oleh Tian Rui

Demi mengekang semakin meluasnya  pengaruh komunis Tiongkok, Jerman akan mengirim kapal fregat untuk berpatroli di Samudra Hindia bersama angkatan laut Australia. Pada saat yang sama, pejabat Jerman akan naik ke kapal perang angkatan laut Australia yang berada di Samudra Hindia untuk memperdalam kerja sama militer antara kedua negara. Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata terhadap perilaku agresif komunis Tiongkok

‘Sydney Morning Herald’ melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer percaya bahwa status kawasan Indo-Pasifik menjadi semakin penting. Menurutnya  pada tahun lalu, Eropa semakin sadar akan pengaruh daripada rencana ekonomi dan strategi geopolitik komunis Tiongkok.

Annegret   mengakui Tiongkok adalah mitra dagang penting Jerman. Kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang erat, yang merupakan kepentingan kedua belah pihak.

Namun pada saat yang sama, Jerman tidak akan menutup mata terhadap kondisi investasi yang tidak adil, perampasan hak kekayaan intelektual secara agresif, dan persaingan cacat dengan adanya subsidi negara, atau upaya untuk menggunakan pengaruh melalui pinjaman dan investasi. 

Annegret Kramp-Karrenbauer adalah menteri Jerman pertama yang secara terbuka membenarkan bahwa pembatasan Huawei oleh Jerman akan secara efektif mendesak keluar Huawei dari jaringan 5G Jerman.

“Pada prinsipnya, Jerman terbuka untuk investasi dari semua pihak. Tetapi jika teknologi yang diberikan kepada kami tidak sempurna, itu tidak dapat digunakan,” tegas Annegret.

Annegret menilai pengaruh politik Partai Komunis Tiongkok benar-benar terlalu serius. Sebuah negara rezim yang memahami peran jaringan teknologi informasi dan aliran data pada tingkat politik. 

“Saya yakin Beijing memahami bahwa kami orang Eropa hanya dapat mengoperasikan teknologi yang kami yakini punya kredibilitas,” kata Annegret .

Pada tahun 2018, Australia menjadi negara Barat pertama yang melarang Huawei berpartisipasi dalam jaringan 5G mereka karena masalah keamanan nasional. Selanjutnya, Amerika Serikat dan Inggris juga melakukan hal yang sama.

Annegret Kramp-Karrenbauer menilai kehadiran angkatan laut Jerman di Samudera Hindia akan membantu menjaga ketertiban internasional. Wilayahnya terbentang dari Samudera Hindia sampai Laut Koral, meliputi India, Tiongkok, Jepang dan Australia. 

“Kami berharap tahun depan penempatan sudah dapat terealisasi. Meskipun pandemi telah merusak anggaran kami, namun pengeluaran pertahanan Jerman pada tahun 2021 akan melebihi tahun 2020. Kuncinya sekarang adalah mengubahnya menjadi kekuatan nyata,” kata Annegret.

Annegret  menambahkan, bahwa kita memiliki nilai, prinsip dan kepentingan yang sama. Oleh karena itu, kita akan bersatu melawan mereka yang berupaya untuk menantang kita. 

“Mengingat tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik yang semakin meningkat, memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral adalah tujuan kita bersama. Ini termasuk, misalnya, pejabat Jerman naik ke kapal perang angkatan laut Australia. Ini sebuah rencana yang sedang dinegosiasikan,” tegas Annegret. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular