Erabaru.net. Otoritas Rusia telah menangkap seorang pemimpin sekte yang mengklaim bahwa dia adalah reinkarnasi dari Yesus, menyusul tuduhan bahwa dia menggunakan uang pengikut dan kekerasan psikologis.

Sergei Torop, yang dikenal oleh para pengikutnya sebagai Vissarion Christ the Teacher, adalah pemimpin di sebuah kompleks Gereja Perjanjian Terakhir di distrik selatan wilayah Krasnoyarsk, Siberia.

(Foto: vissarion.name)

Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa pemimpin sekte tersebut dan dua deputinya, termasuk mantan musisi rock Vadim Redkin, ditahan setelah pihak berwenang menyerbu komune dengan van dan helikopter.

Torop dulunya bekerja sebagai petugas lalu lintas tetapi menjadi terkenal sebagai Vissarion setelah jatuhnya Uni Soviet, ketika dia mendirikan komunitasnya – yang disamakan dengan sekte.

Dia sekarang menghabiskan waktunya dengan mengaku sebagai Yesus dan ‘mengajar’ para pengikutnya, yang menurutnya jumlahnya ribuan. Dia telah menulis ‘sekuel Alkitab’ 10 jilid dan tinggal di chalet yang nyaman sementara para pengikutnya tinggal di gubuk kayu di dekatnya.

Komite Investigasi mengklaim para pemimpin sekte ‘menggunakan uang anggotanya’ dan kekerasan psikologis ‘untuk’ menghasilkan pendapatan dari kegiatan keagamaan ‘.

(Foto: YouTube)

Penduduk setempat Alexander Staroverov, yang menyaksikan penggerebekan pagi hari, dikutip oleh situs berita Tayga.info mengatakan operasi itu melibatkan empat helikopter, puluhan bus, ambulans, dan pria berkamuflase yang dipersenjatai dengan senjata tempur.

Penggerebekan itu dilakukan oleh penyelidik dari Departemen Investigasi Utama Komite Investigasi Federasi Rusia, serta karyawan Dinas Keamanan Federal (FSB) dan Kementerian Dalam Negeri Rusia.

Organisasi keagamaan Torop secara resmi terdaftar di Kementerian Kehakiman Federasi Rusia, dan sekitar setengah dari pengikutnya tinggal di Wilayah Krasnoyarsk. Untuk menganut agama, penganutnya tidak boleh merokok, minum atau menukar uang, dan mereka harus menerima hidup sederhana di gubuk kayu.

Selama wawancara untuk film dokumenter BBC pada 2017, Torop mengakui bahwa dia telah dituduh ‘mencuci otak dan menggelapkan’ para pengikutnya. Dia mengatakan dia merasa ‘sedih’ tetapi kritik itu ‘tidak terhindarkan’.

Penyelidik bermaksud untuk menuntut Torop dan para deputinya karena membuat asosiasi agama yang menggunakan kekerasan. Investigasi atas kejahatan mereka sedang berlangsung.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular