Tom Ozimek

Dokter Gedung Putih yang merawat Presiden Donald Trump mengatakan dalam sebuah memo pada hari Rabu 7 Oktober 2020 bahwa sang presiden telah bebas dari gejala selama sehari penuh. Selain itu, uji darah sang presiden menunjukkan adanya antibodi untuk SARS-CoV-2, yaitu nama ilmiah untuk virus Partai Komunis Tiongkok. 

“Yang perlu diperhatikan hari ini, hasil laboratorium Presiden Donald Trump menunjukkan kadar Antibodi IgG SARS-CoV-2 yang dapat dideteksi dari uji laboratorium dilakukan pada hari Senin, tanggal 5 Oktober; kadar awal IgG yang dihasilkan ada hari Kamis larut malam adalah tidak terdeteksi,” tulis Dr. Sean P.Conley. 

Kehadiran antibodi berarti sistem kekebalan Donald Trump telah memerangi virus tersebut, meskipun diperlukan lebih banyak uji untuk menentukan apakah sang presiden tetap terinfeksi.

Donald Trump, dalam tweet pada hari Senin malam lalu setelah kembali ke Gedung Putih dari Pusat Medis Angkatan Darat Walter Reed, menyatakan ia mengembangkan kekebalan terhadap virus tersebut, dengan mengatakan, “Sekarang saya lebih baik dan mungkin kekebalan tubuh saya lebih baik.”

Dr. Sean Conley menambahkan dalam memo bahwa Donald Trump mengatakan kepadanya di pagi hari ini bahwa ia “merasa sangat baik!”

Pemeriksaan fisik sang presiden menunjukkan bahwa tanda-tanda vital sang presiden termasuk saturasi oksigen dan laju pernapasan, adalah stabil dan dalam kisaran normal, demikian Dr. Sean Conley mencatat.

“Kini Presiden Donald Trump sudah bebas demam selama lebih dari 4 hari, bebas gejala selama lebih dari 24 jam, dan tidak membutuhkan atau menerima oksigen tambahan sejak rawat inap awal,” tulis Dr. Sean Conley.

“Memiliki antibodi IgG melawan SARS-CoV-2 adalah pertanda baik bahwa tubuh Presiden Donald Trump mampu meningkatkan respons kekebalan tubuh yang efektif terhadap virus tersebut. Masih belum jelas apakah antibodi yang terdeteksi adalah antibodi penawar atau tidak. Sedangkan titer antibodi belum diungkap ke publik. Jadi, belum jelas apakah tingkat perlindungan adalah cukup kuat. Tetapi secara keseluruhan, itu adalah pertanda baik menuju pemulihan,” kata Sean Lin, mantan direktur laboratorium penyakit virus cabang Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed.

Donald Trump dinyatakan positif mengidap virus Komunis Tiongkok pada hari Kamis awal bulan ini, yang mendesak Donald Trump berada selama tiga hari di Walter Reed. Presiden Donald Trump berkata bahwa ia “merasa tidak enak badan” saat ia pertama berangkat ke Pusat Medis Angkatan Darat Walter Reed, tetapi Presiden Donald Trump “boleh saja” meninggalkan rumah sakit dua hari lebih awal daripada yang ia lakukan karena ia “merasa luar biasa… lebih baik dari 20 tahun lalu” setelah menerima pengobatan.

Menjelang dipulangkannya Donald Trump dari Walter Reed, Dr.Sean Conley mengatakan kepada wartawan bahwa sang presiden terus membaik dan telah “memenuhi atau melampaui semua kriteria standar rumah sakit.”  “Presiden Donald Trump kembali,” tambah Dr.Sean Conley.

Selain Ibu Negara Melania Trump, setidaknya 11 orang lainnya di lingkungan Donald Trump telah diuji positif tertular virus Komunis Tiongkok dalam beberapa hari terakhir, termasuk beberapa orang yang menghadiri acara bersama dengan sang presiden di hari-hari menjelang diagnosis sang presiden ditegakkan.

Staf Gedung Putih, Mark Meadows, pada hari Rabu mengatakan bahwa Donald Trump “terus bekerja” dari kediaman, sementara sejumlah protokol keselamatan dilakukan saat sang presiden memutuskan untuk kembali ke Ruang Oval.

“Kami memiliki sejumlah protokol keamanan dengan [alat perlindungan diri] —masker, kacamata, dan sejenisnya — untuk interaksi langsung apa pun dengan sang  presiden di daerah-daerah itu,” kata Mark Meadows sambil memperhatikan juga keberadaan protokol menjaga jarak sosial  dan “menguji setiap hari.”

“Kami terus memiliki sejumlah area di mana kami menggunakan disinfektan untuk permukaan keras dan sejenisnya, tetapi sang presiden terus bekerja. Keadaan kesehatan sang presiden baik, kami senang dengan kemajuan sang presiden,” tambah Mark Meadows.

Mark Meadows mengatakan Gedung Putih sedang melakukan prosedur pelacakan kontak, dan temuan tidak mendukung anggapan bahwa semua kasus infeksi di antara anggota pemerintahan terkait dengan acara tanggal  26 September di Rose Garden, di mana Donald Trump secara resmi menominasikan Hakim Amy Coney Barrett sebagai pilihannya untuk menjabat Mahkamah Agung.

Donald Trump mengatakan ia berencana untuk mengambil bagian dalam debat berikutnya dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, yang dijadwalkan pada tanggal 15 Oktober di Miami.

The Epoch Times merujuk pada virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus Komunis Tiongkok, karena sensor berita dan kesalahan manajemen dari Partai Komunis Tiongkok, sehingga memungkinkan virus itu menyebar ke seluruh Tiongkok dan menciptakan pandemi global. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular