oleh Xu Jian

Anggota Kongres dari Partai Republik Amerika Serikat, Scott Perry bersama anggota Kongres Tim Burchett dan Scott DesJarlais mengusulkan rancangan undang-undang yang menetapkan Partai Komunis Tiongkok  sebagai organisasi kriminal transnasional, sehingga dapat dituntut, dihukum maupun disingkirkan.

Kongres Amerika Serikat, mengusulkan Rancangan Undang Undang (RUU) yang menetapkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebagai organisasi kriminal transnasional. Usulan itu disampaikan oleh anggota Kongres dari Partai Republik Amerika Serikat, Scott Perry  bersama anggota Kongres Tim Burchett dan Scott DesJarlais, pada 1 Oktober 2020 lalu.

Dengan RUU tersebut, Partai Komunis Tiongkok dimungkinkan dapat dituntut, dihukum maupun disingkirkan.

“Seluruh pemerintahan di Amerika Serikat harus menargetkan Partai Komunis Tiongkok  sebagai musuh yang perlu disingkirkan”

Dalam usulan itu, anggota kongres meminta pemerintah Amerika Serikat untuk memasukkan Partai Komunis Tiongkok ke dalam daftar utama organisasi kriminal internasional (TICOT) dan menginstruksikan lembaga penegak hukum Amerika untuk menargetkan kegiatan jahat Partai Komunis Tiongkok.

Daftar TICOT bertujuan untuk mengidentifikasi organisasi kriminal internasional yang menjadi ancaman terbesar bagi kepentingan nasional Amerika Serikat, karena itu menjadi target penyingkiran. 

Para anggota kongres berpendapat bahwa pencurian hak kekayaan intelektual Amerika Serikat yang dipandu pemerintah oleh Partai Komunis Tiongkok, serangan dunia maya terhadap Amerika, kegiatan spionase, dan perdagangan fentanil adalah alasan penting Partai Komunis Tiongkok harus  dimasukkan dalam daftar TICOT.

Scott Perry mengatakan, “Rezim otoriter komunis Tiongkok harus bertanggung jawab atas kejahatan internasionalnya dan menghadapi kekuatan penuh dari lembaga penegakan hukum Amerika Serikat.”

Scott Perry menilai, pemerintah Amerika Serikat harus menerapkan pendekatan yang all-of untuk memerangi perbuatan jahat Partai Komunis Tiongkok yang mengancam kebebasan Amerika Serikat. Selama beberapa dekade terakhir, agresi dan tindakan ilegal Partai Komunis Tiongkok telah menyebabkan Amerika Serikat kehilangan jutaan pekerjaan, miliaran dolar kekayaan intelektual dan kemandirian lembaga akademik.

Partai Komunis Tiongkok tidak berbeda dengan organisasi kriminal transnasional

Pada 1 Oktober 2020, ratusan orang aktivis demokrasi berkumpul di depan Gedung Kongres AS untuk memprotes tirani Partai Komunis Tiongkok. Banyak anggota Kongres Amerika Serikat  menghadiri rapat umum dan berpidato. Scott Perry memperkenalkan rancangan undang-undang tersebut di depan mereka.

Scott Perry mengatakan, “pagi ini, saya cukup beruntung dapat mengajukan RUU di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat  untuk memberi Partai Komunis Tiongkok gelar organisasi kriminal transnasional, gelar tersebut terpaksa disandangkan kepada mereka karena para anggota Partai Komunis Tiongkok adalah orang-orang seperti itu. Mereka adalah penjahat”.

Scott Perry lebih jauh menegaskan, Partai Komunis Tiongkok tidak berbeda dengan kelompok preman, kelompok kriminal atau bahkan organisasi kriminal transnasional di Amerika Serikat. 

Amerika Serikat  tidak dapat mentolerir apa yang Partai Komunis Tiongkok lakukan. Tindakan jahat itu  harus dihentikan. Jadi langkah pertama adalah mengutuk Partai Komunis Tiongkok, menghukum, dan kemudian mulai menuntut tanggung jawab tindakan mereka itu.

Menghukum personel Partai Komunis Tiongkok secara menyeluruh, “Baik yang berada di daratan Tiongkok atau Amerika Serikat”

Bagi Scott Perry, RUU itu akan memberikan kemungkinan untuk menerapkan Undang-Undang Pengendalian Kejahatan Terorganisir (RICO) terhadap Partai Komunis Tiongkok dan individu yang berkait dengannya.

“Apakah mereka berada di daratan Tiongkok atau Amerika Serikat, mereka akan menerima hukuman nyata, termasuk hukuman penjara. Mereka akan masuk penjara atas kejahatan yang mereka lakukan atas nama Partai Komunis Tiongkok,” tegas Perry.

Menurut Scott Perry, RUU itu menghapus kekebalan kedaulatan dan memastikan bahwa meskipun mereka adalah diplomat yang bekerja di sini, mereka akan tunduk pada kendali RUU ini jika mereka terlibat dalam kegiatan kriminal.

“Kita ingin menjadi generasi yang menghancurkan komunisme”

Scott Perry menegaskan bahwa Partai Komunis Tiongkok telah melakukan penahanan ilegal, mengubah budaya, melemahkan atau memberantas bahasa, pengambilan paksa organ tubuh manusia, mendirikan kamp konsentrasi dan lain sebagainya dengan mengabaikan tanggung jawab hukum. Alasan mengapa Partai Komunis Tiongkok bebas berbuat seperti itu adalah karena mereka menganggap dirinya sebagai penguasa resmi Tiongkok dan organisasi yang berwenang.

“Mereka merasa tidak perlu bertanggung jawab terhadap tindakan mereka menindas rakyat, membangun kamp konsentrasi, menganiaya praktisi Falun Gong dan teman-teman etnis Mongolia, menduduki Tibet dan lain sebagainya. Kalian semua tentunya sudah memahami fakta ini. Situasi demikian ini perlu segera diakhiri,” tegas Scott Perry. 

Dia menilai, Partai Komunis Tiongkok benar-benar adalah organisasi kriminal yang menguasai dan menindas rakyat Tiongkok. Perlu mengidentifikasi mereka seperti itu dan menjatuhkan hukuman yang sesuai.

Selanjutnya Scott Perry menyerukan kepada kekuatan internasional untuk bersama-sama menghabisi kekuasaan Partai Komunis Tiongkok dan berjanji untuk menjadi generasi yang menghancurkan komunisme. 

“Seluruh komunitas internasional harus benar-benar sadar bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah organisasi kriminal dan melawannya. Amerika Serikat perlu menjadi pemimpin demi tujuan itu. Kita harus menjadi generasi yang mampu melawan, mengalahkan, dan mengakhiri rezim jahat Partai Komunis Tiongkok,” seru Scott Perry.  (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular