oleh Zhang Yujie

Perusahaan Tencent menghadiahkan kepada karyawannya lebih dari sepuluh ribu ponsel Huawei, itu terjadi selama Festival Pertengahan Musim Gugur menyebabkan diskusi yang ramai karena di kota tempat Tencent berada, penjualan ponsel bekas Huawei tiba-tiba meningkat, dan diketahui bahwa penjualnya adalah para karyawan perusahaan Tencent.

Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa Tencent memberi kepada lebih dari 10.000 orang karyawannya di unit PCG atau Platform dan Tim Bisnis Konten, masing-masing 1 buah ponsel lipat Huawei ‘Mate Xs’ selama Festival Pertengahan Musim Gugur untuk merayakan 2 tahun berdirinya unit PCG. 

Selewatnya Festival Pertengahan Musim Gugur, ada netizen yang menemukan terjadinya peningkatan jumlah tawaran penjualan ponsel lipat ‘Mate Xs’ di situs web ponsel bekas di Tiongkok yakni situs web ‘Xianyu’. 

Sebagian besar penyerahan barang tertera di kota Shenzhen, Guangdong, atau Beijing di mana Tencent berada. Bahkan sampai masuk dalam daftar pencarian terpopuler.

Beberapa penjual mengatakan bahwa ponsel tersebut merupakan ponsel yang dihadiahkan dari perusahaan Tencent kepada karyawan. Situs web ‘Xianyu’ juga membenarkan hal tersebut.

Ada netizen menyebutkan : Karyawan Tencent sama sekali tidak ingin menggunakan ponsel Huawei. Mengapa harus menggunakan ponsel yang tidak dapat diperbaiki dan tanpa dukungan sistem Android ?

Baru-baru ini, Huawei mempromosikan ponsel seri ‘Hongmeng 2.0’ dan ‘Mate 40’ dengan menyebutkan bahwa ini merupakan serial ponsel yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tiongkok. 

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa penjualan ponsel Huawei di daratan Tiongkok mengalami penurunan tajam. Dan, keluar dari peringkat lima besar dalam daftar penjualan ponsel situs ‘JD.com’ bulan Agustus dan September 2020. Sangat berbeda dari publisitas resmi Huawei.

Selain itu, Huawei seri ‘Mate 40’ mempunyai 4 versi, tetapi chip ‘Kirin 9000’ yang pasokannya dihentikan sejak 15 September karena sanksi, hanya tinggal 9 juta buah dan pasti tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan semua versi ponsel itu.

Ada konsumen lain yang mempertanyakan soal kualitas ponsel Huawei dan niat politik resminya dengan mengatakan : “Tambah lagi satu alasan baru untuk tidak membeli ponsel Huawei. Karena sudah tidak dimungkinkan lagi untuk mengatakan bahwa ponsel Anda rusak, jadi lebih baik membeli ponsel merek lain, setidaknya setiap hari Anda bisa mengatakannya”. “Fungsi data Anda diintip pada ponsel Huawei sungguh canggih”.

Karena keterlibatan Huawei dalam pencurian data bisnis dan pribadi untuk kepentingan Partai Komunis Tiongkok, Amerika Serikat telah mengeluarkan sanksi berupa larangan menjual chip kepada Huawei yang dimulai pada 15 September. Akibat adanya “pintu belakang” itulah  penjualan ponsel Huawei di luar negeri mengalami penurunan tajam.

Beberapa netizen mengatakan bahwa, tidak hanya Huawei, tetapi ponsel merek lain buatan daratan Tiongkok juga bermasalah. Netizen itu menyebutkan : “Semua ponsel buatan Tiongkok seharusnya dilarang, tidak berguna hanya melarang Huawei”.

Kualitas software ponsel buatan daratan Tiongkok juga terus mendatangkan kritikan. Baru-baru ini, sebuah rekaman video yang diposting online oleh warga daratan Tiongkok menunjukkan bahwa tombol ‘0’ (nol) pada keyboard menghilang setelah ponsel buatan Tiongkok itu dihidupkan ulang, membuat netizen tercengang.

Beberapa netizen menulis : “Selain mencuri, yang bisa dilakukan komunis Tiongkok adalah menjiplak. Lihatlah penemuan dan kreasi yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti listrik, mobil, internet, telepon genggam, alat komunikasi, pesawat terbang, kapal, mesin dan lain sebagainya, bahkan barang kecil yang paling umum seperti kancing baju, ritsleting dan lainnya, semua itu sedikit pun tidak ada kaitan (penciptaan) dengan Tiongkok. Berapa banyak kontribusi Tiongkok untuk peradaban modern ini ? Ayo, sadarlah ! Hei …”  (sin)

Video Rekomendasi :

Share
Tag: Kategori: GADGET TEKNOLOGI

Video Popular