Erabaru.net. Dalam beberapa kasus, bayi yang baru lahir tidak lahir dalam lingkungan yang diinginkan dan harus menghadapi konsekunesi yang sangat memilukan, disingkirkan dari keluarganya. Itulah mengapa sangat penting untuk memasyarakatkan keluarga berencana yang diperlukan di masyarakat agar masyarakat sadar sepenuhnya akan tanggung jawab memiliki anak.

Seorang bayi adalah makhluk yang benar-benar tidak bersalah dan rentan yang bergantung pada perawatan orangtuanya, yang harus menjamin kesejahteraannya dengan memastikan hak-haknya.

Dan sayangnya premis ini tidak selalu terpenuhi, ada jutaan anak di seluruh dunia menderita pengabaian fisik atau emosional.

Ada ibu-ibu yang memilih berusaha mencari tempat tujuan yang lebih baik bagi anaknya dengan meninggalkannya di tempat umum agar bisa diselamatkan.

Seperti seperti seorang ibu yang meninggalkan bayinya di bawah kursi dan terbungkus selimut di dalam gereja setelah mendengarkan misa.

Peristiwa itu terjadi pada 15 Oktober di gereja San Roque di Ibagué, Tolima, Kolombia, dan warga terkejut mendengar berita tersebut.

Menurut pernyataan beberapa saksi, adalah seorang wanita muda yang menelantarkan bayinya di kursi gereja sekitar pukul 16:50.

Sebuah outlet media lokal mewawancarai pastor paroki gereja tersebut, pendeta José Ruiz, dan dia menekankan bahwa bayi itu diselamatkan dalam kondisi baik oleh pihak berwenang.

“Itu ditinggalkan di bawah bangku gereja, jadi kami segera memberi tahu polisi,” kata pendeta.

Seorang jemaah wanita yang melihat ibu muda itu menggendong anaknya, mengatakan:

“Saya melihatnya gugup, tetapi saya tidak pernah membayangkan bahwa ibu itu tega meninggalkan putra kecilnya. Saya mohon doa agar Tuhan memberikan makhluk itu rumah yang bertanggung jawab. “

Tak lama kemudian polisi yang dihubungi pendeta datang, mereka memindahkannya ke unit kesehatan setempat. Kemudian, dia dirawat di Rumah Sakit Federico Lleras di mana dia menerima perawatan medis.

“Kami tidak tahu mengapa ibunya meninggalkannya,” kata petugas polisi.(yn)

Sumber: viralistas

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular