Tang Di/Mei Lan

Pada 31 Oktober 2020, waktu setempat, media AS “Pittsburgh Post” menerbitkan sebuah artikel atas nama dewan direksi, yang menyatakan bahwa surat kabar tersebut mendukung posisi pemilihan kembali Trump.

Artikel ini memuji Trump atas pencapaiannya yang luar biasa dalam mengembangkan ekonomi AS dalam empat tahun terakhir sejak ia menjabat sebagai presiden AS. Artikel tersebut menyatakan bahwa sejak Trump menjabat, perkataan dan perbuatannya konsisten, dan dia benar-benar mengutamakan kepentingan nasional AS. 

Dia bertindak tegas dan berkomitmen untuk mengubah “perdagangan bebas yang sepenuhnya tidak dibatasi menjadi perdagangan yang adil dan teratur”. 

Sebelum merebaknya epidemi Pneumonia Komunis Tiongkok (COVID-19), di bawah kepemimpinan Trump, ekonomi AS berkembang pesat, seperti masa keemasan ekonomi AS di tahun 1950-an.

Artikel itu menulis, “Lihatlah angka-angka simpanan rekening pensiun 401 (k) Anda dalam tiga tahun terakhir. Tingkat pengangguran penduduk Afrika-Amerika juga lebih rendah daripada presiden mana pun yang berkuasa sebelumnya.”

Artikel tersebut menunjukkan bahwa berkat upaya pemerintahan Trump, Amerika Serikat menjadi negara yang mandiri energi untuk pertama kalinya. “Terima kasih kepada Trump, Amerika Serikat bagian tengah sekali lagi muncul di peta. Appalachian dan pekerja per jam telah mempunyai harapan. “

The Pittsburgh Post percaya bahwa tanggapan Trump terhadap epidemi pneumonia Komunis Tiongkok “belum sempurna”, tetapi artikel tersebut juga menekankan bahwa tidak ada yang dapat mengendalikan wabah tersebut. Pada kenyataannya, tindakan Trump di masa lalu dan sekarang untuk melawan wabah tersebut semua sudah benar.

Artikel itu juga memperingatkan bahwa jika Biden dan Kamala Harris berkuasa, mereka kemungkinan akan membuat ekonomi AS lebih buruk. 

Artikel itu secara blak-blakan mengatakan, “pemungutan suara Biden dan Kamala akan memberi kita pajak yang lebih tinggi dan negara pengasuh yang tunduk pada para penindas, dan bukan membangun Amerika Serikat berdasarkan sejarah.”

Artikel tersebut menunjukkan bahwa begitu Biden terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, dia pasti akan lemah di hadapan pemerintah Komunis Tiongkok, dan “mimpi” gila yang mereka promosikan hanya akan merugikan ekonomi Amerika dan mereka yang paling membutuhkan pekerjaan.

Artikel itu secara blak-blakan menunjukkan bahwa Biden “terlalu tua” dan “sangat rapuh” untuk menjadi presiden. Jika Biden terpilih, dia bahkan “mungkin gagal menyelesaikan masa jabatannya.” Dan, sebagai calon wakil presiden, Kamala Harris belum cukup dewasa untuk melihat bahwa dia siap menjadi presiden.

Trump berbeda. Meski lebih tua, dia terlihat kuat dan energik. Sebagai wakil Trump, Pence juga sangat bisa diandalkan dan bisa mengambil alih kapan saja.

Di akhir artikel media itu menulis , “Kami menghormati dan memahami mereka yang berbeda pandangan,” dan berharap presiden bisa menjadi lebih bermartabat dan politisi. 

Artikel tersebut juga menyerukan kepada setiap orang Amerika untuk mengambil keputusan untuk “melakukan apa yang menurutnya terbaik untuk masyarakat dan Republik.”

Menurut data, Pittsburgh Post adalah surat kabar harian terbesar di wilayah Greater Pittsburgh. Sikap politik dasarnya adalah konservatif, tetapi cenderung liberal dalam beberapa tahun terakhir, dan sejak 1972, surat kabar tersebut tidak pernah mendukung calon presiden dari Partai Republik. Hingga saat ini ada perubahan yang signifikan.

Faktanya, dalam beberapa hari terakhir, beberapa media yang memiliki posisi politik yang relatif netral di masa lalu dan bahkan pernah menentang Trump, telah menyuarakan dukungannya untuk kampanye pemilihan ulang Trump. 

Yang paling representatif adalah Boston Herald, yang telah memenangkan Hadiah Pulitzer sebanyak 8 kali. Koran ini memiliki sejarah panjang dan telah terbit selama 174 tahun. Meskipun surat kabar adalah media konservatif, ia belum mendukung calon presiden manapun dalam 16 tahun terakhir. Selama pemilu AS tahun 2016, surat kabar tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak mengakui Trump dan Hillary Clinton.

Namun, pada 27 Oktober, “Boston Herald” menerbitkan editorial yang secara resmi menyatakan dukungan untuk kampanye pemilihan kembali Trump. Editorial tersebut mengkritik sikap dan perilaku anti-Trump yang tidak rasional dari kaum sayap kiri, dan dengan keras mempertanyakan platform kampanye Biden. Ia mengkritik kebijakan Biden untuk menaikkan tarif pajak perusahaan, percaya bahwa melakukan hal itu akan menghasilkan upah bagi pekerja kelas pekerja biasa. Dan, konsumsi telah turun tajam,  telah menyebabkan perusahaan-perusahaan keluar dari Amerika Serikat, apalagi ketika wabah masih berkecamuk, penerapan kebijakan ini seperti memperburuk keadaan.

Editorial tersebut menyatakan bahwa platform kampanye Biden adalah “surat petualangan” yang ditulis untuk apa yang disebut sebagai “pejuang keadilan sosial” dan radikal, yang menganggap kapitalisme sebagai akar dari segala kejahatan.

Editorial ini juga memuji hasil gemilang ekonomi AS di bawah kepemimpinan Trump sebelum wabah: Tingkat pengangguran pada tahun 2019 turun ke titik terendah dalam 50 tahun-3,5%; tingkat pengangguran orang Afrika-Amerika tetap di 5,5% Indeks Dow Jones juga naik dari sekitar 19.000 point, ketika Trump menjabat menjadi 26.000 point sebelum wabah.

Editorial akhirnya menunjukkan bahwa Trump menentang pengurangan dana polisi dan mengambil sikap yang kuat, untuk menuntut agar pemerintah Komunis Tiongkok bertanggung jawab atas kelalaian dalam proses wabah. Selain itu, menyampaikan bahwa kepentingan AS adalah yang pertama mempertimbangkan masalah perdagangan, pertahanan, legislatif, dan ekonomi. Itulah sebagai alasan untuk mendukung Trump.

Selain itu, media berikut ini juga telah menerbitkan laporan atau artikel komentar dalam beberapa hari terakhir yang menyatakan dukungannya kepada Trump, yaitu: The Wall Street Journal, New York Post, St. Santa Barbara News-Press, Las Vegas Review-Journal, Spokasman-Review dari Spokane, Cedar Rapids dari “The Gazette” dan “The Washington Times”. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular