oleh Thomas Del Beccaro

Pada pukul 2 dini hari setelah Malam Pemilu, Presiden Donald Trump unggul di negara bagian Wisconsin. Kurang dari empat jam kemudian, hasil itu menguap. Joe Biden meyakinkan anda bahwa ada rekor suara yang sah di Wisconsin yaitu sekitar 89 persen. Jangan taruhan dengan angka ini.

Mulai setelah tengah malam waktu Pesisir Timur Amerika Serikat, karena rumah saya di California, saya mulai melalui pemilihan kembali untuk masing-masing kabupaten di Wisconsin seperti yang diungkapkan di berbagai situs web. 

Sebagai mantan Ketua Partai Republik California, di mana keluarga terlibat di akar rumput politik sejak tahun 1960-an, ini bukan pertama kalinya saya melihat hasil yang ada dan persentase hasil untuk memperkirakan berapa banyak tambahan suara dapat masuk. Saya melakukan hal yang sama untuk Michigan.

Saya kemudian tampil di Newsmax TV dengan pembawa acara Rob Schmitt dan memberikan pendapat ini. Berdasarkan hasil pada saat itu, dan fakta bahwa Presiden Donald Trump  mempertahankan keunggulan yang konsisten, terus meningkat, saya mengatakan sisa suara di Wisconsin adalah tidak cukup untuk mengambil alih keunggulan Presiden Donald Trump atas lebih dari 110.000 suara.

Ya, ada suara tambahan yang akan dihitung dari Milwaukee. Namun, ada juga suara harus dihitung di seluruh Wisconsin, terlihat setidaknya di permukaan, untuk dapat mengimbangi keuntungan bagi Joe Biden dari Milwaukee.

Setelah menyatakan hal yang sama di acara radio untuk Times London pada pukul 3 pagi waktu Pesisir Timur, saya beranjak tidur untuk istirahat sebentar. Namun, orang-orang tertentu di Wisconsin tidak tidur. Seperti yang kita ketahui sekarang, hanya beberapa jam kemudian, keunggulan Donald Trump menguap, sama seperti keunggulannya di Michigan, yaitu lebih dari 300.000 suara.

Jadi, bagaimana itu terjadi? Cerita saat ini adalah ada kesalahan data yang harus dikoreksi yang menunjukkan Joe Biden mendapatkan 138.000 suara dan Donald Trump tidak mendapatkan suara. Sementara kebenaran tersebut masih sulit dipahami untuk saat ini, dan benar-benar membutuhkan penyelidikan FBI yang serius dan penghitungan ulang, satu hal yang jelas.

Total suara di Wisconsin berjumlah 89 persen. Dalam istilah yang tidak pasti, hal tersebut adalah tidak masuk akal. Kami orang Amerika ternyata tidak memberikan suara dengan angka seperti itu.

Oh, ada suatu masa di mana kami memilih dengan intensitas lebih dari yang kami lakukan sekarang. Di buku saya, “The Divided Era,” saya menulis mengenai Zaman Emas, yang menampilkan sebuah angka partisipasi nasional sebesar 82 persen pada tahun 1876 — perlu diingat bahwa hanya para pria yang memilih pada masa itu.

Salah satu alasan mengapa angka tersebut mencapai setinggi itu adalah karena “pemilu seringkali dapat menghasilkan hasil nyata di tahun 1800-an seperti selama periode Perang Saudara dan tahun Divisi Zaman Emas Amerika Serikat — dan para pemilih serta partai tahu hal tersebut. Pemungutan suara dipimpin untuk hasil yang jelas, langsung, dan konsekuensial. Tanya saja ke Selatan setelah pemilihan Lincoln.” 

Selain itu, kecurangan pemilih juga merajalela pada masa itu. Sekali lagi dari buku saya “The Divided Era,” saya perhatikan bahwa “Ada juga yang mengisi surat suara, yang mencakup penggunaan kertas suara mirip ’tisu’ yang tipis untuk memungkinkan satu kertas berukuran seperempat folio yang terlipat berisi selusin kertas suara lagi di dalamnya.’ [Mengutip dari buku Mark Wahlgren Summers, “Party Games: Getting, Keeping, and Using Power in Gilded Age Politics”] Begitu cerobohnya praktik isian surat suara pada pemilihan presiden tahun 1888, di mana lebih banyak dua belas ribu suara dihitung daripada pemilih yang memenuhi syarat di Virginia Barat.”

Namun, sejak itu, angka partisipasi kami adalah jauh lebih rendah. Memang, “angka suara untuk pemilihan presiden pada dasarnya telah terjebak di pertengahan tahun 50-an untuk abad terakhir — meskipun kadang angka suara tersebut  menurun tajam untuk usia 40-an ke atas dan untuk usia 65-an ke bawah.” 

Pada tahun 2016 (setahun tanpa presiden yang menjabat), misalnya, angka partisipasi adalah 59,2 persen. Pada tahun 2012 angka partisipasi adalah 54,9 persen (tahun pemilihan ulang) dan pada tahun 2008 angka partisipasi adalah 57,1 persen (satu tahun tanpa petahana presiden).

Jadi, bagaimana anda menjelaskan angka partisipasi 89 persen di Wisconsin? Terutama sejak angka partisipasi di Wisconsin adalah 66 persen pada tahun 2016? Jawabannya adalah belum sepenuhnya jelas, tetapi inilah yang kami ketahui:

1-Kesalahan data. Perubahan tiba-tiba dari 138.000 suara itu merupakan inti masalah. Hal tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja.

2- Mail-in-ballots ( surat suaranya didistribusikan ke pemilih dan dikirim atau dikembalikan melalui pos). Mungkin jadi surat dalam surat suara akan menambah jumlah partisipasi pemilih secara umum. Tetapi, apakah semuanya akan legal?

Kita harus ingat cerita ini: “Direktur Politik Texas Joe Biden Dituduh Memanen Suara Ilegal.” Pernyataan tertulis yang mendukung cerita itu menyatakan “Para pemanen surat suara mengambil surat suara dari para lanjut usia di panti jompo, dari tunawisma, dan dari kotak surat tempat tinggal yang tidak menaruh curiga. Pemanen surat suara kemudian melengkapi surat-surat suara tersebut untuk kandidat pilihan mereka dan memalsukan tanda tangan si “pemilih.”

Lebih lanjut, dikatakan “bahwa seorang karyawan Komisaris Ellis, Tyler James, telah membual bahwa ia dapat menjamin  operasi panen suara ilegal, dengan bantuan surat suara massal, dan memanen 700.00 surat suara ilegal.”

Semuanya mengembalikan kami ke Wisconsin dan kemungkinan besar Michigan. Karena, surat masuk dari sistem pemungutan suara digunakan, surat suara dikirim ke ratusan ribu orang negara bagian itu. Sama seperti di Texas, yang memberikan kesempatan bagi para operator untuk “memanen” surat suara.

Yang penting, di Wisconsin, “Anda tidak memerlukan foto identitas diri anda jika anda telah selesai memilih, disegel dan disaksikan surat suara di Kantor panitera kota, drop box, pusat pemungutan suara atau lokasi pusat penghitungan.”  Jadi, surat suara yang sudah dipanen dapat dikumpulkan dan kemudian diserahkan di Wisconsin, terlepas dari hukum kartu identitas pemilihnya.

Berapa banyak yang terjadi pada tahun ini di Wisconsin? Kami tidak tahu. Yang kita ketahui adalah bahwa para operator di sana punya motif dan kesempatan. Bahkan, ada daerah dengan suara lebih banyak daripada pemilih yang terdaftar. Hal ini akan memakan waktu penyelidikan yang serius untuk menemukan kebenaran. Semua bukti di seluruh negeri  muncul dalam peraturan yang dibengkokkan, orang yang telah meninggal memilih, dan surat suara diterima melewati tenggat waktu.

Saya yakin hal yang sama terjadi di Wisconsin, yang bersamaan dengan pemungutan suara, adalah bagaimana mencapai angka partisipasi 89 persen yang diduga dan Wisconsin unggul untuk Joe Biden, bukannya mengungguli Presiden Donald Trump.

Dengan semua hal yang ada di surat suara pada tahun 2020, sekarang tampak integritas surat suara adalah  yang paling penting. 

Jika kita hanya menutup mata terhadap apa yang mungkin menjadi pemilihan umum  terburuk sejak Mafia membantu Kennedy di Chicago pada pemilihan presiden, tidak meremehkan untuk mengatakan bahwa Republik kita akan terancam.

Thomas Del Beccaro adalah penulis terkenal, pembicara, Fox News, Fox Business, dan penulis opini Epoch Times, dan mantan ketua Partai Republik California. Dia adalah penulis perspektif sejarah, “The Divided Era” dan “The New Conservative Paradigm.”

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular