oleh Li Yun

Risiko konflik militer di perbatasan Tiongkok – India terus meningkat. Kepala Staf Pertahanan India Bipin Rawat mengatakan pada 6 November bahwa situasi di sepanjang garis kendali di wilayah Ladakh sangat tegang, konflik berskala lebih besar mungkin terjadi.

Dalam pidatonya yang dipublikasikan secara online pada 6 November, Bipin Rawat mengatakan bahwa konfrontasi antara ribuan tentara komunis Tiongkok dengan India yang telah berlangsung selama beberapa bulan di sepanjang garis kendali yang sebenarnya di wilayah Ladakh masih saja terus terjadi.

Rawat mengatakan : “Kita tidak akan menerima pergeseran garis kendali yang sebenarnya”. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan situasi keamanan secara keseluruhan, tidak dapat dikesampingkan bahwa konfrontasi perbatasan, operasi militer taktis yang tidak beralasan, dan faktor-faktor lain berada di luar kendali yang dapat memicu konflik militer berskala lebih besar.

Jenderal bintang empat Angkatan Darat tersebut juga memperingatkan bahwa komunis Tiongkok dan Pakistan sedang bersekongkol untuk melakukan tindakan tertentu yang menimbulkan ancaman baru bagi India. Media India ‘Times of India’ mengutip ucapan Rawat melaporkan bahwa persekongkolan komunis Tiongkok – Pakistan akan menimbulkan bahaya ketidakstabilan strategis regional di mana-mana dan dapat menyebabkan eskalasinya konfrontasi.

Baik India maupun Pakistan memiliki senjata nuklir, dan mereka telah berulang kali terlibat dalam konflik bersenjata.

Menurut berita dari pihak India, komandan senior pasukan komunis Tiongkok dan India telah mengadakan pembicaraan tingkat komandan militer putaran kedelapan sejak awal krisis di Ladakh pada 16 November.

Seorang pejabat India mengatakan bahwa pembicaraan tersebut mungkin melibatkan usulan pihak komunis Tiongkok untuk menarik beberapa pasukan dari daerah sengketa di pantai utara Danau Pangong Tso.

Di area itu, tentara dari kedua negara saling berhadapan dalam jarak beberapa ratus meter. Dengan dukungan pasukan artileri dan kendaraan lapis baja, unit infanteri juga berhadapan di tepi selatan danau. Di sana pasukan komunis Tiongkok terus berusaha untuk mendorong tentara India agar mundur.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya pernah memperingatkan bahwa komunis Tiongkok sudah mulai mengumpulkan kekuatan militer yang besar di India utara untuk berperang melawan India. Dalam wawancara dengan Fox News pada 9 Oktober, Pompeo mengatakan bahwa orang India telah melihat penempatan sekitar 60.000 orang tentara komunis Tiongkok di perbatasan utara mereka.

Tentara komunis Tiongkok dan India telah bentrok di perbatasan sejak bulan Mei, dan bentrokan paling berdarah terjadi pada pertengahan bulan Juni, dimana sedikitnya 20 orang tentara India tewas dan 76 orang lainnya terluka. Namun, di pihak komunis Tiongkok belum mengumumkan jumlah korban jiwa. Setelah itu, masih terdengar berita bahwa kedua belah pihak terus mengirim pasukan tambahan dan senjata ke perbatasan.

Di penghujung bulan Agustus lalu, konflik kembali meletus antara pasukan kedua pihak di Danau Pangong. Pada 7 September, terdengar suara tembakan di perbatasan Tiongkok – India, melanggar kesepakatan tidak saling menembak yang dibuat 45 tahun silam.

Pada awal bulan September, media India menyatakan bahwa Tiongkok telah menempatkan 60.000 orang tentara dan 150 buah pesawat tempur di daerah perbatasan dengan India, bahkan termasuk 3 buah pesawat pembom. Dan India juga mengirim pesawat tempur untuk berpatroli sepanjang hari.

Beberapa hari yang lalu, pasukan kedua belah pihak terpaksa harus bertahan dalam cuaca yang sangat dingin di perbatasan Tiongkok – India, dan mungkin saja masih menghadapi kemungkinan konflik berskala lebih besar.

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dalam acara kegiatan online pada 5 November  menyatakan bahwa India bertekad untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya, dan akan melawan unilateralisme dan agresi dari pihak manapun. Singh menekankan bahwa perdamaian tidak selalu bergantung pada keinginan akan perdamaian, tetapi juga perlu mengandalkan kemampuan untuk mencegah perang. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular