oleh Xiao Jing

Pandemi virus komunis Tiongkok atau COVID-19, telah menyebabkan merenggut nyawa lebih dari 1,05 juta orang di seluruh dunia. DR. Yan Limeng, ahli virus asal Tiongkok yang berada dalam pengasingan di Amerika Serikat, baru-baru ini merilis laporan kedua yang menyatakan bahwa militer komunis Tiongkok dapat menggunakan template virus untuk memproduksi virus komunis Tiongkok (COVID-19) dalam waktu 6 bulan. Dan, wabah yang menyerang dunia tersebut merupakan hasil dari perang biologis tanpa batas komunis Tiongkok.

Ahli virus asal Tiongkok, Yan Limeng kembali menunjukkan dalam laporannya terbaru bahwa memang virus komunis Tiongkok itu, bisa berasal dari dua sumber, yakni virus yang berasal dari evolusi alami atau berasal dari laboratorium, alias buatan manusia. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa genom virus komunis Tiongkok tersebut memiliki karakteristik abnormal. Oleh karena itu, timnya berkesimpulan bahwa virus tersebut adalah virus yang urutan genetiknya dihasilkan dari modifikasi dan transformasi kompleks yang dilakukan dalam laboratorium virus.

Laporan juga menyebutkan bahwa virus COVID-19 ini memenuhi standar senjata biologis  yang ditetapkan oleh militer komunis Tiongkok, tetapi dampak kerusakannya jauh melebihi senjata biologis pada umumnya. 

Catatan menunjukkan bahwa pelepasan patogen sebagai senjata seharusnya tergolong disengaja daripada tidak disengaja. Oleh karena itu, laporan mendefinisikan virus komunis Tiongkok sebagai senjata biologis tanpa batas. Sehingga pandemi yang menyerang dunia saat ini adalah hasil dari perang biologis tanpa batas.

Laporan juga menyebutkan bahwa pandemi virus komunis Tiongkok, cukup untuk menunjukkan tingkat korupsi dalam komunitas penelitian akademis internasional dan kesehatan masyarakat. Akibat korupsi ini, reputasi komunitas ilmiah dan kesejahteraan masyarakat global telah mengalami kerusakan.

Pada akhir laporan disebutkan, bahwa komunitas internasional harus mengambil tindakan praktis untuk menyelidiki pemerintah dan individu yang dicurigai sebagai pembuat virus. Kemudian, meminta komunis Tiongkok untuk menyerahkan data asli virus, dan menjelaskan semua kebenaran tentang virus yang mereka sembunyikan selama ini.

Selain itu, masyarakat internasional harus menyelidiki praktik korupsi seperti menciptakan fenomena palsu dan melakukan penipuan ilmiah. Selain itu, meminta pertanggungjawaban atas serangan biologis biadab terhadap manusia tersebut, di saat yang sama, juga harus meminta pertanggungjawaban Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jurnal dan lembaga pendanaan yang terkait.

Laporan penelitian pertama tentang virus komunis Tiongkok yang dibuat oleh DR. Yan Limeng bersama timnya telah dipublikasikan di Twitter pada 14 September malam. 

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa karakteristik biologis virus komunis Tiongkok, tidak sesuai dengan penyakit zoonosis yang terjadi secara alami, virus tersebut sangat besar kemungkinannya berasal dari Laboratorium Virus Wuhan di Hubei. 

Laporan tersebut juga menyerukan kepada pihak-pihak yang berwenang untuk melacak aliran finansial antara laboratorium P4 Wuhan dengan National Institutes of Health (NIH).

Namun, satu hari setelah laporan tersebut dikeluarkan, akun Twitter DR. Yan Limeng diblokir, dan dia hanya memposting 4 tweet yang semuanya terkait dengan laporan terbaru mengenai penelitian virus komunis Tiongkok. (sin)

Share

Video Popular