Epochtimes.com

Pihak berwenang di Lake Jackson, Texas, AS, sempat mengimbau penduduk untuk tidak menggunakan pasokan air perkotaan karena air tersebut mungkin mengandung mikroba berbahaya pemakan otak, Naegleria fowleri.

Otoritas Air Lake Jackson memperingatkan bahwa air yang dipasok ke kota, dapat terkontaminasi oleh amuba pemakan otak Naegleria fowleri. Penduduk di Lake Jackson kira-kira berjumlah 27.000 jiwa.

Fox News melaporkan bahwa pejabat Jackson Lake City mengatakan dalam siaran pers pada Sabtu 26 September 2020, bahwa Josiah McIntyre yang berusia enam tahun meninggal setelah terinfeksi mikroorganisme pemakan otak awal bulan ini.

Mr Josiah, Maria Castillo, memberi tahu kepada FOX26 bahwa putranya mengalami sakit kepala, diikuti dengan muntah, demam, dan kesulitan berbicara.

Dia berkata pada hari Sabtu: “Aneh karena dia tidak pernah mengeluh sakit kepala sebelumnya.” Pada 8 September 2020 , dia meninggal dunia karena Naegleria fowleri yang ditemukan oleh dokter.

Setelah dia didiagnosis, keluarga tersebut mengidentifikasi dua sumber air yang mungkin telah membuatnya terkena amuba, satu adalah splash pad di Lake Jackson Civic Center dan yang lainnya adalah selang air di rumahnya.

Delapan kota di Texas diberitahu pada Sabtu malam 26 September 2020,  untuk tidak menggunakan air untuk alasan apapun kecuali menyiram toilet. Namun, kecuali di Jackson Lake City, peringatan di kota-kota lain telah dibatalkan.

Otoritas Lake Jackson kemudian mengatakan bahwa orang dapat mulai menggunakan air, tetapi harus direbus sebelum diminum. Warga juga disuruh mengambil tindakan lain, termasuk melarang air mengalir ke hidung saat mandi.

Pemerintah kota memperingatkan bahwa anak-anak, orang tua dan orang-orang dengan kekebalan yang lemah “sangat rentan.”

 Komisi Texas tentang Kualitas Lingkungan menyatakan  penduduk Lake Jackson harus terus menghindari penggunaan air keran, sampai “sistem air keran telah sepenuhnya dibilas dan kualitas airnya aman dan tersedia untuk digunakan dalam sampel yang diambil.”

Naegleria fowleri terlacak di seluruh dunia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan bahwa sebagian besar infeksi di negeri paman SAM itu terjadi di negara bagian selatan, dan Naegleria fowleri menginfeksi manusia melalui air tawar yang terkontaminasi.

Naegleria fowleri biasanya masuk ke dalam tubuh manusia melalui rongga hidung oleh air yang terkontaminasi, sehingga menyebabkan penyakit. Jika terinfeksi, angka kematiannya cukup tinggi.

CDC menyatakan, bahwa manusia tidak akan tertular oleh air minum yang terkontaminasi patogen dan tidak akan menular dari orang ke orang.

Orang yang terinfeksi Naegleria fowleri akan mengalami demam, mual, muntah, leher kaku dan sakit kepala, kebanyakan orang yang terinfeksi akan meninggal dalam waktu seminggu.

Kasus seperti itu sangat jarang terjadi di Amerika Serikat, dengan hanya 34 kasus yang dilaporkan antara tahun 2009 dan tahun 2018.  (hui)

 

Share

Video Popular