Wu Wei m

Setelah mantan mitra bisnis Hunter Biden mengungkap skandal korupsi keluarga Biden, tim kampanye kandidat presiden Amerika Serikat Joe Biden bungkam atas berita tersebut

Fox News melaporkan bahwa Perwakilan Partai Republik Texas, Dan Crenshaw pada Rabu 28 Oktober 2020 lalu, mengatakan bahwa Joe Biden harus menjawab apakah dia mungkin diancam oleh Komunis Tiongkok sebelum pemilihan Presiden Amerika Serikat, yang digelar pada 3 November .

Crenshaw  dalam program “Fox and Friends” mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa Joe Biden sebenarnya telah diancam oleh Komunis Tiongkok.

“Alasan mengapa Biden dapat diancam adalah karena putranya Hunter Biden menggunakan reputasi ayahnya (saat menjabat wakil Presiden Amerika Serikat) mendapatkan manfaat di dunia,” kata Crenshaw.

Menurut Crenshaw, mantan pensiunan Navy SEAL itu, pertanyaannya sekarang adalah apakah Joe Biden mendapat manfaat dari kesepakatan bisnis Hunter Biden. Menurut email yang terungkap dan pernyataan mantan mitra bisnis Hunter Biden yakni  Tony Bobulinski, Biden disebut “orang besar” dalam email dan dapat menghasilkan 10% dari keuntungan.

“Kuncinya di sini adalah orang-orang Biden harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Apakah dia orang besar? Apakah email-email itu nyata? Apakah dia sudah bertemu Tony Bobulinski ? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat mudah dijawab. Saat ditanya , Mereka berkata, ‘Oh, pertanyaan-pertanyaan itu telah dijawab.’ Tidak, mereka belum menjawab,” kata Crenshaw.

“Publik Amerika benar-benar memiliki hak untuk mengetahui ini. Kami akan mengadakan pemilihan umum, dan adalah mungkin untuk memilih presiden yang dipaksa oleh pemerintah Komunis Tiongkok, karena perusahaan energi tersebut memiliki hubungan langsung dengan pemerintah Komunis Tiongkok,” tambah Crenshaw.

Sementara itu Bobulinski secara terbuka menyatakan bahwa dia telah bertemu dua kali dengan mantan Wakil Presiden Joe Biden, dan tim kampanye Biden tetap diam mengenai hal itu. Meskipun Biden telah membuat pernyataan di masa lalu selama kampanye pemilihan, dengan mengatakan bahwa dia tidak berpartisipasi dan tidak bersedia mendiskusikan bisnis keluarga di luar negeri.

Sementara itu Perwakilan Adam Schiff, seorang Demokrat California, merespon kasus tersebut. Kepada CNN Adam Schiff mengatakan, “Kami tahu bahwa bukti untuk seluruh skandal itu berasal dari Kremlin. Selama lebih dari setahun, mereka telah menyebarkan informasi tentang mantan wakil presiden itu. Pernyataan palsu yang dibuat oleh mantan wakil presidan dan putranya sudah sangat jelas. “

Bobulinski menerima wawancara eksklusif dengan Carlson, pembawa acara “Tucker Carlson Tonight” pada hari Selasa 27 Oktober 2020.

“Saya telah memperoleh lisensi tingkat rahasia dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Departemen Energi Amerika Serikat (DOE). Saya telah melayani negara ini dalam tim paling elit di dunia selama empat tahun. Seorang anggota kongres federal ada di sana. Berbicara secara terbuka tentang informasi palsu yang disebarkan oleh Rusia, atau Biden menyebutkan informasi palsu tentang Rusia dalam debat publik. Ketika dia (Schiff) tahu dia (Biden) bertatap muka dengan saya, dia mengatakan ini dan menaruhnya dengan nama saya Ditautkan bersamanya membuat saya merasa muak, ” kata Bobulinski.

Menurut Bobulinski itu  adalah penampilan khas Adam Schiff yang menyebarkan kebohongan sebagai ketua Komite Intelijen Kongres. Bobulinski menuding Adam Schiff sudah lama berbohong seperti ini. Semua sudah terbiasa. 

“Saya memberi tahu Tony Bobulinski  meminta maaf karena dia juga harus menghadapi perilaku berbohong Schiff,” kata Crenshaw. 

“Ini adalah perilaku yang biasa dari Partai Demokrat … Setiap kali ada suara yang tidak mereka sukai, fakta yang tidak mereka sukai, mereka hanya mengklaim bahwa ini adalah informasi yang gossip dan palsu.Mereka mengklaim bahwa ini adalah informasi palsu yang disebarkan oleh Rusia. Menurut pendapat saya, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rusia, tidak ada keraguan untuk saat ini, ” tambah Crenshaw.

Sementara itu pada 19 Oktober, Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, John Ratcliffe juga menjelaskan bahwa pemberitaan media baru-baru ini tentang skandal laptop Hunter putra Biden, bukanlah fitnah Rusia pada keluarga Biden. 

Editor yang bertanggung jawab: Lin Yan

hui/rp

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular