NTD Asia Pasific

Belum lama ini Pemerintahan Trump yang menolak menerbitkan visa pelajar Tiongkok ke Amerika Serikat. Baru-baru ini Inggris juga mengambil tindakan! Menurut laporan media Inggris, mulai 1 Oktober, pemerintah akan meninjau aplikasi bagi orang asing untuk belajar di Inggris. Ratusan pelajar Tiongkok tidak akan bisa mendapatkan visa atau visa mereka dicabut.

Media Inggris “The Times” melaporkan bahwa mulai 1 Oktober, Departemen Luar Negeri dan Urusan Persemakmuran dan Departemen Pembangunan Pemerintah Inggris, akan memperluas cakupan otoritas tinjauan keamanan untuk orang asing yang mendaftar belajar di Inggris. Tujuan dari tinjauan ini melibatkan penilaian apakah mata pelajaran yang diambil oleh siswa asing, melibatkan keamanan nasional Inggris Raya.

Menurut laporan itu, karena departemen pemerintah telah memperketat persyaratan masuk universitas, ratusan pelajar Tiongkok tidak akan dapat belajar dan bekerja di mata pelajaran sensitif.  Dilaporkan bahwa mata pelajaran sensitif termasuk dirgantara, kecerdasan buatan dan keamanan jaringan serta bidang lain yang terkait dengan ilmu pertahanan nasional.

Langkah terbaru menunjukkan keprihatinan pemerintah Inggris. Sebelumnya, para menteri Dewan Keamanan Nasional Inggris menandatangani sejumlah aturan untuk mencegah ratusan mahasiswa Tiongkok memasuki Inggris. Bagi mahasiswa yang sudah mendapatkan visa, jika dianggap beresiko bagi keamanan, maka visanya akan dicabut.

Sebelum Inggris Raya, Presiden AS Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada 29 Mei 2020. Mulai 1 Juni, demi keamanan nasional AS, penerbitan visa F dan J terkait pengembangan militer Komunis Tiongkok  akan ditangguhkan dan dibatasi. 

Saat itu, pejabat AS mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump akan membatalkan visa pelajar dan peneliti Tiongkok , ini dikhususkan bagi mereka memiliki hubungan langsung dengan universitas militer Komunis Tiongkok. Mereka juga diminta meninggalkan negara tersebut dalam waktu yang ditentukan.

Orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan 3.000 hingga 5.000 siswa Tiongkok terpengaruh.  Pelajar Tiongkok yang terkait akan dibatalkan visanya. Sedangkan pelajar Tiongkok di luar AS, tidak akan diizinkan untuk kembali ke Amerika Serikat.

Biro Investigasi Federal -FBI- dan Departemen Kehakiman AS, telah berulang kali memberitahukan kepada universitas-universitas Amerika bahwa mahasiswa Tiongkok, terutama yang terlibat dalam penelitian ilmiah, dapat menimbulkan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat.

Pada 9 September 2020, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa AS telah mencabut visa lebih dari 1.000 warga negara Tiongkok. Visa ini tunduk pada Perintah Eksekutif Presiden No. 10043 dan dinilai tidak memenuhi syarat untuk persyaratan visa.

Pada hari yang sama, beberapa mahasiswa Tiongkok yang belajar di universitas AS mengungkapkan, bahwa mereka telah menerima pemberitahuan dari Kedutaan Besar AS di Beijing atau Konsulat AS di Tiongkok bahwa visa mereka telah segera dibatalkan. Media daratan Tiongkok  juga melaporkan berita itu.

Sebagian besar mahasiswa Tiongkok yang ditolak oleh Amerika Serikat, mereka pernah belajar di lembaga sains dan teknik domestik yang terkenal: Institut Teknologi Beijing, Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing, Universitas Aeronautika dan Astronautika Beijing dan Institut Teknologi Harbin.

Media Komunis Tiongkok mengonfirmasi bahwa ada 400.000 siswa Tiongkok yang belajar di Amerika Serikat. Beberapa komentator mengatakan bahwa, mata-mata Komunis Tiongkok telah memblokir jalan bagi siswa Tiongkok untuk belajar di Amerika Serikat. Karena itu, impian banyak orang untuk belajar di Amerika Serikat akan hilang. Sekarang impian mereka untuk tinggal di Inggris juga akan hancur.  (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular