oleh Yan Xi

Dilaporkan oleh ‘Financial Times’ bahwa Zheng Cai bergabung dengan Tim Kepercayaan dan Keamanan Global dari ‘ByteDance Ltd.’ Beijing pada tahun 2018 setelah 4 tahun bekerja di Kedutaan Besar Tiongkok di Teheran. Ia diberi tanggung jawab untuk menulis spesifikasi dalam merilis aplikasi seperti Douyin dan Helo.

Pada bulan April tahun yang sama, Zhang Yiming, pendiri ‘Byte Dance Ltd.’ dan CEO ‘Toutiao’ pernah mengirim surat yang menyatakan bahwa lebih banyak energi dan sumber daya, akan diinvestasikan dalam upaya pengawasan platform dan panduan opini publik.

Menurut penyelidikan ‘The Guardian’ baru-baru ini, selama masa jabatan Zheng Cai, TikTok secara ketat melakukan sensor terhadap berita maupun video yang bertemakan seperti kemerdekaan Tibet, kemerdekaan Taiwan, Pembantaian mahasiswa Tiananmen dan Falun Gong.

Menurut sumber, Zheng Cai meninggalkan pekerjaannya pada bulan Januari tahun ini dan posisinya masih kosong hingga saat ini. Tinjauan konten TikTok dilakukan oleh cabang lokal masing-masing, tetapi personil yang bertanggung jawab untuk menulis tag kata kunci dan mendorong fungsi terkait video, sebagian besar adalah insinyur dari Beijing dan Shanghai.

TikTok masih menjalani proses merger dan akuisisi dengan perusahaan Amerika Serikat. Jadwal larangan terhadap TikTok di Amerika Serikat awalnya akan diberlakukan pada 27 September, tetapi karena hakim distrik federal memutuskan untuk menghentikan larangan tersebut, jadi TikTok belum dihapus dari Google App Store.

Namun, Kementerian Kehakiman AS percaya bahwa mengizinkan warga untuk terus mengunduh TikTok, akan menyebabkan sejumlah informasi sensitif milik pengguna mengalir ke tangan ‘Byte Dance’ Beijing yang mana menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.  (sin/asr)

 

Share

Video Popular