Erabaru.net. Ada sebuah perairan yang misterius di bumi, selama lebih dari seratus tahun, pesawat dan kapal yang tak terhitung jumlahnya menghilang secara misterius ketika melewati area ini. Menurut data, hari itu cuaca tampak cerah, meski banyak ilmuwan mencoba menjelaskannya secara ilmiah, namun masih banyak misteri yang menyelimuti kawasan laut ini. Mari kita bahas sejenak peristiwa hilangnya kapal atau pesawat secara misterius di Segitiga Bermuda ini.

 Segitiga Bermuda

Ada sebagian orang yang keliru menyebut Segi Tiga Bermuda di Atlantik Utara ini sebagai “Benua”, padahal sebenarnya tidak ada kata “Benua” disini.

Pada 1950-an, surat kabar Miami Herald AS tiba-tiba menerbitkan laporan tentang hilangnya antara pantai Florida dan Bermuda, surat kabar harian itu menjelaskan secara rinci bahwa sebuah kapal dan 9 pesawat dengan total 135 personel yang hilang secara misterius pada lima tahun silam. . .

Dua tahun kemudian, Majalah Destiny melaporkan tentang area ini dan secara resmi menetapkan area tiga titik dari Miami di Amerika Serikat hingga Puerto Rico, sampai Bermuda sebagai Segitiga Bermuda. Sejak itu, orang-orang mencermati peristiwa misterius yang terus terjadi di perairan ini.

 Kapal hantu

Sebenarnya, banyak inspirasi kapal hantu berasal dari Segitiga Bermuda. Pada tahun 1872 silam, kapal Mery Celeste berlayar dengan mengangkut 10 personel, termasuk kapten kapal Benyamin Briggs dan istrinya, serta putrinya yang berusia dua tahun, dan 7 awak kapal. 

Perjalanan ini untuk mengangkut alkohol industri dari Pulau Staten di New York ke Genova, Italia. Pada 4 Desember, kapal Dei Gratia bertemu Mary Celeste di lautan dan melihat navigasi kapal Mary Celeste agak aneh. . . Karena kapten dari kedua kapal tersebut saling mengenal, kapten kapal Dei Gradia memutuskan untuk melihat lebih dekat.

 Tapi tak disangka! Setelah mereka naik ke kapal Mary Celeste, mereka tidak melihat seorang pun di dalamnya. Meski sering mendengar kerap terjadi penjarahan perompak pada masa itu, tapi, kargo/muatan barang yang diangkut kapal Mary Celeste masih utuh di dalam kabin kapal. 

Jadi, kemungkinan perampokan bajak laut bisa dikesampingkan. Tidak hanya itu, saat ditemukan, lambung kapal Mary Celeste dalam kondisi baik tanpa kerusakan apa pun, persediaan makanan di kapal juga cukup untuk 10 awak kapal selama 6 bulan lagi, selain itu, barang-barang pribadi awak kapal juga masih dalam keadaan utuh. Satu-satunya yang hilang adalah sekoci. 

Selama bertahun-tahun, banyak orang membahas apa sebenarnya yang terjadi pada kapal Mary Celeste? Mengapa awak kapal meninggalkan kapal besar itu dalam kondisi baik dan naik sekoci tanpa membawa barang apa pun? Tapi tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang sempurna, seolah-olah 10 awak ini lenyap begitu saja. Jika menurut Anda Mary Celeste itu hanya sebuah kasus, maka cerita berikutnya mungkin akan mengubah pikiran Anda.

 Pada tahun 1881 (Common Era/Era Umum), kapten kapal Ellen Austin, Baker (nama sebenarnya A. J. Griffin) menemukan sebuah kapal aneh yang tidak bernama di utara Bermuda. Tidak hanya kapal tersebut tidak memiliki nama, tetapi juga tampak seperti melayang tanpa awak. Karena merajalelanya bajak laut, jadi umumnya awak kapal tidak akan gegabah mendekati kapal yang tidak dikenalnya di lautan, kecuali dalam keadaan darurat. 

Setelah beberapa hari pengamatan, kapten Baker memerintahkan awak kapal naik ke kapal untuk diperiksa. Kapal itu dalam keadaan baik, bahkan muatan barang masih dalam keadaan utuh di kabin, tapi tak ditemukan seorang pun di atas kapal. Akhirnya, kapten Baker memutuskan untuk menarik kapal itu kembali ke New York. Setelah kapal itu diikat, tiba-tiba terjadi badai besar dan memisahkan kapal Ellen Austin dengan kapal tak bernama itu. Hanya beberapa hari setelah kapal tak dikenal itu terpisah, kapal itu muncul kembali.

Dan, ketika kapten Baker naiki kapal itu lagi, dia dikejutkan dengan pemandangan di depannya, karena kapal tak bernama itu tidak seperti baru mengalami badai, kapal itu terlihat persis sama dengan hari sebelumnya. Kali ini, sang kapten berusaha mencoba untuk kedua kalinya menarik kembali kapal itu ke New York, tetapi hal yang sama terjadi lagi. Mereka kembali menghadapi badai yang sama dan memisahkan mereka dari kapal tak dikenal itu.

Sejak itu, kapten Baker tidak pernah melihat kapal hantu itu lagi.

 Cyclops

Pada Maret 1918, US Navy Cyclops berangkat dari Brasil ke Baltimore bersama 309 awak kapal, namun, menghilang tanpa jejak tanpa mengeluarkan sinyal darurat ketika melewati Segitiga Bermuda. 

Anehnya, hari itu cuaca cerah, dan kru mengatakan bahwa semuanya normal ketika mereka menghubungi pangkalan. Ketika petugas di pangkalan memastikkan telah kehilangan kontak dengan Cyclops, ada ratusan kapal di sekitar Cyclops. Mereka mencoba menghubunginya melalui radio, tetapi tidak ada seorang pun yang merespon dari US Navy Cyclops. Setelah itu, militer AS mengerahkan sejumlah besar pesawat dan kapal penyelamat, tetapi mereka bahkan tidak menemukan puing-puingnya. Sampai saat ini, US Navy Cyclops masih merupakan tragedi terburuk dalam sejarah Angkatan Laut AS.

Penerbangan 19 (Kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat).

 Terakhir yang akan kita bahas adalah hilangnya 5 pesawat torpedo-bombers milik Amerika Serikat yang terdiri atas Flight 19. Kejadian ini bisa dikatakan sebagai salah satu hilangnya 5 pesawat torpedo-bombers paling misterius di Segitiga Bermuda. 

Ketika pangkalan militer AS dipastikan kehilangan kontak dengan armada pesawat, militer AS segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, namun tak disangka, bahkan pesawat yang dikirim untuk pencarian dan penyelamatan juga lenyap tanpa jejak. Pada minggu berikutnya, militer AS mengirimkan ratusan pesawat dan puluhan kapal untuk mencari 5 pembom yang hilang. 

Saat itu, jangkauan pencarian dan penyelamatan mencapai 250.000 mil persegi, tetapi bukan hanya tidak menemukan 5 pesawat tempur itu. Bahkan, bangkai pesawat pun tidak ditemukan, bisa dikata kelima pesawat itu lenyap begitu saja. Berikut peristiwanya. . .

Pada 5 Desember 1945, saat itu adalah hari yang cerah, pada pukul 2.10 sore, 5 pesawat torpedo-bombers milik Amerika Serikat yang terdiri atas Flight 19 lepas landas dari Bandar Udara Angkatan Laut Ft. Lauderdale di Florida dalam misi latihan rutin selama 3 jam.

Misi latihan kali ini dipimpin oleh instruktur penerbangan berpengalaman Charles Taylor, memimpin armada pelatihan penerbangan yang terdiri dari 5 pembom Avenger TBM dan total 14 orang. Taylor adalah seorang komandan dengan yang kaya pengalaman dengan jam terbang 2500 jam. Ini bukan pertama kalinya Taylor melakukan pelatihan penerbangan di sini. 

Awalnya dijadwalkan armada akan menuju ke timur menuju Bahamas dan kemudian ke utara sejauh 73 mil, dan terakhir kembali ke pangkalan angkatan laut di Florida, tetapi satu jam setelah lepas landas, Taylor menelepon menara pada jam 3:30 sore melaporkan bahwa kompas dan kompas cadangan tidak dapat berfungsi sehingga posisinya tidak dapat diketahui. 

Pesawat lainnya pun melaporkan malfungsi alat yang sama. Fasilitas radio di darat telah dihubungi untuk menemukan lokasi dari skuadron yang hilang. Akan tetapi, tidak ada yang berhasil. Dia yakin dia berada di sekitar Kepulauan Florida, petugas menara segera mencoba berbagai cara untuk memastikan posisi mereka, tetapi tidak berhasil. 15 menit kemudian, Taylor kembali menghubungi menara. 

Saat itu, dia merasa cemas dan mengatakan kami tidak dapat menemukan sisi barat, kondisinya benar-benar kacau, kami sama sekali tidak dapat menemukan arah, kami sama sekali asing dengan area ini, bahkan lautnya pun terlihat aneh.

Pada pukul 17:50, petugas di pangkalan menggunakan sinyal radio menyimpulkan bahwa penerbangan 19 mungkin berada di sebelah timur New Smyrna Beach, Florida, tetapi sinyal radio saat itu menjadi sangat buruk, sama sekali tidak dapat menghubungi penerbangan 19.  

Pada pukul 7:27 malam, pangkalan mengirim pesawat ST49 untuk mencari penerbangan19 yang hilang, tetapi pesawat pencari ini juga lenyap tanpa mengirimkan sinyal darurat setelah laporan rutin. Meski beberapa kapal melihat sesuatu yang meledak di langit malam itu. Namun demikian, tim SAR tidak menemukan bangkai pesawat yang jatuh ke laut di area ledakan. 

Mengenai kompas yang eror, ketika Columbus melewati Segitiga Bermuda pada tahun 1492, ia juga membuktikan di logbook-nya bahwa kompasnya juga sempat eror. Tampaknya malfungsi kompas di Segitiga Bermuda itu bukanlah hal yang aneh.

Pasca kejadian itu, laporan penelitian mengenai penerbangan 19 terus bermunculan. Beberapa ahli mengatakan bahwa sebab menghilangnya penerbangan 19, karena Taylor salah menentukan posisi skuadron.

Sebenarnya, posisi mereka berada di timur laut Florida, bukan di selatan kepulauan Florida seperti yang dikatakan Taylor, tetapi anehnya ini bukan pertama kalinya Taylor melakukan misi penerbangan di sini dan jika memang Taylor salah menilai posisinya. lalu mengapa tim pencarian dan penyelamatan tidak melihat adanya bangkai pesawat di lokasi kemungkinan terjadinya kecelakaan ? Dan seberapa besar probabilitas jatuhnya 5 pesawat ke laut tanpa ditemukan puing-puingnya ? 

Sebenarnya, selama bertahun-tahun ini, banyak armada pencari yang tak terhitung jumlahnya mencari penerbangan 19 yang terkenal itu di lokasi yang memungkinkan. Meskipun mereka menemukan banyak pesawat yang hilang di dasar laut. Namun demikian, tidak satupun dari pesawat hilang yang ditemukan itu termasuk dalam armada penerbangan 19.

Selama lebih dari satu abad, banyak terjadi hilangnya kapal atau pesawat di Segitiga Bermuda yang tidak dapat dijelaskan. 

Banyak yang percaya bahwa di dasar laut Segitiga Bermuda mungkin merupakan basis alien, selain itu ada juga yang mengatakan bahwa itu merupakan pintu masuk alam semesta paralel untuk menjelaskan kejadian hilangnya pesawat atau kapal secara misterius itu. Menurut mereka bahwa pesawat dan kapal-kapal itu mungkin telah tersesat ke alam semesta paralel atau menembus ruang dan waktu ke dunia lain. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak ilmuwan tidak sependapat dengan pandangan bahwa Segitiga Bermuda memiliki kekuatan misterius. Mereka bahkan memberikan penjelasan yang masuk akal atas kejadian-kejadian aneh tersebut, seperti misalnya Arus rogue atau gelombang nakal, yakni gelombang permukaan yang luar biasa besar, tidak terduga dan tiba-tiba muncul gelombang permukaan yang bisa sangat berbahaya, bahkan untuk kapal besar seperti kapal laut sekali pun. Namun, pada tahun 2014, ada ilmuwan yang menemukan suara yang sangat misterius di dasar Segitiga Bermuda. 

Awalnya, para ilmuwan mengira itu hanyalah ikan paus, ketika mereka mempelajari lebih dalam, mereka menemukan bahwa frekuensi suara itu sangat aneh. 

Frekuensinya bisa langsung melonjak dari 38 Hertz (Hz) menjadi 8000 Hz, sedangkan frekuensi paus umumnya hanya antara 10 Hz dan 39 Hz, jadi bisa dipastikan itu bukanlah suara ikan paus. Sebenarnya, para ahli juga sama sekali tidak tahu darimana asal suara itu ? 

Namun di mata banyak orang yang meyakini akan kekuatan misterius Segitiga Bermuda, inilah bukti terbaiknya. Bagaimana menurut Anda pemirsa ? (jon/asr)

Sumber : berbagaisumber

Share

Video Popular