orang”. Branstad menambahkan : “Presiden Xi Jinping adalah pemimpin yang sangat kuat di Tiongkok, tetapi ia berada dalam sistem otokratis komunis, sayangnya, kita memiliki sistem yang sangat berbeda”.

Sistem komunis adalah faktor penyebab timbulnya tragedi manusia

Ketika menjelaskan epidemi, Branstad mengatakan : “Sesungguhnya, saya pikir sistem komunis Tiongkok dan keengganan mereka (pejabat Partai Komunis Tiongkok) untuk mengakui kesalahan mereka yang menyebabkan terjadinya segala tragedi ini”.

Branstad juga mengatakan bahwa perlakuan Partai Komunis Tiongkok terhadap warga etnis Uighur dan tindakannya di Hongkong dan Laut Tiongkok Selatan telah membuat komunis Tiongkok diasingkan oleh negara lain. Bahkan India, yang tetap netral, mulai menentang (komunis Tiongkok). “Tidak hanya orang Amerika, tetapi minat masyarakat dunia untuk bekerja sama dan mengungkapkan dukungan untuk Tiongkok pun menurun secara drastis”.

Konco lawas menyaksikan jatuhnya hubungan persahabatan Tiongkok – AS

Tak lama setelah Trump terpilih menjadi presiden, Terry Branstad terpilih sebagai duta besar untuk Tiongkok karena prestasinya yang luar biasa dalam kebijakan publik, perdagangan dan pertanian, apalagi berstatus sebagai konco lawas Xi Jinping.

Pengangkatan Branstad saat itu disambut baik oleh Beijing, sampai ia dielukan sebagai konco lawas rakyat Tiongkok.

Tetapi Branstad tak seberapa lama kemudian, ia menyaksikan salah satu periode tersulit dalam hubungan Tiongkok – AS dalam sejarah modern. 

Sejak Trump menjabat presiden, pemerintahan Trump telah berperang dagang dengan komunis Tiongkok, memberlakukan larangan bagi perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei, dan mempersempit ruang gerak terhadap cendekiawan militer komunis Tiongkok juga reporter media komunis Tiongkok. 

Sekarang pemerintahan Trump menuntut komunis Tiongkok untuk bertanggung jawab terhadap perilaku menyembunyikan fakta tentang virus.

Analisis CNN menyimpulkan bahwa, Branstad akhirnya tidak dapat menggunakan hubungan pribadinya dengan Xi Jinping untuk meredakan hubungan bilateral.

Media corong PKT tidak peduli dengan terjalinnya ’40 tahun persahabatan’

Pada 9 September, Branstad menulis sebuah artikel yang mengungkapkan soal komunis Tiongkok yang memanfaatkan kebijakan keterbukaan AS. Artikel tersebut ditolak publikasinya oleh People’s Daily. Pada 16 September, Branstad kembali menulis artikel, tetapi tidak dapat diunggah ke media sosial domestik Tiongkok. 

“Tentunya rakyat Tiongkok ingin mendengar suara hati Terry Branstad, Duta Besar AS untuk Tiongkok yang merupakan konco lawas rakyat Tiongkok selama lebih dari 40 tahun. Kita mencoba untuk memposting lagi artikel tersebut pada 16 September, tetapi, baik Weibo dan WeChat bahkan memblokir diunggahnya artikel tersebut, sehingga meningkatkan penindasan terhadap hak pejabat AS untuk berbicara di Tiongkok”, kata Morgan Ortagus, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular